SKRIPSI Prodi Pendidikan IPS - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Realitas Musik Hardcore Sebagai Gaya Hidup Remaja di Kabupaten Gresik

ahmad fairuz habib el hikam

Abstrak


ABSTRAK

Hikam, Ahmad Fairuz Habib El. 2016. Realitas Musik Hardcore Sebagai Gaya Hidup Remaja di Kabupaten Gresik. Skripsi, Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) I Dewa Putu Eskasasnanda, S.Ant., M.A. (II) Dr. GM Sukamto, M.Pd., M.Si.

Kata Kunci: Remaja, Hardcore, Gaya hidup

Fase remaja merupakan fase terjadinya proses pendewasaan dalam diri seseorang, dan identik dengan rasa ingin tahu yang tinggi untuk mengetahui jati dirinya. Penemuan jati diri pada seorang remaja sangat bergantung dengan kehidupan di lingkungan sekitarnya. Pencarian jati diri membuat remaja

cenderung suka mencoba hal-hal baru baik itu positif ataupun negatif. Meski tidak dipungkiri pembentukan jati diri dapat memberikan pengaruh gaya hidup baru

bagi remaja. Salah satu yang sangat mempengaruhi pembentukan jati diri remaja saat ini adalah musik hardcore. Meski aliran musik hardcore dipandang orang tua memberikan dampak negatif, tetapi aliran ini juga memberikan warna yang baru dalam bermusik. Salah satunya menjadikan musik hardcore sebagai gaya hidup dalam jati diri remaja.

Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah (1) Bagaimana sejarah perkembangan musik hardcore dikalangan remaja Gresik? (2) Mengapa remaja di Kabupaten Gresik menyukai musik hardcore? (3) Bagaimana realitas musik hardcore terhadap gaya hidup remaja di Kabupaten Gresik?

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis penelitian kualitatif deskriptif. Kehadiran peneliti bertindak sebagai pengumpul data. Lokasi penelitian terletak di sekitar Wahana Ekspresi Poesponegoro (WEP). Sumber data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder, dengan informan kunci dan informan pendukung yang dipilih secara snowball dan purposif. Prosedur pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model analisis Miles dan Huberman. Untuk menjaga keabsahan temuan digunakan triangulasi (metode, sumber dan waktu), dan kecukupan referensial.

Kesimpulan penelitian pertama, awal sejarah perkembangan musik hardcore di Kabupaten Gresik dikarenakan dari beberapa remaja yang merantau ke luar kota yaitu Surabaya dan menyebarkan musik hardcore melalui modal kaset, tape dan majalah sehingga memunculkan berbagai komunitas dan band- band lokal musik hardcore di Kabupaten Gresik. Kedua, kesukaan remaja pada musik hardcore di Kabupaten Gresik dipengaruhi faktor internal yaitu ketertarikan diri, keinginan melampiaskan rasa kecewa dan rasa ingin tahu. Sedangkan faktor eksternal berupa teman sebaya dan komunitas. Ketiga, gaya hidup musik hardcore bagi remaja yaitu straight edge dan DIY (Do It Yourself).

Manfaat yang diberikan berupa pengendalian diri, rasa hormat, kesetaraan, kreatif, inovatif dan kemandirian. Sedangkan stigma negatif musik hardcore yang diperoleh dari kekhawatiran orang dewasa yaitu tindakan anarkis, merokok, mengkonsumsi alkohol, obat-obatan seks bebas dan kebisingan suara. Akan tetapi hal tersebut tidak terbukti terjadi dikalangan remaja pecinta musik hardcore.

Disarankan peneliti selanjutnya mengkaji kehidupan remaja hardcore di luar perspektif realitas gaya hidup atau dapat meneliti terkait interaksi simbolik komunitas musik hardcore straight edge di Kabupaten Gresik.