SKRIPSI PRODI PENDIDIKAN IPA - FAKULTAS MIPA UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengembangan Instrumen Tes Diagnostik Three Tier Konsep Arus Listrik untuk Mengidentifikasi Miskonsepsi Siswa SMP

Yustin Yudistia Hariyanto

Abstrak


Kata Kunci: miskonsepsi, instrumen tes diagnostik three tier, arus listrik

IPA merupakan salah satu bidang studi yang harus dipelajari oleh siswa berkaitan dengan fenomena alam dan memiliki banyak konsepsi-konsepsi didalamnya. Adanya hubungan hierarki pada konsep yang tidak akurat dan adanya konsepsi-konsepsi yang berbeda dengan konsepsi para ilmuwan disebut miskonsepsi. Miskonsepsi yang berkelanjutan akan dapat mempengaruhi konsepsi-konsepsi baru siswa pada materi yang serumpun atau yang berkaitan sehingga dapat menghambat proses belajar siswa. Oleh karena itu, dibutuhkan instrumen tes diagnostik yang dapat menghilangkan miskonsepsi yang terjadi pada siswa. Tujuan penelitian dan pengembangan ini menghasilkan instrumen tes diagnostik three tier konsep arus listrik untuk mengidentifikasi miskonsepsi siswa SMP.

Penelitian dan pengembangan ini menggunakan metode Research and Development (R&D) bertujuan menghasilkan suatu produk berupa instrumen tes. Adapun tahapan-tahapan dalam penelitian dan pengembangan instrumen tes ini menggunakan modifikasi dari Borg and Gall. Terdapat dua tahapan yang tidak dilakukan pada penelitian dan pengembangan instrumen tes yaitu desiminasi dan implementasi. Subjek yang digunakan sebanyak 61 siswa di SMP Negeri 4 Pare kabupaten Kediri yaitu kelas IX A sebanyak 29 siswa dan IX E sebanyak 32 siswa dan yang telah menempuh materi listrik dinamis khususnya konsep arus listrik.

Penelitian dan pengembangan pada instrumen tes ini menghasilkan 11 butir soal yang valid dengan memiliki nilai reliabilitas sebesar 0,611. Pada penelitian dan pengembangan ini ditemukan sebanyak 9 miskonsepsi yang teridentifikasi pada siswa. Adapun hasil miskonsepsi yang diperoleh sebagai berikut.

(1) Siswa beranggapan bahwa arah aliran elektron yaitu dari kutub positif menuju kutub elektron baterai.

(2) Siswa beranggapan bahwa arah aliran elektron dari kedua kutub baterai yaitu dari kutub negatif dan dari kutub positif baterai.

(3) Siswa beranggapan bahwa arah arus listrik pada suatu rangkaian listrik adalah dari kutub negatif baterai menuju ke kutub positif baterai.

(4) Siswa beranggapan bahwa pergerakan aliran elektron terjadi pada benda konduktor dan isolator.

(5) Siswa beranggapan bahwa besar arus listrik berbanding lurus dengan besar hambatan total.

(6) Siswa beranggapan bahwa arus listrik pada titik yang dekat dengan kutub positif menghasilkan muatan listrik yang lebih banyak.

(7) Siswa beranggapan bahwa tidak ada pembagian arus listrik saat melalui titik percabangan pada rangkaian paralel.

(8) Siswa beranggapan bahwa elektron akan habis saat sepenuhnya menjadi energi cahaya.

 

(9) Siswa beranggapan bahwa kuat arus listrik adalah kelajuan aliran muatan listrik tiap satuan waktu.