SKRIPSI PRODI PENDIDIKAN IPA - FAKULTAS MIPA UM, 2018

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengaruh Integrasi Science, Technology, Engineering, Mathematics (STEM) ke Dalam Pembelajaran IPA Problem Based Learning (PBL) Terhadap Peningkatan Literasi Sains Siswa Kelas VII SMPN 2 Malang Pada Materi Pemanasan Global

MARIA TANIA

Abstrak


ABSTRAK

 

Tania, Maria. 2017. Pengaruh Integrasi Science, Technology, Engineering, Mathematics (STEM) ke Dalam Pembelajaran IPA Problem Based Learning (PBL) Terhadap Peningkatan Literasi Sains Siswa Kelas VII SMPN 2 Malang Pada Materi Pemanasan Global. Skripsi, Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Parno, M.Si, (II) Drs. I Wayan Sumberartha, M.Sc

 

Kata Kunci: Literasi Sains, Materi Pemanasan Global, Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL), Science Technology Engineering and Mathematics (STEM)

Literasi sains merupakan kompetensi yang harus dimiliki oleh setiap siswa untuk membentuk siswa yang aktif dan partisipatif dalam konteks dunia nyata, serta mampu memecahkan setiap permasalahan yang ada. Berdasarkan data PISA dan studi awal bahwa literasi sains kompetensi siswa di Indonesia masih rendah. Salah satu model pembelajaran yang memberikan pengaruh positif terhadap literasi sains adalah Problem Based Learning (PBL). Integrasi Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) dapat dilakukan untuk membentuk siswa yang inovatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model PBL terintegrasi STEM terhadap peningkatan literasi sains siswa kelas VII pada materi pemanasan global.

Jenis penelitian yang dilakukan adalah quasi experimental design dengan pretest posttest control group design. Sampel ditentukan dengan cluster random sampling. Pengambilan data dilakukan dengan memberikan tes literasi sains kompetensi sebanyak 12 soal pilihan ganda dengan reliabilitas 0,6258 pada 32 siswa kelas eksperimen dan 32 siswa kelas kontrol. Siswa pada kelas eksperimen belajar menggunakan model PBL terintegrasi STEM, sedangkan siswa pada kelas kontrol belajar menggunakan model PBL. Pada hasil tes dilakukan uji prasyarat berupa uji normalitas menggunakan uji Lilliefors dan uji homogenitas dengan menggunakan uji Fisher. Kemudian dilakukan uji hipotesis menggunakan uji t dengan taraf signifikansi 5%. Data pretest digunakan untuk mengetahui keadaan awal melalui uji t two tail test, sedangkan data posttest digunakan untuk menguji hipotesis melalui uji t one tail test.

Hasil penelitian diperoleh nilai rata-rata literasi sains kompetensi siswa pada kelas eksperimen adalah 76,30 sedangkan nilai rata-rata literasi kompetensi siswa pada kelas kontrol adalah 68,75, terdapat perbedaan yang signifikan. Kemudian dilakukan uji t pada nilai rata-rata kedua kelas sehingga diperoleh hasil thitung=2,345 ˃ ttabel=1,696. Hasil uji N-gain pada kelas eksperimen adalah 0,585 dan kelas kontrol adalah 0,460. Hasil tersebut menunjukkan bahwa literasi kompetensi siswa pada kelas eksperimen yang menggunakan PBL terintegrasi STEM lebih tinggi daripada kelas kontrol yang menggunakan PBL. Dengan demikian, model Problem Based Learning terintegrasi Science, Technology, Engineering, Mathematics dapat digunakan sebagai model pembelajaran untuk meningkatkan literasi sains kompetensi siswa.