SKRIPSI PRODI PENDIDIKAN IPA - FAKULTAS MIPA UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengaruh Model Creative Problem Solving terhadap Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa SMPN 2 Bantur Kelas VII pada Materi Pencemaran Lingkungan

Kurniawan Tito Dwi

Abstrak


RINGKASAN

Kurniawan, Tito Dwi. 2019. Pengaruh Model Creative Problem Solving terhadap Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa SMPN 2 Bantur Kelas VII pada Materi Pencemaran Lingkungan. Skripsi, Program Studi Pendidikan IPA, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. I Wayan Sumberartha, M.Sc. (II) Vita Ria Mustikasari S.Pd., M.Pd.

Kata kunci: Creative Problem Solving, kemampuan berpikir kreatif

Kemampuan berpikir kreatif merupakan salah satu kemampuan yang dirumuskan pada tujuan pendidikan nasional. Siswa memerlukan kemampuan berpikir kreatif untuk mengaplikasikan pengetahuannya dalam kehidupan sehari-hari. Pembelajaran yang dapat melatih kemampuan berpikir kreatif adalah pembelajaran yang mendorong siswa aktif dalam merekonstruksi pemahamannya sendiri. Creative Problem Solving merupakan salah satu model pembelajaran berpusat pada siswa. Tahapan model Creative Problem Solving menuntun siswa untuk berpikir secara sistematis dalam memahami masalah, mensintesis ide dan merencanakan tindakan sehingga melalui kegiatan tersebut mampu melatih kemampuan berpikir kreatif siswa. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui adanya perbedaan kemampuan berpikir kreatif antara siswa yang belajar melalui model pembelajaran Creative Problem Solving dengan siswa yang belajar melalui model pembelajaran Discovery Learning.

Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu (quasi-experimental). Desain penelitian yang digunakan adalah posttest-only design. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa SMPN 2 Bantur kelas VII yang terdiri dari 189 siswa. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan teknik purposive sampling. Kelas yang digunakan sampel dalam penelitian ini adalah kelas VII-C sebagai kelas eksperimen dan VII-E sebagai kelas kontrol dengan jumlah siswa pada masing-masing kelas adalah 31 siswa. Instrumen perlakuan terdiri atas silabus, RPP, dan LKS. Instrumen pengukuran terdiri atas lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran dan tes kemampuan berpikir kreatif. Pengujian normalitas data tes kemampuan berpikir kreatif menggunakan uji Lilliefors, uji homogenitas menggunakan uji Barlett, uji beda menggunakan uji-t satu pihak dan uji lanjut menggunakan uji Tukey.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata posttest siswa kelas eksperimen adalah 68,3 dan kelas kontrol adalah 46,2. Berdasarkan hasil uji lanjut diperoleh nilai Qhitung sebesar 6,44 dan Qtabel sebesar 2,89. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kemampuan berpikir kreatif siswa kelas VII SMPN 2 Bantur pada materi pencemaran lingkungan yang belajar melalui model pembelajaran Creative Problem Solving lebih tinggi daripada yang belajar melalui  model pembelajaran Discovery Learning.