SKRIPSI Prodi Pendidikan IPS - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

KESIAPAN GURU IPS SMP DALAM IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 DI SMPN 1 DAN SMP MUHAMMADIYAH 5 KECAMATAN TULANGAN KABUPATEN SIDOARJO

Mohammad Syahrul Mubarok

Abstrak


ABSTRAK

 

Mubarok, Mohammad Syahrul. 2016. Kesiapan Guru IPS SMP Dalam Implementasi Kurikulum 2013 Di SMPN 1 Dan SMP Muhammadiyah 5 Kecamatan Tulangan Kabupaten Sidoarjo. Skripsi. Prodi Pendidikan IPS, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Soetjipto, SH., M.Pd, (2) Dra. Hj. Siti Malikha Towaf, M.A., Ph.D.

Kata Kunci: Kesiapan, Guru, IPS SMP, Kurikulum 2013.

Kurikulum 2013 merupakan pengembangan dan pembaharuan dari Kurikulum sebelumnya yaitu KTSP. Pemberlakuan Kurikulum 2013 juga berimbas pada tuntutan terhadap kesiapan guru IPS di SMPN 1 dan SMP Muhammadiyah 5 untuk mengimplementasikan Kurikulum. Rumusan masalah dalam penitian ini yaitu: (1)  Bagaimana kesiapan guru IPS di SMPN 1 Tulangan dan SMP Muhammadiyah 5  Tulangan dalam implementasi Kurikulum 2013 jika ditinjau dari perencanaan RPP, pelaksanaan pembelajaran di kelas, dan evaluasi pembelajaran? (2)        Bagaimana kendala yang dihadapi guru IPS di  SMPN 1 Tulangan dan SMP Muhammadiyah 5 Tulangan dalam mengimplementasikan Kurikulum 2013? (3) Bagaimana upaya para guru IPS di SMPN 1 Tulangan dan SMP Muhammadiyah 5 Tulangan dalam mengatasi kendala yang dihadapi?

Penelitian ini menggunakan pendekatan dan jenis penelitian kualitatif deskriptif. Kehadiran peneliti sebagai pengamat non partisipasi. Lokasi penelitian berada di SMPN 1 Tulangan dan SMP Muhammadiyah 5 Tulangan. Sumber data primer yang diperoleh dari guru IPS dan wakil kepala bagian kurikulum, sumber data sekunder dari profil sekolah dan dokumen terkait. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan kajian dokumen. Analisis data menggunakan Miles & Hubberman: pengumpulan data, reduksi data, pengorganisasian data, dan verivikasi data. Pengecekan kebasahan temuan menggunakan triangulasi, pengecekan keanggotaan, dan perpanjangan keikutsertaan. Tahap penelitian yaitu tahap pra lapangan, tahap penelitian dan tahap akhir.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Guru IPS di SMPN 1 dan SMP Muhammadiyah 5 Tulangan apabila ditinjau dari aspek perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran telah menunjukkan kesiapan dalam implementasi Kurikulum 2013 (2) Kendala guru IPS di SMPN 1 Tulangan terkait implementasi Kurikulum 2013 adalah kemampuan individu guru dan peserta didik, penguasaan IT beberapa guru IPS di SMPN 1 Tulangan, rumitnya dan kompleksnya indikator penilaian dari Kurikulum 2013. Kendala guru IPS di SMP Muhammadiyah 5 Tulangan adalah rumitnya dan banyaknya indikator penilaian Kurikulum 2013, sulitnya memadukan antara metode, materi dengan penilaian, serta masalah waktu dalam melakukan penilaian; (3) Upaya guru IPS di SMPN 1 Tulangan untuk mengatasi kendala yang dihadapi adalah dengan mengoptimalkan kemampuan guru dengan maksimal, prosedur penilaian dengan tidak menggunakan semua indikator dalam setiap pembelajaran, dan berusaha untuk menyempatkan waktu dalam melakukan penilaian. Upaya guru IPS di SMP Muhammadiyah 5 Tulangan untuk mengatasi kendala adalah dengan tidak menggunakan semua indikator penilaian dalam setiap pertemuan dan mengusahakan mencari metode yang cocok dengan materi dan penilaian.

Saran bagi sekolah yakni mengadakan forum bersama mengenai pendalaman materi pengimplementasian Kurikulum 2013,sering melakukan pelatihan terkait IT, penggunaan media pembelajaran terbaru dan model-model pembelajaran terbaru, peningkatan sarana dan prasarana. Untuk SMP Muhammadiyah 5 Tulangan sebaiknya menambah jumlah guru IPS. Saran bagi guru IPS sebaiknya menambah referensi mengenai model-model pembelajaran serta media pembelajaran terbaru, sering melakukan sharing antar teman sejawat. Saran bagi peneliti lain hendaknya peneliti lain lebih mempersiapkan penelitian jauh hari sebaiknya peneliti selanjutnya meneliti mengenai perbandingan penerapan Kurikulum 2013 antara sekolah dengan sistem full day school dengan sekolah sistem reguler.