SKRIPSI Prodi Pendidikan IPS - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2016

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Bentuk-bentuk Kerukunan Umat Beragama Kristen dan Islam di Desa Peniwen Kecamatan Kromengan Kabupaten Malang

Haikal Jadid

Abstrak


ABSTRAK

Jadid,  Haikal. 2016. Bentuk-bentuk Kerukunan Umat Beragama Kristen dan Islam di Desa Peniwen Kecamatan Kromengan Kabupaten Malang. Skripsi, Prodi Pendidikan IPS, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. GM. Sukamto, M.Pd., M.Si, (II) Dra. Hj. Siti Malikhah Towaf, M.A., Ph.D

Kata Kunci: Kerukunan, Kerjasama, Toleransi, Peniwen

Desa Peniwen merupakan salah satu desa yang terletak di Kecamatan Kromengan Kabupaten Malang yang masyarakatnya memiliki perbedaan agama. Di desa tersebut Agama Kristen memang menjadi agama mayoritas, dan Agama Islam memiliki jumlah penganut yang sangat sedikit. Namun, masyarakat mampu menciptakan dan menjaga kerukunan antar umat beragama.

Penelitian ini memiliki empat rumusan masalah, diantaranya: (1) Bagaimana kondisi geografis Desa Peniwen Kecamatan Kromengan Kabupaten Malang? (2) Bagaimana Toleransi diantara masyarakat Desa Peniwen Kecamatan Kromengan Kabupaten Malang dalam melaksanakan kegiatan keagamaan? (3) Faktor apa saja yang membentuk kerukunan antar umat beragama di Desa Peniwen Kecamatan Kromengan Kabupaten Malang? (4) Bagaimana bentuk kerukunan masyarakat Desa Peniwen Kecamatan Kromengan Kabupaten Malang?

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Kehadiran peneliti berfungsi sebagai pengumpul data. Lokasi penelitian terletak di Desa Peniwen Kecamatan Kromengan. Sumber datanya ialah informan, aktivitas, lokasi, serta arsip. Prosedur pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman, yang terdiri atas pengumpulan data, reduksi data, penyajian data (Display data), dan penarikan kesimpulan atau verifikasi data. Tahap penelitian meliputi persiapan, rancangan, pelaksanaan, dan pelaporan.

Berdasarkan analisis data, diperoleh empat kesimpulan hasil penelitian. Pertama, para pendatang yang menetap di Desa Peniwen membawa pola kebudayaan baru dan Agama Islam. Walaupun sempat terjadi konflik diawal perkembangan Islam, namun masyarakat sudah dapat saling bertoleransi satu sama lain. Kedua, toleransi masyarakat ditunjukkan dengan sikap saling mendukung, tidak saling mengganggu kegiatan keagamaan umat beragama lain, serta saling membantu dalam melaksanakan perayaan hari besar keagamaan. Ketiga, faktor khusus terbentuknya kerukunan di Desa Peniwen ialah faktor keturunan, faktor nilai perjuangan, faktor kepemimpinan, dan faktor nilai kerjasama saat terbentuknya desa. Keempat, bentuk kerukunan antar umat beragama dapat dilihat melalui intensitas interaksi di antara masyarakat, sikap saling tolong-menolong, dan kerjasama masyarakat dalam melaksanakan kegiatan desa atau Adat Desa Peniwen.

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, saran bagi peneliti selanjutnya adalah agar meneliti sejarah terbentuknya Desa Peniwen dan peristiwa Peniwen Affair. Adat Desa Peniwen, juga dapat diteliti agar diperoleh makna dari kegiatan tersebut. Sehingga, selain kerukunan antar umat beragama, masih terdapat beberapa objek dan peristiwa di Desa Peniwen yang perlu untuk diteliti.