SKRIPSI PRODI PENDIDIKAN IPA - FAKULTAS MIPA UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pembelajaran dengan Model Guided Discovery untuk Meningkatkan Pemahaman Siswa Kelas VII pada Materi Pencemaran Lingkungan

Hardiyanti eltrida

Abstrak


RINGKASAN

Hardiyanti, Eltrida. 2019. Pembelajaran dengan Model Guided Discovery untuk Meningkatkan Pemahaman Siswa Kelas VII Pada Materi Pencemaran Lingkungan. Skripsi, Program Studi Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Prof. Dr. Sutopo, Msi., (II) Novida Pratiwi, S.Si, M. Sc.

Kata Kunci: guided discovery, pencemaran lingkungan, pemahaman

Keberhasilan  proses pembelajaran IPA dapat dilihat dari pemahaman siswa. Hal ini diasumsikan bahwa semakin tinggi pemahaman siswa, maka tingkat keberhasilan belajar siswa juga tinggi. Sehingga  perlu dirancang suatu model pembelajaran yang memberikan peluang kepada siswa untuk aktif dalam mengembangkan pengetahuanya agar keberhasilan proses pembelajaran tercapai. Salah satu model pembelajaran yang cocok dengan prinsip  saintifik adalah guided discovery. Pembelajaran yangmembantu siswa belajar untuk memperoleh pengetahuan sendiri dengan melakukan sebuah pengamatan secara langsung.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pembelajaran dengan model guided discovery terhadap pemahaman siswa pada materi pencemaran lingkungan. Pembelajaran dirancang untuk memberikan pengamatan secara langsung terhadap siswa. Pengamatan langsung dapat membuat siswa mampu menemukan konsep pada materi.

Metode penelitian yang digunakan adalah mixed method jenis embedded experimental design yaitu gabungan kuantitatif dan kualitatif. Data kuantitatif menggunakan analisis statistik deskriptif untuk mengetahui efektivitas pembelajaran dengan model guided discovery terhadap pemahaman siswa. Data kualitatif digunakan untuk mendeskripsikan proses pembelajaran siswa. Subjek penelitian yaitu 26 siswa Kelas VII D SMP Negeri 2 Pakisaji tahun pelajaran 2018/2019. Data diambil menggunakan instrumen tes, lembar observasi pembelajaran, wawancara, dan dokumentasi berupa foto.

Peningkatan pemahaman siswa diukur menggunakan d-effect size dan N-gain. Nilai d-effect size diperoleh 2,8622 yaitu hasil kekuatan peningkatan skor pretest ke skor posttest termasuk dalam kategori tinggi sekali. Peningkatan dengan rata-rata gain ternormalisasi (N-gain) didapatkan 0,6601 termasuk dalam kategori tinggi. Jadi pembelajaran dengan model guided discovery sangat efektif digunakan untuk meningkatkan pemahaman siswa pada materi pencemaran lingkungan.

RINGKASAN

Hardiyanti, Eltrida. 2019. Pembelajaran dengan Model Guided Discovery untuk Meningkatkan Pemahaman Siswa Kelas VII Pada Materi Pencemaran Lingkungan. Skripsi, Program Studi Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Prof. Dr. Sutopo, Msi., (II) Novida Pratiwi, S.Si, M. Sc.

Kata Kunci: guided discovery, pencemaran lingkungan, pemahaman

Keberhasilan  proses pembelajaran IPA dapat dilihat dari pemahaman siswa. Hal ini diasumsikan bahwa semakin tinggi pemahaman siswa, maka tingkat keberhasilan belajar siswa juga tinggi. Sehingga  perlu dirancang suatu model pembelajaran yang memberikan peluang kepada siswa untuk aktif dalam mengembangkan pengetahuanya agar keberhasilan proses pembelajaran tercapai. Salah satu model pembelajaran yang cocok dengan prinsip  saintifik adalah guided discovery. Pembelajaran yangmembantu siswa belajar untuk memperoleh pengetahuan sendiri dengan melakukan sebuah pengamatan secara langsung.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pembelajaran dengan model guided discovery terhadap pemahaman siswa pada materi pencemaran lingkungan. Pembelajaran dirancang untuk memberikan pengamatan secara langsung terhadap siswa. Pengamatan langsung dapat membuat siswa mampu menemukan konsep pada materi.

Metode penelitian yang digunakan adalah mixed method jenis embedded experimental design yaitu gabungan kuantitatif dan kualitatif. Data kuantitatif menggunakan analisis statistik deskriptif untuk mengetahui efektivitas pembelajaran dengan model guided discovery terhadap pemahaman siswa. Data kualitatif digunakan untuk mendeskripsikan proses pembelajaran siswa. Subjek penelitian yaitu 26 siswa Kelas VII D SMP Negeri 2 Pakisaji tahun pelajaran 2018/2019. Data diambil menggunakan instrumen tes, lembar observasi pembelajaran, wawancara, dan dokumentasi berupa foto.

Peningkatan pemahaman siswa diukur menggunakan d-effect size dan N-gain. Nilai d-effect size diperoleh 2,8622 yaitu hasil kekuatan peningkatan skor pretest ke skor posttest termasuk dalam kategori tinggi sekali. Peningkatan dengan rata-rata gain ternormalisasi (N-gain) didapatkan 0,6601 termasuk dalam kategori tinggi. Jadi pembelajaran dengan model guided discovery sangat efektif digunakan untuk meningkatkan pemahaman siswa pada materi pencemaran lingkungan.