SKRIPSI PRODI PENDIDIKAN IPA - FAKULTAS MIPA UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PENGEMBANGAN MODUL IPA TERPADU PADA MATERI SISTEM RESPIRASI MANUSIA UNTUK SISWA SMP KELAS VIII

Ayu Ilfiana

Abstrak


Berdasarkan hasil observasi selama KPL di salah satu SMP di Malang ditemukan bahwa bahan ajar yang digunakan belum terpadu. Padahal, berdasarkan (PERMENDIKBUD) Nomor 65 Tahun 2013 tentang Standar Proses, proses pembelajaran di SMP/MTs mulai memperkenalkan mata pelajaran dengan mempertahankan tematik terpadu pada mata pelajaran IPA. Hal ini bertujuan untuk menyesuaikan dengan karakteristik peserta didik pada usia SMP yang masih melihat dunia di sekitarnya secara holistik atau menyeluruh. Salah satu cara untuk memudahkan penyampaian IPA secara terpadu adalah membuat bahan ajar berupa modul pembelajaran IPA terpadu materi sistem respirasi manusia dengan pendekatan saintifik. Model keterpaduan yang digunakan adalah connected. Penelitian ini bertujuan  mengembangkan modul IPA terpadu materi sistem respirasi manusia untuk siswa SMP kelas VIII serta menguji kelayakannya yang terdiri dari modul siswa dan petunjuk guru.

Penelitian ini mengadopsi model Penelitian & Pengembangan 4-D  yang terdiri dari define, design, develop, dan disseminate. Pada penelitian inidibatasi sampai pada tahap develop. Validitas modul diuji oleh validator ahli materi dan ahli media. Uji keterbacaan dilakukan terhadap siswa kelas VIII A SMP Laboratorium UM. Data kualitatif dan data kuantitatif yang diperoleh dikumpulkan dan dianalisis.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa Modul IPA Materi Sistem Respirasi Manusia yang terdiri dari petunjuk guru dan modul siswa berkriterialayak baik dari segi materi ataupun dari segi desain. Petunjuk gurumenunjukkan kriteria layak baik dari segi materi dan desain dengan persentase 81,94% dan 90,13%. Sedangkan modul siswa juga berkriteria layak baik dari segi materi ataupun desain dengan persentase 100%  dan 94,79%. Desain dari modul siswa mendapat persentase 89,47%. Modul siswa juga dilakukan uji keterbacaan terhadap siswa. Hasil dari uji keterbacaan terhadap siswa adalah 89,47% dengan kriteria layak.