SKRIPSI PRODI PENDIDIKAN IPA - FAKULTAS MIPA UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

ANALISIS KEMAMPUAN BERPIKIR TINGKAT TINGGI DAN PENALARAN ILMIAH TERHADAP MATERI SISTEM EKSKRESI MANUSIA PADA PEMBELAJARAN PROBLEM-BASED LEARNING (PBL)

putri anindya primadayuning

Abstrak


RINGKASAN

Putri, Anindya Primadayuning. 2018. Analisis Kemampuan Berpikir Tingkat Tinggi dan Penalaran Ilmiah terhadap Materi Sistem Ekskresi Manusia pada Pembelajaran Problem-Based Learning. Skripsi, Program Studi Pendidikan IPA, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang, Pembimbing: (1) Erni Yulianti, S.Pd., M.Pd., (2) Novida Pratiwi, S.Si., M.Sc.

Kata Kunci: Problem-based learning, kemampuan berpikir tingkat tinggi,     penalaran ilmiah, sistem ekskresi manusia

Kemampuan berpikir tingkat tinggi dan penalaran ilmiah merupakan kemampuan yang harus dimiliki untuk bekal menghadapi abad ke-21. Berdasarkan data PISA dan TIMSS kemampuan IPA siswa Indonesia masih tergolong rendah, untuk itu dibutuhkan model pembelajaran yang tepat untuk meningkatkan kemampuan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan berpikir tingkat tinggi dan penalaran ilmiah peserta didik terhadap materi sistem ekskresi manusia pada model pembelajaran Problem-Based Learning.

Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah mixed method dengan desain embedded experimental. Subjek penelitian adalah 30 siswa VIII-D di SMPN 1 Karangploso. Intrumen pengukuran pada penelitian ini menggunakan 2 tipe soal pilihan ganda beralasan, untuk tipe yang pertama adalah 15 soal pilihan ganda beralasan terbuka yang digunakan untuk mengukur kemampuan berpikir tingkat tinggi. Soal tersebut dikembangkan oleh Putri, dkk. (2018) dengan reliabilitas 0,702 (tinggi). Tipe soal yang kedua adalah 8 pasang soal pilihan ganda beralasan yang digunakan untuk mengukur kemampuan penalaran ilmiah siswa. Soal tersebut diadobsi dari soal LCTSR (2000) dengan reliabilitas butir soal 0,68 (tinggi).

Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan berpikir tingkat tinggi dan penalaran ilmiah siswa meningkat dengan nilai N-gain 0,65 (tinggi) untuk berpikir tingkat tinggi dan 0,55 (medium atas) untuk penalaran ilmiah. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa pembelajaran PBL memberikan dampak positif dengan kategori tinggi sekali terhadap peningkatan kemampuan berpikir tingkat tinggi dan penalaran ilmiah dengan nilai d-effect size 3,57 untuk berpikir tingkat tinggi dan 2,26 untuk penalaran ilmiah. Peningkatan kemampuan berpikir tingkat tinggi dan penalaran ilmiah ini dikarenakan pembelajaran PBL merupakan pembelajaran yang dapat membantu siswa untuk lebih open mind dan fokus pada saat pembelajaran. Selain itu 5 tahapan pembelajaran PBL merupakan tahapan pembelajaran yang mampu memfasilitasi siswa untuk menumbuhkan kemampuan berpikir tingkat tinggi dan penalaran ilmiah siswa.