SKRIPSI PRODI PENDIDIKAN IPA - FAKULTAS MIPA UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengaruh Model Pembelajaran Search, Solve, Create, and Share (SSCS) terhadap Kemampuan Berpikir Tingkat Tinggi Peserta didik Kelas VIII SMPN 3 Singosari

Yuliyana Puput

Abstrak


RINGKASAN

Yuliyana, Puput. 2019. Pengaruh Model Pembelajaran Search, Solve, Create and Share (SSCS) terhadap Kemampuan Berpikir Tingkat Tinggi Peserta Didik Kelas VIII SMPN 3 Singosari. Skripsi, Program Studi Pendidikan IPA, Universitas Negeri Malang, Pembimbing: (1) Drs. I Wayan Sumberartha, M.Sc., (II) Muhammad Fajar Marsuki, S.Pd., M.Sc.

Kata Kunci: Search, Solve, Create and Share, Kemampuan Berpikir Tingkat Tinggi

Pembelajaran IPA selalu dikaitkan dengan alam dan menghubungkan antara fakta-fakta yang ada. Materi IPA mempelajari berbagai fenomena dan objek alam, sehingga materi IPA selalu berhubungan dengan kemampuan berpikir. Kemampuan berpikir dapat ditingkatkan apabila saat pembelajaran dilatih untuk terbiasa dalam memecahkan permasalahan. Membiasakan dalam memecahkan masalah dapat dilakukan dengan menerapkan model pembelajaran Search, Solve, Create and Share (SSCS). Model pembelajaran SSCS dapat memfasilitasi peserta didik untuk mengeksplorasi idenya saat pembelajaran.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan model pembelajaran SSCS terhadap kemampuan berpikir tingkat tinggi peserta didik kelas VIII pada materi sistem pernapasan manusia. Pengaruh tersebut ditinjau dari ada atau tidak ada perbedaan hasil posttest kemampuan berpikir tingkat tinggi peserta didik yang menerapkan model pembelajaran SSCS pada kelas eksperimen dan model pembelajaran Discovery Learning pada kelas kontrol. Penelitian ini menggunakan analisis berupa uji normalitas, uji homogenitas, dan uji-t pada kemampuan awal peserta didik dan hasil posttest.

Rancangan dalam penelitian ini adalah menggunakan penelitian semu dengan post-test-only design. Penelitian ini diawali dengan perencanaan berupa observasi, pembuatan instrumen, dan pengajuan instrumen, kemudian pelaksanaan kegiatan pembelajaran pada kelas eksperimen dan kelas kontrol di tempat penelitian. Lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran yang diisi oleh observer digunakan sebagai penilaian keterlaksanaan pelaksanaan penelitian pada kelas eksperimen dan kelas kontrol.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan berpikir tingkat tinggi peserta didik yang belajar melalui model pembelajaran SSCS lebih tinggi daripada kemampuan berpikir tingkat tinggi peserta didik yang belajar melalui pembelajaran Discovery Learning kelas VIII pada materi sistem pernapasan manusia. Hasil tersebut diketahui melalui nilai posttest kelas eksperimen yang menerapkan model pembelajaran SSCS memiliki perbedaan nilai rata-rata dengan kelas kontrol yang menerapkan pembelajaran Discovery Learning. Perbedaan rata-rata tersebut sesuai dengan hasil uji-t yang memperoleh nilai sig (2-tailed) kelas eksperimen sebesar 0,024 serta kelas kontrol sebesar 0,024 pada nilai posttest. Perbedaan tersebut nyata dari hasil nilai rata-rata kemampuan berpikir tingkat tinggi peserta didik kelas eksperimen lebih tinggi daripada kemampuan berpikir tingkat tinggi peserta didik kelas kontrol.