SKRIPSI PRODI PENDIDIKAN IPA - FAKULTAS MIPA UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PERBEDAAN PENERAPAN MODEL LEARNING CYCLE 5E DENGAN DISCOVERY LEARNING TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR TINGKAT TINGGI SISWA SMP KELAS VIII PADA MATERI SISTEM PEREDARAN DARAH MANUSIA

GITA AYU SEPTYANA

Abstrak


ABSTRAK

 

Septyana, Gita Ayu. 2017. Perbedaan Penerapan Model Learning Cycle 5E dengan Model Discovery Learning terhadap Kemampuan Berpikir Tingkat Tinggi Siswa SMP Kelas VIII pada Materi Sistem Peredaran Darah Manusia. Skripsi, Program Studi Pendidikan IPA, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Metri Dian Insani, S.Si., M.Pd., (II) Vita Ria Mustikasari S.Pd., M.Pd.

 

Kata kunci: learning cycle 5E, discovery learning, kemampuan berpikir tingkat tinggi.

 

Pembelajaran IPA diharapkan dapat memberikan kesempatan bagi siswa untuk memahami diri sendiri, gejala alam, konsep dan prinsip IPA serta penerapannya dalam memecahkan permasalahan dalam kehidupan sehari-hari. Siswa memerlukan kemampuan berpikir tingkat tinggi dalam mengaplikasikan pengetahuan yang dimiliki untuk menyelesaikan permasalahan di kehidupan sehari-hari. Hasil studi TIMSS pada tahun 2011 menujukkan bahwa kemampuan berpikir siswa tingkat SMP di Indonesia di bidang sains masih didominasi oleh kemampuan berpikir tingkat rendah. Pada umumnya, proses pembelajaran di kelas masih berpusat pada guru (teacher-centered) yang membatasi perkembangan kemampuan berpikir siswa. Pembelajaran yang dapat meningkatkan kemampuan berpikir tingkat tinggi adalah pembelajaran yang berpusat pada siswa dan bersifat inkuiri. Learning Cycle 5E merupakan salah satu model pembelajaran bersifat inkuiri yang dapat meningkatkan kemampuan berpikir tingkat tinggi. Model pembelajaran berbasis inkuiri yang umumnya digunakan guru IPA SMP adalah model Discovery Learning. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya perbedaan kemampuan berpikir tingkat tinggi antara siswa yang belajar dengan model Learning Cycle 5E dengan siswa yang belajar dengan model Discovery Learning pada materi sistem peredaran darah manusia.

Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu (quasy experiment). Desain penelitian yang digunakan adalah posttest-only design. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan teknik purposive sampling dari seluruh kelas VIII SMPN 1 Malang semester genap tahun pelajaran 2016/2017. Kelas yang digunakan sampel dalam penelitian ini adalah kelas VIII B dan VIII C. Kelas yang digunakan sebagai kelas eksperimen adalah VIII B, sedangkan kelas kontrol adalah VIII C. Instrumen pengukuran yang digunakan adalah tes kemampuan berpikir tingkat tinggi. Uji hipotesis yang digunakan adalah uji-t dua pihak.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata posttest siswa kelas eksperimen dan kelas kontrol berturut turut adalah 81,10 dan 71,82. Berdasarkan hasil uji hipotesis diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,001. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan kemampuan berpikir tingkat tinggi antara siswa yang belajar dengan model Learning Cycle 5E dengan siswa yang belajar dengan model Discovery Learning pada materi sistem peredaran darah manusia.