SKRIPSI PRODI PENDIDIKAN IPA - FAKULTAS MIPA UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengaruh Model Inkuiri Terbimbing terhadap Kemampuan Berpikir Kritis dan Penalaran Ilmiah Peserta Didik Kelas VIII SMPN 1 Malang

Zhafirah nailah Nur

Abstrak


RINGKASAN

Zhafirah, Nailah Nur. 2019. Pengaruh Model InkuiriTerbimbingterhadap

Kemampuan Berpikir Kritis dan Penalaran Ilmiah Peserta didik Kelas VIII

SMPN 1 Malang. Skripsi, Program Studi Pendidikan IPA, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang, Pembimbing: (I) ErniYulianti, S.Pd., M.Pd., (II) Sugiyanto, S.Pd., M.Si

Kata Kunci: inkuiri terbimbing, kemampuan berpikir kritis, kemampuan penalaran ilmiah

Kemampuan berpikir kritis dan penalaran ilmiah merupakan kemampuan yang harus dimiliki oleh peserta didik pada abad ke-21.Menurut OECD dalam tes PISA, menunjukkan bahwa tidak semua peserta didik di setiap negara memiliki kemampuan penalaran ilmiah yang tinggi, salah satunya peserta didik di Indonesia, terutama pada bidang matematika dan sains.Kemampuan berpikir kritis dan penalaran ilmiah peserta didik dapat ditingkatkan melalui model inkuiri terbimbing.Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh model inkuiri terbimbing terhadap kemampuan berpikir kritis dan penalaran ilmiah peserta didik.

Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian mixed method dengan tipe embedded. Data kuantitatif berupa nilai pretest dan posttest sedangkan data kualitatif berupa hasil observasi proses pembelajaran, jawaban LKPD, dan hasil wawancara. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah RPP, LKPD, lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran, tes kemampuan berpikir kritis sebanyak 6 soal dengan reliabilitas sebesar 0,61 yang memiliki kategori tinggidan tes kemampuan penalaran ilmiah sebanyak 8 soal berpasangan dengan reliabilitas sebesar 0,68 yang memiliki kategori tinggi. Subjek penelitian adalah peserta didik kelas VIII-B SMP Negeri 1 Malang sejumlah 25 peserta didik. Analisis data kuantitatif dilakukan dengan uji-t menggunakan paired sample t-test dan perhitungan kekuatan dampak dengan N-gain dan d-effect size.

Hasil uji-t kemampuan berpikir kritis diperoleh nilai thitung>ttabel, yaitu

10,740>2,06390 dan hasil uji-t kemampuan penalaran ilmiah diperoleh nilai thitung>ttabel, yaitu 13,688>2,06390, sehingga dapat dikatakan bahwa terdapat perbedaan pada nilai pretest dan posttest pada kedua kemampuan tersebut. Hasil perhitungan rata-rata gain ternormalisai (N-gain) pada kemampuan berpikir kritis diperoleh nilai sebesar 0,633 dengan kategori medium atas dan pada kemampuan penalaran ilmiah diperoleh nilai sebesar 0,808 dengan kategori tinggi. Hasil perhitungan d-effect size pada kemampuan berpikir kritis diperoleh nilai sebesar 2,579 dengan kategori tinggi sekali dan pada kemampuan penalaran ilmiah diperoleh nilai sebesar 3,556 dengan kategori tinggi sekali.Pengaruh positif model inkuiri terbimbing terhadap kemampuan berpikir kritis dan penalaran ilmiah peserta didikdikarenakan pembelajaran ini menuntut peserta didik untuk menemukan pengetahuan dan penemuannya sendiri serta pembelajarannya terpusat pada peserta didik. Di lain sisi, 8 tahapan pada model inkuiri terbimbing juga mampu memfasilitasi peserta didik untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan penalaran ilmiah.