SKRIPSI PRODI PENDIDIKAN IPA - FAKULTAS MIPA UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengaruh Penerapan Model Creative Problem Solving terhadap Kemampuan Berpikir Tingkat Tinggi Siswa Kelas VIII pada Materi Sistem Peredaran Darah Manusia.

Dewi Mustikasari

Abstrak


ABSTRAK

 

Mustikasari, Dewi. 2017. Pengaruh Penerapan Model Creative Problem Solving terhadap Kemampuan Berpikir Tingkat Tinggi Siswa Kelas VIII pada Materi Sistem Peredaran Darah Manusia. Skripsi, Program Studi Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Metri Dian Insani, S.Si,. M.Pd., (2) Sugiyanto, S.Pd,. M.Si.

 

Kata kunci : creative problem solving, kemampuan berpikir tingkat tinggi, sistem peredaran darah manusia.

 

Pembelajaran IPA merupakan cara untuk mempelajari dan memahami alam secara sistematis. Siswa memerlukan kemampuan berpikir tingkat tinggi dalam mengaplikasikan pengetahuan IPA yang dimiliki. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh penerapan model creative problem solving terhadap kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa kelas VIII pada materi sistem peredaran darah manusia.

Penelitian ini merupakan penelitian semu dengan rancangan penelitian yang digunakan posttest-only control design. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh kelas VIII SMP N 1 Malang tahun ajaran 2016/2017. Penentuan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling untuk menentukan kelas kontrol dan kelas eksperimen. Sampel yang terpilih adalah kelas VIII G sebagai kelas eksperimen dan kelas VIII E sebagai kelas kontrol. Instrumen perlakuan terdiri dari silabus, RPP, dan LKS. Sedangkan instrumen pengukuran terdiri dari tes kemampuan berpikir tingkat tinggi. Teknik pengumpulan data menggunakan posttest berupa tes kemampuan berpikir tingkat tinggi dalam memahami dan menguasai materi  yang dipelajari.

 

Hasil dari rata-rata nilai posttest kemampuan berpikir tingkat tinggi kelas eksperimen (84,23) lebih besar dari kelas kontrol (79,99). Berdasarkan hasil uji hipotesis menggunakan uji-t dengan ketentuan signifikansi 0,05 diperoleh hasil sebesar 0,02 maka H0 ditolak. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran creative problem solving berpengaruh terhadap kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa dengan perbedaan lebih tinggi.