SKRIPSI Prodi Pendidikan IPS - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2016

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

ANALISIS LEMBAR KERJA SISWA MATA PELAJARAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL JENJANG KELAS VII SEMESTER GANJIL YANG DISUSUN MGMP KOTA MALANG TAHUN PELAJARAN 2015/ 2016

Iin Mai Syaroh

Abstrak


ABSTRACT

 

LKS diartikan sebagai salah satu bahan ajar yang berbentuk

lembaran-lembaran. Berisi tugas-tugas mandiri, yang dilengkapi dengan

ringkasan materi dan panduan menyelesaikan. MGMP Kota Malang

mewajibkan seluruh SMP Negeri untuk menggunakan LKS sebagai salah satu

bahan ajar. Sehingga perlu dianalisis bagaimana kualitasnya LKS

tersebut.Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif menggunakan

teknik analisis isi. Aspek yang dianalisis: kelengkapan komponen, materi, soal,

dan bahasa pada LKS. Hasil penelitian menunjukkan (1) kualitas kelengkapan

komponen tergolong sedang, (2) kualitas kesesuaian materi tergolong tinggi, (3)

kualitas aspek kesesuaian soal-soal latihan tergolong tinggi, (4) kualitas

kesesuaian penggunaan bahasa tergolong sedang. Tim MGMP diharapkan

melakukan revisi pada LKS, agar siswa dan guru menjadi mudah dalam

menggunakan dan memahami. Bagi guru mata pelajaran sebaiknya meneliti

terlebih dahulu isi dan kualitas bahan ajar yang akan digunakan serta mampu

memberikan masukan kepada penyusun apabila ada kesalahan.

Kata Kunci: Analisis Isi, Lembar  Kerja Siswa, IPS

Pendidikan merupakan usaha sadar dan terencana dalam mewujudkan

suasana belajar bagi peserta didik. Bertujuan agar peserta didik dapat

mengembangkan potensi yang dimiliki dan keterampilan yang dibutuhkan oleh

dirinya sendiri, masyarakat, bangsa dan negara. Hal tersebut tercantum dalam UU

No. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Pendidikan

diselenggarakan berdasarkan rencana yang matang, mantap, jelas, lengkap, dan

menyeluruh berdasarkan pemikiran rasional dan objektif. Pendidikan

dilaksanakan sesuai panduan yang ada.Pendidikan tidak diselenggarakan secara

tiba-tiba atau insidental, melainkan melalui tahapan-tahapan yang terencana

(Hamalik, 2011:2). Upaya mewujudkan suasana belajar memerlukan sarana dan

prasarana pendukung, seperti: ruangan beratap, meja dan kursi, suasana kondusif,

dan yang terpenting adalah sumber belajar.

Sumber belajar, menurut Sudjana & Rifai (2003:76) sarana yang

dimanfaatkan guru untuk kepentingan proses pembelajaran. Segala bentuk bahan

yang digunakan untuk membantu proses pembelajaran, baik yang tertulis maupun

tidak tertulis adalah bahan ajar (Depdiknas, 2008:6). Pelaksanaan pembelajaran

IPS di SMP negeri di Kota Malang menggunakan bahan ajar tertulis berupa buku

paket dan Lembar Kerja Siswa (LKS). Buku paket yang digunakan merupakan

buku cetak IPS yang diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

pada tahun 2014. 

LKS yang digunakan dalam pembelajaran cenderung monoton. Selain itu,

LKS tersebut berisi rangkuman dari buku cetak pegangan siswa. Terdapat latihan

soal-soal yang tidak sesuai dengan materi yang tersaji dirangkuman. LKS juga

dilengkapi dengan kegiatan siswa dan kegiatan kelompok.Penelitian terdahulu

yang pernah dilakukan oleh Setianingsih (2012) dengan judul “Analisis LKS

Karangan Tim MGMP IPS SMP Kabupaten Blitar Kompetensi Dasar

Mendeskripsikan Permasalahan Lingkungan Hidup Dan Upaya

Penanggulangannya Dalam Pembangunan Berkelanjutan”. Hasil penelitian

menunjukkan bahwa: (1) 100% komponen LKS terpenuhi; (2) 19% materi sesuai

dengan KTSP; (3) 0% konsep benar; (4) 30,3% soal sesuai dengan panduan

penulisan butir soal; (5) 77,03% tanda baca benar, 94,92% kosakata benar,

71,19% kalimat benar, 0% paragraf benar; dan (6) 57,14% sesuai dengan syarat

teknis penyusunan LKS.

Analisis LKS merupakan kegiatan mengkritisi, meneliti, dan mengoreksi

penyusunan LKS IPS. Aspek yang akan dianalisis meliputi: kelengkapan

komponen, kualitas kesesuaian materi, kualitas kesesuaian soal, kualitas

penggunaan bahasa. Aspek kelengkapan LKS memuat Identitas LKS, kompetensi

yang dicapai siswa, sarana dan sumber materi, petunjuk belajar dan langkah kerja,

informasi pendukung, waktu, tugas-tugas berisi soal, penilaian (Wijayanti, 2013:9

& Pengembangan Bahan Ajar, 2008:24). Menurut kurikulum 2013 pembelajaran

IPS harus mengacu pada Kompetensi Inti (KI) dan Kompetensi Dasar (KD).

Terdapat 4 KI dan 4 KDmencakup ranah afektif, kognitif, dan psikomotorik.

Pembelajaran IPS dalam kurikulum 2013 terbagi dalam 4 tema: (1) Keadaan

Alam Dan Aktivitas Penduduk Indonesia, (2) Keadaan Penduduk Indonesia, (3)

Potensi Dan Pemanfaatan Sumber Daya Alam, (4) Dinamika Interaksi Manusia.

Soal-soal dalam LKS terdiri atas dua tipe soal, yakni soal objective dan soal essay.

Tes objective ialah tes yang dibuat sedemikian rupa sehingga hasil tes itu dapat

dinilai secara objektif, dinilai oleh siapapun akan menghasilkan skor yang sama

(Purwanto, 2013:35). Tes essay ialah tes yang berbentuk pertanyaan tertulis, yang

jawabannya merupakan karangan (essay) atau kalimat yang panjang-panjang

(Joni, 1984:81). Kesesuaian bahasa dapat diketahui melalui penggunaan tanda

baca, kosakata, kalimat, dan paragraf (Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa

Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, 1993).

METODE PENELITIAN

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan teknik

analisis isi. Analisis isi merupakan metode mengumpulkan dan menganalisis

sebuah teks untuk mengungkap makna yang terkandung dalam sebuah teks serta

memperoleh pemahaman terhadap pesan yang direpresentasikan. Penelitian

dilakukan terhadap Lembar Kerja Siswa mata pelajaran IPS kelas VII yang

disusun oleh Musyawarah Guru Mata Pelajaran IPS SMP Kota Malang.

Instrumen penelitian berupa tabel dan pedoman (kriteria). Pedoman tersebut

terdiri atas kelengkapan komponen, kesesuaian materi dengan tema pada

kurikulum 2013, kesesuaian soal-soal latihan kompetensi dasar, indikator, dan

tujuan pembelajaran pada kurikulum 2013, dan kesesuaian panduan penulisan

butir soal, dan kebenaran bahasa. Data yang diperlukan dalam penelitian ini

meliputi: kelengkapan komponen LKS, kesesuaian materi dengan jabaran materi

pada kurikulum 2013, kesesuaian soal dengankaidah penulisan soal, serta

kebenaran bahasa. Data tersebut dikumpulkan dengan cara mencocokan variabel

penelitian dengan pedoman (kriteria)yang telah disusun. Masing-masing

klasifikasi dihitung persentasenya menggunakan rumus sebagai berikut (Arikunto,

2012: 324):

P%   

 

 

    

Keterangan: 

P% = persentase kelengkapan komponen LKS

  = jumlah skor yang diperoleh

  = jumlah skor maksimal

Berdasarkan persentase yang diperoleh pada setiap kriteria, maka setiap kriteria

dikelompokkan ke dalam kriteria kualitas sebagai berikut: 

Tabel  Kriteria Kualitas Kelengkapan Komponen LKS

Persentase Tingkat Penilaian

80 – 100 Tinggi

60– 79 Sedang

40– 59 Rendah

< 40 Sangat Rendah

(Adaptasi dari Arikunto, 2012) 

HASIL ANALISIS DAN PEMBAHASAN

LKS IPS Memiliki Kualitas yang Baik

Secara umum LKS IPS Kelas VII semester ganjil yang disusun oleh

MGMP Kota Malang memiliki kualitas baik. Dari keempat aspek yang dijadikan

acuan untuk menganalisis dua aspek masuk dalam kategori tinggi nilai

persentasenya dan dua yang lain masuk kategori sedang.

Kelengkapan Komponen

Komponen LKS secara keseluruhan berjumlah 8, yaitu: (1) Identitas LKS,

(2) Kompetensi yang dicapai siswa, (3) Sarana dan sumber materi, (4) Petunjuk

belajar dan langkah kerja, (5) Informasi pendukung, (6) Waktu, (7) Tugas-tugas

berisi soal, (8) Penilaian. Apabila 8 komponen tersebut ada, maka dapat dikatakan

komponen dalam LKS terpenuhi 100%.  

Lembar Kerja Siswa yang diteliti hanya memiliki 5 komponen saja.

Sehingga persentasenya hanya 62,5 % terpenuhi. Kelima kompenen tersebut

masing-masing ialah: identitas LKS, sarana dan sumber materi, petunjuk belajar

dan langkah kerja, informasi pendukung, tugas-tugas berisi soal.Berdasarkan hasil

analisis untuk kelengkapan kompenen LKS, dapat dijelaskan bahwa LKS tersebut

memiliki kualifikasi komponen yang tergolong ada dan tidak ada. Kompenen

LKS yang telah dianalisis kelengkapannya disajikan dalam Tabel 4.1

Tabel Hasil Analisis Kesesuaian Komponen LKS

No. Kelengkapan Komponen Jumlah %

1 Ada 5 62,5

2 Tidak ada 3 37,5

Jumlah 8   100

Tabel di atas apabila dicermati maka akan diketahui bahwa tidak semua

komponen yang dijadikan sebagai kriteria analisis terpenuhi. LKS yang diteliti,

memenuhi sebesar 62,5% darikomponen yang dijadikan kriteria. Maka angka

tersebut menunjukkan bahwa tarafkualitas kelengkapan komponen sedang.

Apabila akan diadakan revisi pada LKS tersebut sebaiknya LKS ditambahkan

kompetensi yang dicapai siswa dan waktu pelaksanaan. Dengan mencantumkan

kompetensi yang harus dicapai maka akan mempermudah pengukuran

ketercapaian pembelajaran. Sementara pencantuman alokasi waktu, akan

mempermudah dalam menyusun rencana pembelajaran.

 Berikut uraian tentang isi komponen yang ada dalam LKS yang diteliti:

a. Identitas LKS

Nama penyusun : MGMP Ilmu pengetahuan Sosial SMP Kota Malang

Mata pelajaran :Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS)

Jenjang kelas : VII (tujuh) Sekolah Menengah Pertama

Jenjang semester : Ganjil

Daftar isi  : Ada

Identitas yang tidak tercantum dalam LKS adalah penerbit dan tahun terbit.

b. Sumber belajar, berupa bacaan yang tersusun secara sistematis terdiri atas 2

tema. Setiap tema, terdiri atas judul tema dan beberapa materi pokok. 

c.  Petunjuk belajar dan langkah kerja dalam LKS ini seperti yang ditunjukkan

pada halaman 5 rubrik “Ayo Kembangkan Potensi Daerahmu”.

“Sekitar Malang sangat menyimpan berbagai objek wisata, baik alam,

budaya, dan rekreasi. Tugas kalian adalah memetakan objek wisata tersebut,

letak, dan kemungkinan pengembangan....”

Penggalan kalimat tersebut bertujuan untuk memberikan petunjuk belajar atau

langkah-langkah kerja yang harus dilakukan siswa untuk menyelesaikan tugas

tersebut. Petunjuk belajar juga terdapat di halaman 6, halaman 8, halaman 9,

halaman 11, halaman 14-15, dan lain-lain.

d. Informasi pendukung, dalam LKS yang diteliti seperti yang tersaji pada

halaman 11, dengan judul rubrik “Apa yang seharusnya dilakukan?”

“Potensi bencana tidak cukup hanya banjir, tetapi juga gempa bumi

ataupun aktivitas gunung berapi. Perlu diingat pula, Indonesia

termasuk dalam area “ring of fire”(lingkaran cincin api). Potensi

tersebut tidak hanya dialami di daerah daratan namun juga

mengancam pesisir pantai....”

Penggalan paragraf di atas merupakan salah satu sajian informasi pendukung

dalam LKS. Informasi pendukung lainnya terdapat di halaman 15 (renungan).

Informasi pendukung juga berupa gambar pada setiap materi.  

e. Tugas berisi soal-soal, dalam LKS ini tugas berupa soal bentuk esai, pilihan

ganda, melengkapi kalimat, dan  menjodohkan. Soal-soal esai seperti pada

halaman 8 nomor 1-3, halaman 52 nomor 1-10, halaman 63-64 nomor 1-10.

Soal pilihan ganda terdapat pada halaman 31-35 nomor 1-50, halaman 41-42

nomor 1-5, halaman 61-63 nomor 1-30. Soal dengan tipe melengkapi kalimat

terdapat pada halaman 63 nomor 1-10. Sementara betuk soal menjodohkan

disajikan di halaman 63 nomor 1-10.

KUALITAS KESESUAIAN MATERI 

Materi yang terdapat di dalam LKS secara keseluruhan terbagi ke dalam 2

tema dan 8 subtema atau materi. Apabila keseluruhan materi di dalam LKS

tersebut sesuai dengan materi yang ada di buku Ilmu Pengetahuan Sosial Guru

Edisi Revisi,yang diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan

Republik Indonesia tahun 2014, maka persentasenya 100%. Data kesesuaian materi

yang telah dianalisis kesesuaiannya disajikan sebagai berikut

Tabel Hasil Analisis Kesesuaian Materi LKS IPS 

No. Kesesuaian Materi Jumlah %

1 Sesuai 8 100

2 Tidak Sesuai 0 0

Jumlah 8 100

 Hasil analisis kesesuaian materi menunjukan bahwa seluruh materi yang

ada di LKS IPS Kelas VII dari MGMP Kota Malang memiliki persentase

kesesuaian sebesar 100%, maka persentase tersebut menunjukan bahwa kualitas

kesesuaian materi pada LKS tergolong tinggi.

Menurut Bapak Joko selaku Ketua MGMP IPS Kota Malang, LKS

tersebut sifatnya hanya pengembangan dari buku dari Kementrian. Sehingga

seluruh materi pada LKS bersumber dari buku bukan silabus. Silabus tidak lagi

digunakan karena ada perbedaan dengan buku yang diterbitkan dari Pendidikan

dan Kebudayaan Republik Indonesia. Kebijakan mengembangkan LKS

berdasarkan buku, dipilih karena setiap pelatihan tentang Kurikulum 2013 dari

pusat (Kementerian Pendidikan) selalu berpedoman pada buku bukan silabus.

Materi pembelajaran terdiri atas 4 tema. Empat tema tersebut digunakan

untuk satu tahun ajaran. Semester 1, tema 1 dan 2 sementara di semester 2 ada

tema 3 dan 4. LKS yang diteliti merupakan LKS yang digunakan pada semester 1,

sehingga hanya memuat materi tema 1 dan 2 saja.

Judul tema 1 adalah Keadaan Alam dan Aktivitas Penduduk Indonesia”

Tema ini tersusun atas beberapa Kompetensi Dasar (KD). Berikut merupakan KD

penyusun tema 1: (1.3) Menghargai karunia Tuhan Yang Maha Esa telah

menciptakan manusia dan lingkungannya; (2.1) Meniru perilaku jujur, disiplin,

bertanggungjawab, peduli, santun, dan percaya diri sebagaimana ditunjukkan oleh

tokoh-tokoh pada masa Hindu-Buddha dan Islam dalam kehidupan sekarang; (3.1)

Memahami aspek keruangan dan konektivitas antar ruang dan waktu dalam

lingkup regional serta perubahan dan keberlanjutan kehidupan manusia (ekonomi,

sosial, budaya, pendidikan, dan politik); (3.2) Memahami perubahan masyarakat

Indonesia pada zaman praaksara, zaman Hindu-Buddha dan zaman Islam dalam

aspek geografis, ekonomi, budaya, pendidikan dan politik; (4.1) Menyajikan hasil

telaah aspek keruangan dan konektivitas antarruang dan waktu dalam lingkup

regional serta perubahan dan keberlanjutan kehidupan manusia (ekonomi, sosial,

budaya, pendidikan, dan politik); (4.2) Menyajikan hasil pengamatan tentang

hasil-hasil kebudayaan dan fikiran masyarakat Indonesia pada zaman praaksara,

zaman Hindu-Buddha, dan zaman Islam dalam aspek geografis, ekonomi, budaya

dan politik yang masih hidup dalam masyarakat sekarang.

 Tema Keadaan Alam dan Aktivitas Penduduk Indonesia, terbagi menjadi 4

indikator. Berikut penjabaran indikator dan tujuan belajarnya:

a. Indikator : Letak wilayah dan pengaruhnya bagi keadaan alam Indonesia.

Tujuan pembelajaran: Menjelaskan letak wilayah dan pengaruhnya bagi

keadaan alam Indonesia.

Pokok materipembelajaran: Letak wilayah dan pengaruhnya bagi keadaan

alam Indonesia.

b. Indikator : Keadaan alam Indonesia

1) Keadaan iklim Indonesia

2) Bentuk muka bumi dan aktivitas penduduk Indonesia

3) Keragaman flora dan faunan di Indonesia

Tujuan pembelajaran: (1)Mendeskripsikan keadaan iklim Indonesia,

(2) Menciptakan ide kreatif pemanfaatan potensi alam yang ada di lingkungan

sekitar dan menyajikannnya dalam bentuk laporan, (3) Mendiskripsikan

bentuk muka bumi dan aktivitas penduduk Indonesia, (4) Mendeskripsikan

keragaman flora dan fauna di Indonesia.

Pokok materi pembelajaran: (1) keadaan iklim di Indonesia, (2) Keadaan

alam Indonesia: bentuk muka bumi dan aktivitas Penduduk Indonesia, (3)

Keragaman flora dan fauna di Indonesia.

c. Indikator: Kehidupan sosial masyarakat Indonesia pada masa praaksara,

Hindu-Buddha dan Islam

1) Kehidupan masyarakat masa praaksara

2) Kehidupan masyarakat masa Hindu dan Buddha

3) Kehidupan masyarakat Indonesia masa Islam

Tujuan pembelajaran: (1) Mendeskripksikan kehidupan masyarakat pada

masa Praaksara, (2) Mendeskripksikan kehidupan masyarakat pada Hindu-

Buddha, (3) Mendeskripsikan kehidupan masyarakat pada masa Islam.

Pokok materi pembelajaran: (1) Kehidupan masyarakat pada masa praaksara,

(2) Kehidupan masyarakat pada masa Hindu-Buddha, (3) Kehidupan

masyarakat pada masa Islam.

d. Indikator : Konektivitas antar ruang dan waktu

Tujuan pembelajaran: (1) Menjelaskan konsep ruang dan waktu dengan

memberi contoh dengan memberi contoh adanya konektivitas antar ruang dan

waktu dalam setiap peristiwa dan aktivitas manusia, (2) Menunjukkan

perilaku jujur, bertanggungjawab, peduli, santun,rasa ingin tahu, peduli,

menghargai, dan percaya diri.

Pokok materi pembelajaran: Konektivitas antar ruang dan waktu dilihat dari

aspek ruang, waktu, individu dan masyarakat, dan aspek kebutuhan.

 Tema ke-2 dengan judul Keadaan Penduduk Indonesia tersusun atas

KD:(1.1) Menghargai karunia Tuhan YME yang telah menciptakan waktu dengan

segala perubahannya; (1.2) Menghargai ajaran Agama dalam berpikir dan

berperilaku sebagai penduduk Indonesia dengan mempertimbangkan kelembagaan

sosial, budaya, ekonomi dan politik dalam masyarakat; (2.2)Menunjukkan

perilaku rasa ingin tahu, peduli, menghargai, dan bertanggungjawab terhadap

kelembagaan sosial, budaya, ekonomi, dan politik; (3.1) Memahami aspek

keruangan dan konektivitas anta ruang dan waktu dalam lingkup regional serta

perubahan dan keberlanjutan kehidupan manusia (ekonomi, sosial, budaya,

pendidikan, dan politik); (3.3) Memahami jenis-jenis kelembagaan sosial, budaya,

ekonomi, dan politik dalam masyarakat; (4.1) Menyajikan hasil telaah aspek

keruangan dan konektivitas antar ruang dan waktu dalam lingkup regional serta

perubahan dan keberlanjutan kehidupan manusia (ekonomi, sosial, budaya,

pendidikan, dan politik); (4.3) Menghasilkan gagasan kreatif untuk memahami

jenis-jenis kelembagaan sosial, budaya, ekonomi, dan politik di lingkungan

masyarakat sekitar.

Berikut diuraikan jabaran indikator, tujuan pembelajaran, beserta pokok

materinya: