SKRIPSI PRODI PENDIDIKAN IPA - FAKULTAS MIPA UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

. Pengembangan Instrumen Diagnostik Three-Tier untuk Mengidentifikasi Miskonsepsi Siswa SMP pada Konsep Cahaya

Laili Mufidatu Salamah, Laili Mufidatu Salamah

Abstrak


ABSTRAK

 

Salamah, Laili Mufidatu. 2017. Pengembangan Instrumen Diagnostik Three-Tier untuk Mengidentifikasi Miskonsepsi Siswa SMP pada Konsep Cahaya. Skripsi, Program Studi Pendidikan IPA, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang.

Pembimbing: (1) Prof. Dr. Arif Hidayat, M.Si., (2) Erni Yulianti, S.Pd., M.Pd.

 

Kata Kunci: instrumen diagnostik three tier, miskonsepsi, cahaya

Penilaian hasil belajar bertujuan untuk mengetahui dan memperbaiki pencapaian kompetensi siswa. Perbaikan pencapaian kompetensi dapat dilakukan dengan mengidentifikasi kekurangan siswa salah satunya mengidentifikasi sejauh mana siswa memahami konsep dalam pembelajaran. Guru dapat mengetahui konsep yang telah di pahami siswa atau konsep yang miskonsepsi maupun konsep yang belum di pahami siswa dengan analisis jawaban siswa menggunakan instrumen diagnostik three-tier. Setelah mengetahui kekurangan siswa guru dapat melakukan pendekatan atau strategi yang sesuai untuk mengarahkan siswa ke konsep yang benar. Ketidakpahaman yang tidak diperbaiki akan tergabung menjadi suatu struktur kognitif terpadu yang akan mengganggu di materi selanjutnya. Konsepsi siswa yang salah atau tidak sesuai dengan pandangan masyarakat ilmiah yang digunakan secara konsisten dalam pembelajaran disebut dengan miskonsepsi. Alat penilaian yang paling handal untuk mengidentifikasi miskonsepsi yakni instrumen diagnostik three-tier yang dikembangkan dengan valid dan reliabel, dengan instrumen diagnostik three-tier guru dapat menentukan proporsi miskonsepsi siswa.

Penelitian pengembangan menggunakan metode Research and Development (R & D) dengan model 4-D yaitu define, design, dan develop, penelitian ini tidak menggunakan disseminate karena keterbatasan waktu. Produk instrumen menggunakan materi pada konsep cahaya dengan studi literature kepustakaan pada buku siswa maupun buku guru yang digunakan siswa SMP kelas 8 semester genap. Soal essay  diujikan sebanyak 3 kelas di salah satu SMP Kota Malang untuk menjaring jawaban siswa. Pilihan jawaban yang diberikan siswa dianalisis untuk digunakan sebagai alternatif pilihan jawaban dan alasan di produk isntrumen diagnostik three tier. Subjek uji coba produk instrumen diagnostik three tier adalah kelas 8 sebanyak 47 siswa di salah satu SMP Kabupaten Malang. Hasil uji coba dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif.

 

Pengembangan produk instrumen diagnostik three-tier dinyatakan valid dan layak untuk mengidentifikasi miskonsepsi dilihat dari segi ranah materi, konstruksi dan bahasa menurut penilaian validator ahli. Hasil ini dtunjukkan dari penilaian 46 butir soal ranah materi, konstruksi dan bahasa sebesar 80% berada dalam kategori sangat layak dan sebesar 20% dalam kategori layak. Butir soal dengan kategori layak mendapat perbaikan berdasarkan masukan dari validator ahli. Kekurangan dari instrumen diagnostik three-tier ini adalah mengukur tingkat pemahaman siswa dengan tingkat keyakinan sehingga berdampak pada hasil produk yang dihasilkan yakni banyak soal yang sukar.