SKRIPSI Prodi Pendidikan IPS - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2016

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Bentuk-bentuk Pembinaan Anak Usia Sekolah Dasar Yang Mengalami Hambatan Fungsi Sosial di UPT Pelayanan Sosial Petirahan Anak Batu

Elok Nur Hidayah

Abstrak


ABSTRACT

 

Hidayah, E.N. 2016. Bentuk-bentuk Pembinaan Anak Usia Sekolah Dasar Yang Mengalami Hambatan Fungsi Sosial di  UPT Pelayanan Sosial Petirahan Anak Batu. Skripsi, Jurusan Pendidikan Luar Sekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Endang Sri Redjeki, M.S, (II) Drs. H. Lasi Purwito, M.S

Kata Kunci : Perkembangan Psiko-Fisik Anak, Bentuk-Bentuk Pembinaan

Anak merupakan sebuah titipan yang diberikan oleh Tuhan, dan merupakan penerus bangsa. Tugas seorang anak ialah belajar, tak jarang jika banyak anak yang mengalami hambatan fungsi sosial ketika mengikuti kegiatan belajar dan mengajar di sekolah formal. Jika anak mengalami hambatan dalam proses belajar dan mengajar maka peran dari pendidikan luar sekolah yaitu memberikan sebuah pembinaan untuk anak tersebut.

Pembinaan merupakan suatu usaha untuk pembentukan kepribadian yang mandiri dan sempurna serta dapat bertanggung jawab, atau suatu usaha, pengaruh, perlindungan dalam bantuan yang di berikan kepada anak yang tertuju kepada kedewasaan anak itu, atau lebih cepat untuk membantu anak agar cakap dalam melaksanakan tugas hidup sendiri, pengaruh itu datangnya dari orang dewasa (diciptakan oleh orang dewasa seperti sekolah, buku pintar hidup sehari-hari, bimbingan dan nasehat yang memotivasinya agar giat belajar), serta di tujukan kepada orang yang belum dewasa.

Fokus penelitian ini adalah mengenai pembinaan di UPT PSPA Batu. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendeskripsikan tentang: (1) Mengetahui perkembangan Psiko-Fisik anak usia sekolah, (2) Mengetahui bagaimana bentuk-bentuk pembinaan yang dilakukan di UPT PSPA Batu

Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus deskriptif. Sumber data dalam penelitian ini adalah dua orang pekerja sosial, dua orang guru pendamping, satu orang ibu asrama, dan tujuh anak binaan. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan studi dokumentasi.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) hambatan fungsi sosial yang di alami oleh anak binaan kelompok 10 ada tiga yaitu Bandel-Agresif, Pendiam-Pemalu dan Hiperaktif (2) bentuk-bentuk pembinaan yang ada di UPT PSPA Batu ada 6 yaitu; Pembinaan Pemecahan Masalah (Assessement), Pembinaan Fisik, Pembinaan Sosial, Pembinaan Mental, Pembinaan Keterampilan, Pembinaan Akademik.

 

Berdasarkan hasil penelitian ini, (1) saran kepada kepala seksi rehabilitasi ialah pada saat kegiatan pembinaan berlangsung hendaknya kepala seksi rehabilitasi lebih memperhatikan anak binaan angkatan IV karena anak-anak binaan ini berasal dari luar jawa, untuk adat dan istiadat sangat berbeda. Agar perkembangan prilaku terhadap anak binaan lebih cepat untuk berubah maka seharusnya diberikan pendekatan yang lebih intensif lagisaran (2) saran kepada pekerja sosial pada saat penggalian data kepada anak binaan UPT PSPA Batu hendaknya dilakukan dengan pendekatan secara pribadi, bukannya ditanya langsung didepan anak-anak binaan yang lain, hasilnya akan maksimal jika dilakukan dengan menggunakan pendekatan pribadi, (3) saran kepada guru pendamping hendaknya pada saat anak melakukan diskusi dengan pekerja sosial, kepala TU dan juga kepala seksi rehabilitasi seharusnya guru secara pribadi mendekati anak-anak binaan jika pekerja sosial melakukan penggalian data dengan menyeluruh, kemudian setelah tau bagaimana seluruh kehidupan anak tersebut sehingga bisa menyimpulkan bahwa pembinaan apa yang seharusnya dilakukan oleh UPT PSPA Batu.