SKRIPSI Prodi Pendidikan IPS - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2016

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Fenomena Lesbian (Studi Kasus di Kota Malang)

titik dwi haryanti

Abstrak


ABSTRACT

 

Fenomena Lesbian (Studi Kasus di Kota Malang)

Haryanti, Titik, Dwi. 2016. Fenomena Lesbian (Studi Kasus di Kota Malang). Skripsi. Program Studi Pendidikan IPS. Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) I Dewa Putu Ekasasnanda, S.Ant, M.A, (II) Drs.Soetjipto,S.H., M.Pd

Kata kunci: Homoseksual, Kehidupan, Malang

Masa remaja adalah masa di mana pengambilan keputusan meningkat. Jika tidak diimbangi dengan pengetahuan yang baik maka remaja akan bertindak ceroboh. Tindakan ini biasanya meliputi penggunaan obat-obatan, pemikiran-pemikiran bunuh diri, dan kegagalan dalam menggunakan alat kontrasepsi selama berhubungan seks atau bahkan menjadi seseorang homoseksual. Lesbian merupakan salah satu bentuk perilaku seks yang dianggap menyimpang karena dilakukan bukan demi tujuan reproduksi tetapi hanya sebagai sarana mencari kesenangan semata. Permasalahan homoseksual penting dikaji karena fenomena ini kini banyak dijumpai dan diperbincangkan. Kaitan penelitian ini dengan mata pelajaran IPS di SMP yaitu pada KTSP 2006 penelitian masuk dalam materi kelas VIII tentang “Masalah Penyimpangan Sosial” dengan submateri “Berbagai Penyakit Sosial sebagai Akibat Penyimpangan Sosial dalam Keluarga dan Masyarakat” dengan sub-sub materi “Kenakalan Remaja”.

Metode penelitian yang digunakan yaitu kualitatif deskriptif dengan rumusan masalah sebagai berikut; (1) Apa saja faktor yang melatar belakangi seseorang menjadi seorang lesbian? (2) Apa saja motif seseorang memutuskan untuk menjadi seorang lesbian? (3) Bagaimana kehidupan sehari-hari pelaku lesbian (4) Bagaimana harapan pelaku lesbian untuk kedepanya?.Sumber data yang digunakan yaitu sumber data primer dan sumber data sekunder. Sumber data primer yaitu pelaku lesbian di Kota Malang, sedangkan sumber data sekunder diperoleh melalui berbagai literatur. Prosedur pengumpulan data dengan observasi, wawancara dan studi dokumen. Teknik analisis data menggunakan model Miles and Huberman dengan tahapan; (1) pengumpulan data; (2) reduksi data; (3) penyajian data; (4) membuat kesimpulan. Pengecekan keabsahan data menggunakan perpanjangan penelitian dan ketekunan pengamatan. Tahap-tahap penelitian yang dilakukan yaitu tahap persiapan, tahap pelaksanaan, tahap pengolahan data dan analisis data, dan tahap pelaporan.

 

Sebagian besar informan memutuskan menjadi seorang lesbian dikarenakan tidak seimbangnya hormon prenatal dan juga pengaruh lingkungan. Selain itu motif untuk memperoleh kasih sayang yang lebih juga sangat berpengaruh dalam memutuskan menjadi pelaku lesbian. Kehidupan sehari-hari kaum lesbian diakui tidak berbeda dengan masyarakat normal pada umumnya. Hanya saja orientasi seksualnya yang berbeda. Istilah finggering digunakan pelaku lesbian dalam berhubungan seksual. Pelaku lesbian mempunyai harapan untuk sembuh dari lesbian tetapi tidak untuk waktu sekarang ini. Pelaku lesbian menyembunyikan identitasnya didepan keluarga dan masyarakat. Hal tersebut sesuai dengan konsep dramaturgi bahwa seorang manusia berusaha mempertunjukkan peran agar bisa berinteraksi dengan baik di lingkungan masyarakat. Saran untuk peneliti selanjutnya adalah untuk meneliti tempat yang lain berkumpulnya pelaku lesbian dan menggunakan teori yang lain selain yang telah dipakai dalam penelitian ini.