SKRIPSI PRODI PENDIDIKAN IPA - FAKULTAS MIPA UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengaruh Model Learning Cycle 5E terhadap Kemampuan Berpikir Tingkat Tinggi Siswa Kelas VII MTsN 2 Malang

Noor Abdul Fattah

Abstrak


RINGKASAN

Noor, Abdul Fattah. 2019. Pengaruh Model Learning Cycle 5E terhadap Kemampuan Berpikir Tingkat Tinggi Siswa Kelas VII MTsN 2 Malang. Skripsi, Program Studi Pendidikan IPA, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. I Wayan Sumberartha, M.Sc. (II) Sugiyanto, S.Pd, M.Pd.

Kata kunci: Learning Cycle 5E, kemampuan berpikir tingkat tinggi.

Proses pembelajaran IPA memberikan pengalaman langsung agar siswa dapat mempelajari alam sekitar secara ilmiah, serta menerapkannya pada kehidupan sehari-hari. Siswa memerlukan kemampuan berpikir tingkat tinggi dalam mengaplikasikan pengetahuan yang dimiliki untuk menyelesaikan permasalahan dalam kehidupan sehari-hari. Pembelajaran yang dapat meningkatkan kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa adalah pembelajaran yang berpusat pada siswa dan bersifat inkuiri. Learning Cycle 5E merupakan salah satu model pembelajaran berpusat pada siswa dan bersifat inkuiri yang dapat meningkatkan kemampuan berpikir tingkat tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya peningkatan kemampuan berpikir tingkat tinggi antara siswa yang belajar melalui model pembelajaran Learning Cycle 5E dengan siswa yang belajar melalui model pembelajaran konvensional. Model pembelajaran konvensional yaitu model pembelajaran yang diterapkan pada sekolah tempat penelitian.

Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu (quasi-experimental). Desain penelitian yang digunakan adalah Pretest-Posttest Control Group Design. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan teknik purposive sampling dari seluruh kelas VII MTsN 2 Malang semester genap tahun pelajaran 2018/2019. Kelas yang digunakan sampel dalam penelitian ini adalah kelas VII-D dan VII-B karena kedua kelas tersebut memiliki kemampuan kognitif yang sama dengan jumlah siswa pada masing-masing kelas terdiri atas 25 siswa. Kelas yang digunakan sebagai kelas eksperimen adalah VII-D menggunakan model pembelajaran Learning Cycle 5E, sedangkan kelas yang digunakan sebagai kelas kontrol adalah VII-B menggunakan model pembelajaran Discovery Learning yang dibuat oleh guru IPA kelas VII di MTsN 2 Malang. Instrumen pengukuran yang digunakan adalah tes kemampuan berpikir tingkat tinggi dalam bentuk soal pilihan ganda.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil uji hipotesis N-gain peningkatan nilai kelas eksperimen 0,4 lebih tinggi daripada kelas kontrol 0,3. Nilai tersebut menunjukkan bahwa peningkatan kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa yang belajar melalui model pembelajaran Learning Cycle 5E lebih tinggi daripada yang belajar melalui model Discovery Learning. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa kelas VII MTsN 2 Malang semester genap tahun pelajaran 2018/2019 pada materi pemanasan global yang belajar melalui model pembelajaran Learning Cycle 5E memiliki peningkatan lebih tinggi daripada yang belajar melalui model pembelajaran Discovery Learning.