SKRIPSI PRODI PENDIDIKAN IPA - FAKULTAS MIPA UM, 2018

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengembangan Pembelajaran Ekosistem Berbasis Inkuiri Terbimbing dengan Sumber Belajar Hutan Mangrove Pancer Cengkrong Trenggalek untuk Mengembangkan Sikap Ilmiah, Keterampilan Ilmiah, dan Pemahaman Konsep Siswa Kelas VII MTsN Watulimo

Linda Rohmah

Abstrak


ABSTRAK

 

Proses pembelajaran IPA pada kurikulum 2013 menggunakan pendekatan ilmiah. Pendekatan ilmiah diperkuat dengan menerapkan pembelajaran berbasis inkuiri.Model pembelajaran inkuiri yang sesuai dengan siswa SMP yaitu inkuiri terbimbing.Sumber belajar yang dapat digunakan siswa dalam pembelajaran berbasis inkuiri terbimbing yaitu penggunaan potensi daerahyang ada di sekitar sekolah.Salah satu potensi daerah yang dapat dijadikan sebagai sumber belajar siswa pada materi ekosistem yaitu Hutan Mangrove PancerCengkrong Trenggalek.Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan perangkat pembelajaran ekosistem berbasis inkuiri terbimbing dengan sumber belajar Hutan Mangrove Pancer Cengkrong Trenggalek yang valid dan layak digunakan.

Penelitian ini menggunakan model pengembangan Borg & Gall (1983) yang terdiri dari sepuluh tahap, tetapi dalam penelitian ini hanya sampai tahap ketujuh. Data dalam penelitian ini terdiri dari data kuantitatif dan data kualitatif. Data kuantitatif diperoleh dari skor angket validasi, lembar keterlaksanaan perangkat pembelajaran, angket respon siswa dan guru, skor penilaian sikap ilmiah, keterampilan ilmiah, dan pemahaman konsep siswa selama uji coba. Data kualitatif diperoleh dari saran dan komentar yang diberikan oleh validator. Validasi dilakukan oleh ahli perangkat pembelajaran dan ahli praktisi lapangan. Perangkat pembelajaran yang dihasilkan diujicobakan di kelas VII-A MTsN Watulimo dengan jumlah siswa 32 orang.

 

Hasil penelitian dan pengembangan perangkat pembelajaran ini berupa silabus, RPP, instrumen penilaian, LKS, dan handout. Hasil validasi menunjukkan bahwa perangkat pembelajaran yang dihasilkan secara umum sangat valid. Nilai validitas untuk silabus, RPP, instrumen penilaian, LKS, dan handout masing–masing adalah sebesar 94,5%, 93,4%, 94,0%, 91,1%, dan 86,3%. Hasil uji coba terbatas terhadap perangkat pembelajaran menunjukkan nilai keterlaksanaan perangkat pembelajaran sebesar 88,5% dengan kriteria sangat praktis. Perangkat pembelajaran dilihat dari angket respon siswa terhadap kegiatan pembelajaran sebesar 89,4% dan angket respon guru terhadap perangkat pembelajaran sebesar 90,6% dengan kategori sangat praktis. Perangkat pembelajaran yang diujicobakan di kelas VII-A MTsN Watulimo menunjukkan sikap ilmiah sebesar 85,9, keterampilan ilmiah sebesar 80,6, dan pemahaman konsep siswa sebesar 79,3. Hasil tersebut menunjukkan bahwa sikap ilmiah, keterampilan ilmiah, dan pemahaman konsep siswa berada pada kriteria tinggi.