SKRIPSI Prodi Pendidikan IPS - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2016

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Analisis Program Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Pesisir di Desa Bulurejo Kecamatan Tempursari Kabupaten Lumajang

Rohmatul Aliyah

Abstrak


ABSTRACT

 

Aliyah, Rohmatul. 2016.Analisis Program Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Pesisir di Desa Bulurejo Kecamatan Tempursari Kabupaten Lumajang. Skripsi, Prodi Pendidikan IPS, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. I Nyoman Ruja S.U, (II) Dra. Hj. Siti Malikhah Towaf, M.A., Ph.D.

Kata Kunci: Program Pemberdayaan Ekonomi, Masyarakat Pesisir, Bulurejo

Nelayan di daerah Lumajang tepatnya di Desa Bulurejo Kecamatan Tempursari memiliki taraf hidup yang rendah. Sehingga untuk mengatasi permasalahan tersebut pemerintah membentuk program pemberdayaan ekonomi masyarakat pesisir. Salah satu programnya bernama Pengembangan Usaha Mina Perdesaan Bidang Perikanan Tangkap (PUMP PT). Rumusan masalah yang dikaji yaitu: (1) Bagaimana deskripsi dari program PUMP PT di Desa Bulurejo Kecamatan Tempursari Kabupaten Lumajang?; (2) Bagaimana pelaksanaan program PUMP PT di Desa Bulurejo Kecamatan Tempursari Kabupaten Lumajang dapat meningkatkan kesejahteraan sosial ekonomi masyarakat?; (3) Bagaimana dampak program PUMP PT terhadap kehidupan sosial ekonomi masyakat nelayan Desa Bulurejo Kecamatan Tempursari Kabupaten Lumajang?; (4) Bagaimana keterkaitan program PUMP PT dalam mata pelajaran IPS?. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan desain deskriptif kualitatif. Prosedur pengumpulan data yang digunakan observasi, wawancara, dokumentasi, dan angket terbuka.

Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kesimpulan bahwa (1) Program PUMP PT merupakan program dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang merupakan bagian dari Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM Mandiri) yang dilakukan sejak tahun 2013; (2) Pelaksanaan program PUMP PT dilakukan dengan cara pembentukan kelompok, sosialisasi, penyusunan Rencana Usaha Bersama (RUB), penyaluran dana, pemanfaatan dana, pendampingan, dan pengorganisasian kelompok; (3) Dampak positif dengan adanya program PUMP PT yaitu membantu nelayan karena nelayan dapat memiliki peralatan tangkap yang lebih baik dan lebih canggih. Dampak negatif dengan adanya program PUMP PT yaitu membuat nelayan masih tetap bergantung pada Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP); (4) Berdasarkan karakteristik sosial, ekonomi, dan budaya nelayan desa Bulurejo dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan program PUMP PT pada nelayan Desa Bulurejo tahun 2013-2016 dikatakan belum berhasil. Hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai bahan pembelajaran di sekolah jenjang SMP/Sederajat kelas VII dan VIII pada mata pelajaran IPS yang didasarkan pada Kurikulum 2013.

Berdasarkan pada penelitian ini, penulis mengharapkan Dinas Kelautan dan Perikanan terus melakukan pendampingan dan pembinaan untuk nelayan Desa Bulurejo dan diharapkan program PUMP PT ini dapat dijadikan acuan untuk membuat program lain. Masyarakat nelayan di Desa Bulurejo diharapkan mampu mengantisipasi permasalahan secara mandiri pada saat paceklik melalui pengelolaan keuangan keluarga yang baik. Bagi peneliti selanjutnya dapat mengkaji kebudayaan masyarakat nelayan Desa Bulurejo.

ABSTRACT

Aliyah, Rohmatul. 2016.The Analysis of Economic Empowerment Program of Coastal Area Society in Bulurejo Village Tempursari Subdistrict Lumajang Regency. Thesis, Social Studies Education, Faculty of Social Science, Malang University. Advisors: (1) Dr. I Nyoman Ruja S.U, (2) Dra. Hj. Siti Malikhah Towaf, M.A., Ph.D.

Keywords: Economic Empowerment Program, Coastal Area Society, Bulurejo

Most of fishermen in the Lumajang regency precisely in the Bulurejo Village Tempursari Subdistrict have a low standard of living. So as to overcome these problems, the government estabilished a program of economic empowerment of coastal communities. One of the programs called Pengembangan Usaha Mina Perdesaan Bidang Perikanan Tangkap (PUMP PT). This research problems, they are (1) How was the descriptions of PUMP PT program in Bulurejo village Tempursari subdistrict Lumajang regency?; (2) How was the application of PUMP PT program in Bulurejo village Tempursari subdistrict Lumajang regency?; (3) How was the impacts of PUMP PT program towards the prosperity of fishermen’s social economy life in Bulurejo village Tempursari subdistrict Lumajang regency?; (4) How was the correlation between PUMP PT program and Social Education subject?. The approach used in this research was qualitative research with design of descriptive qualitative. The data collection method used was observation, interview, documentation, and open angket.

                Based on the research result, it can be concluded that (1) PUMP PT program is a program of Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) which belongs to Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM Mandiri), which has been done since 2013; (2) PUMP PT program implementation is done by forming groups, socialization, the drafing of Rencana Usaha Bersama (RUB), fund distribution, utilization of the funds, mentoring, and organizing groups; (3) The positive impact of the PUMP PT program is this program helps the fishermen to get better and more sophisticated tools, while the negative impacts of PUMP PT program is it makes the fishermen still depend on Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP); (4) Based on the social, economic, and fishermen’s culture  characteristics in Bulurejo village it can be concluded that the implementation  PUMP PT program for fishermen in Bulurejo village in 2013-2016 can be said as unsuccessful. The result of this research can be used as teaching materials for grade VII and VIII of Junior High School students which is based on Curriculum 2013.

 

                Based on this research, the writer hope that Dinas Kelautan dan Perikanan keep doing association and founding for the fishermen in Bulurejo village and it is also hoped that PUMP PT program can taken as references in forming other program. Fishermen in Bulurejo village are also hoped to be able to solve the problems when the famine period independently through a good family money management. For future researchers, it is hoped that they will observed about the culture of Fishermen in Bulurejo village.