SKRIPSI PRODI PENDIDIKAN IPA - FAKULTAS MIPA UM, 2018

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Deskripsi Kemampuan Pemecahan Masalah Siswa Kelas 7 SMPN 3 Malang dalam Pembelajaran IPA pada Kegiatan Menganalisis Interaksi Makhluk Hidup dan Lingkungannya

Indah Dewi

Abstrak


ABSTRAK

 

Dewi, Indah . 2018. Deskripsi Kemampuan Pemecahan Masalah Siswa Kelas 7 SMPN 3 Malang dalam Pembelajaran IPA pada Kegiatan Menganalisis Interaksi Makhluk Hidup dan Lingkungannya. Skripsi. Program Studi Pendidikan IPA, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Sugiyanto, S.Pd., M.Si., (II) Drs. I Wayan Sumberartha, M.Sc.

Kata Kunci: kemampuan pemecahan masalah, pembelajaran IPA, PjBL-STEM

            Seiring dengan berkembangnya pengetahuan pada abad ke-21, siswa dituntut untuk memiliki keterampilan abad 21 untuk mendukung pembelajaran dalam kehidupan mereka. Keterampilan abad 21 mencakup digital-age literacy, inventive thinking, effective communication, dan high productivity. Selain itu, siswa juga harus memiliki cara berpikir khusus (membuat keputusan, metakognisi, berpikir kritis, inovatif, dan memecahkan masalah), berkomunikasi dengan baik, menggunakan alat yang tepat, dan menjadi warga negara yang baik. Kemampuan pemecahan masalah (KPM) ini menjadi salah satu keterampilan yang paling penting, karena pada konteks sehari-hari setiap orang menghadapi masalah dan harus bisa menyelesaikannya.

                Kemampuan siswa memecahkan masalah dalam pembelajaran IPA di Indonesia masih tergolong rendah. Hal ini disebabkan karena siswa lebih banyak mendapat informasi, tetapi tidak memiliki kesempatan untuk mempraktikkan penerapan pengetahuan pada situasi lain, berkomunikasi dengan lebih baik, dan menggunakan informasi yang mereka dapat sebagai suatu pemecahan masalah. Rendahnya KPM siswa dalam pembelajaran IPA di Indonesia menjadi salah satu permasalahan yang harus segera diberikan perlakuan yang tepat untuk meningkatkannya. Urgensi ini ditinjau dari paradigma pendidikan nasional abad 21 yang menyatakan bahwa pembelajaran masa kini tidak hanya mengagungkan satu alur pemikiran saja, tetapi juga pemikiran yang mampu menyediakan berbagai gagasan untuk menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang ada dalam membangun tatanan pendidikan maupun sosial lewat tekno-sains di Indonesia.

                Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan rancangan deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Penelitian dilakukan di dua kelas sampel dengan menggunakan perlakuan yang sama, yaitu pembelajaran dengan pendekatan scientific. Analisis data yang dilakukan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Analisis data kualitatif dilakukan untuk menjabarkan data hasil penelitian mengenai deskripsi KPM dalam pembelajaran IPA pada kegiatan menganalisis interaksi makhluk hidup dan lingkungannya. Analisis data deskriptif juantitatif digunakan untuk mengkategorikan level KPM siswa pada proses maupun hasil KPM.

            Pembelajaran IPA pada kegiatan menganalisis interaksi makhluk hidup dan lingkungannya dilakukan selama tiga pertemuan. Pembelajaran IPA ini mengintegrasikan empat aspek kemampuan pemecahan masalah, yaitu planning and designing, performing, analyzing and interpreting, dan applying menggunakan model pembelajaran Project-Based Learning-STEM (PjBL-STEM). Tahapan yang dilakukan pada model ini adalah reflection, research, discovery, application, dan communication. Aspek planning and designing masuk ke dalam tahap reflection, aspek performing masuk ke dalam tahap research, aspek analyzing and interpreting masuk ke dalam tahap discovery, aspek applying masuk ke dalam tahap application dan communication.

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, terjadi peningkatan kemampuan siswa dalam proses maupun hasil KPM di setiap pertemuan yang dilakukan. Persentase rata-rata proses siswa dalam aspek planning and designing tergolong sangat baik (86%), pada aspek performing proses KPM siswa tergolong sangat baik (90,3%), pada aspek analyzing and interpreting tergolong sangat baik (91,7%), dan aspek applying tergolong baik (71%). Persentase rata-rata hasil siswa dalam aspek planning and designing tergolong cukup (48,5%), pada aspek performing proses KPM siswa tergolong sangat baik (88,8%), pada aspek analyzing and interpreting tergolong baik (74,9%), dan aspek applying tergolong cukup (58,1%).