SKRIPSI Prodi Pendidikan IPS - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Persepsi Siswa Terhadap Pembelajaran IPS dalam Implementasi Kurikulum 2013 di SMP Negeri 2 Malang

BAYU WICAKSONO

Abstrak


ABSTRAK

Wicaksono, Bayu. 2016. Persepsi Siswa Terhadap Pembelajaran IPS dalam Implementasi Kurikulum 2013 di SMP Negeri 2 Malang. Skripsi, Prodi Pendidikan IPS. Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Soetjipto, S.H.,M.Pd. (II) Dra. Hj. Siti Malikhah Towaf, M.A,Ph.D.

Kata Kunci: Pembelajaran IPS, model pembelajaran K13, persepsi siswa

Kurikulum yang diterapkan di SMPN 2 Malang saat ini adalah Kurikulum 2013. Penerapan Kurikulum 2013 pada pelajaran IPS ini memiliki beberapa masalah. Masalah yang terjadi adalah minat belajar siswa terhadap pelajaran IPS masih kurang dan siswa kurang memahami tentang pentingnya pelajaran IPS. Sebenarnya pelajaran IPS itu sangat penting karena posisi IPS sangat strategis dalam mengembangkan modal sosial yang positif seperti mengembangkan nilai-nilai, kepercayaan, dan hubungan sosial. Aspek keterampilan yang dikembangkan seperti keterampilan berfikir, penyelidikan ilmu-ilmu sosial, akademik, dan grup (Rosilawati, 2011:24). Berawal dari permasalahan tersebut titik fokus yang diangkat dalam penelitian ini adalah: (1) Bagaimana deskripsi model pembelajaran K13 mata pelajaran IPS?. (2) Bagaimana pembelajaran IPS K13 di SMPN 2 Malang?. (3) Bagaimana persepsi siswa kelas VIII reguler terhadap pembelajaran IPS K13 di SMPN 2 Malang?. (4) Bagaimana persepsi siswa kelas VIII unggulan terhadap pembelajaran IPS K13 di SMPN 2 Malang?.

Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Informan kunci dalam penelitian ini adalah Guru IPS dan siswa SMPN 2 Malang. Analisis data menggunakan teknik model interaktif Miles and Huberman (1992:16) yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) model pembelajaran Kurikulum 2013 adalah Inquiry, Discovery Based Learning, Problem Based Learning, dan Project Based Learning. (2) pembelajaran IPS di sekolah sudah terpadu tetapi model pembelajaran yang sering diterapkan oleh Guru hanya model Inquiry dan Discovery dengan metode diskusi dan tanya jawab. (3) siswa kelas reguler menginginkan guru lebih banyak menerangkan dan pembelajaran dibuat lebih santai. (4) siswa kelas unggulan menginginkan pembelajaran IPS dibuat untuk lebih menantang dengan model pembelajaran lebih bervariasi.

 Kesimpulan penelitian ini adalah suasana belajar yang menyenangkan bisa menambah minat belajar siswa karena pembelajaran yang monoton membuat siswa menjadi bosan. Saran untuk peneliti selanjutnya bisa melakukan penelitian sejenis di sekolah lain terutama di sekolah swasta supaya mengetahui perbedaanya.