SKRIPSI PRODI PENDIDIKAN IPA - FAKULTAS MIPA UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PERBEDAAN PENERAPAN PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING DAN DISCOVERY LEARNING TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR TINGKAT TINGGI SISWA SMP KELAS VIII PADA MATERI SISTEM PEREDARAN DARAH MANUSIA

Adelia Chandra Widya Sari

Abstrak


ABSTRAK

 

Sari, Adelia Chandra Widya. 2017. Perbedaan Penerapan Pembelajaran Problem Based Learning dan Discovery Learning terhadap Kemampuan Berpikir Tingkat Tinggi Siswa SMP Kelas VIII pada Materi Sistem Peredaran Darah Manusia. Skripsi, Progam Studi Pendidikan IPA, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Metri Dian Insani, S.Si., M.Pd., (II) Vita Ria Mustikasari, S.Pd., M.Pd.

 

Kata Kunci: problem based learning, discovery learning, kemampuan berpikir tingkat tinggi

Pembelajaran IPA memberikan ruang yang luas untuk tumbuh kembangnya sikap ilmiah, berlatih melakukan proses pemecahan masalah, berpikir kritis, dan kreatif dalam menghadapi permasalahan yang ada di masyarakat. Pada kenyataannya, pembelajaran IPA di sekolah masih berorientasi pada pengusaan materi untuk tes berupa hafalan dan latihan soal. Akibatnya, kemampuan berpikir siswa dalam memecahkan masalah masih rendah. Hal ini ditunjukkan dari hasil studi TIMSS 2011 dan PISA 2015 bahwa pencapaian tingkat berpikir siswa Indonesia dalam bidang sains masih didominasi oleh kemampuan berpikir tingkat rendah. Solusinya siswa perlu dilatih untuk mengembangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi saat proses pembelajaran. Proses pembelajaran yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk berpartisipasi aktif mencari, menemukan, dan membangun pengetahuannya sendiri. Model PBL dan DL membantu siswa untuk menemukan dan memahami konsepnya sendiri, sehingga siswa mampu membangun pengetahuannya sendiri dan menerapkan pengetahuan yang dimilikinya dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kemampuan berpikir tingkat tinggi antara siswa yang belajar menggunakan model Problem Based Learning dengan siswa yang belajar menggunakan model Discovery Learning.

Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu. Desain penelitian yang digunakan adalah  posttest only design. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling dari seluruh kelas VIII SMPN 4 Malang semester genap tahun ajaran 2016/2017. Uji hipotesis yang digunakan adalah uji-t dua pihak.

 

Hasil penelitian menunjukkan bahwa rerata hasil posttest kelas eksperimen (62,56) lebih tinggi daripada kelas kontrol (54,28). Berdasarkan hasil uji-t dua pihak (0,001 < 0,050) dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan kemampuan berpikir tingkat tinggi antara siswa yang belajar menggunakan model Problem Based Learning dengan siswa yang belajar menggunakan model Discovery Learning.