SKRIPSI PRODI PENDIDIKAN IPA - FAKULTAS MIPA UM, 2018

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Kemampuan Berpikir Kritis Siswa dalam Pembelajaran IPA dengan Model Problem Based Learning (PBL) pada Kegiatan Menganalisis Terjadinya Pencemaran Lingkungan dan Dampaknya Bagi Ekosistem

Rizatun Jadidah

Abstrak


Pembelajaran IPA berdasarkan Kurikulum 2013 menekankan pada konsep pembelajaran “integrative science”. Pembelajaran IPA seharusnya mewariskan kemampuan berpikir kritis pada siswa. Hasil wawancara dengan seorang guru IPA di SMP Negeri 5 Malang, menunjukkan bahwa sebagian besar siswa masih kesulitan dalam berpikir kritis. Kemampuan berpikir kritis siswa dapat dilatih melalui model pembelajaran yang bersifat konstruktivisme, misalnya model Problem Based Learning (PBL).

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan berpikir kritis siswa selama pembelajaran IPA dengan model Problem Based Learning (PBL). Desain penelitian menggunakan mix methods jenis embedded experimental. Subyek penelitian adalah siswa kelas VII-I SMP Negeri 5 Malang dengan jumlah 33 siswa. Peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa didasarkan pada respons siswa terhadap LKS, dan kenaikan skor pretest dan postest siswa. Respons siswa terhadap LKS dianalisis secara deskriptif, dan kenaikan pretest dan postest siswa dilakukan analisis deskriptif, uji beda, d-effect size, dan N-gain.

Deskripsi kualitatif kemampuan berpikir kritis siswa dikembangkan dari respons siswa terhadap LKS selama pembelajaran IPA dengan model Problem Based Learning (PBL). Secara kualitatif, disimpulkan bahwa kemampuan berpikir kritis siswa kelas VII-I SMP Negeri 5 Malang termasuk dalam kategori sangat kritis. Secara kuantitatif, rerata kemampuan berpikir kritis siswa berdasarkan hasil postest adalah 73,3636, dengan kategori mampu berpikir kritis. Kemampuan berpikir kritis siswa selama pembelajaran IPA dengan model model Problem Based Learning (PBL), mengalami peningkatan yang ditunjukkan oleh d-effect size sebesar 1,9801 (termasuk kategori tinggi sekali) dan rata-rata N-gain sebesar 0,439 (termasuk kategori medium).