SKRIPSI PRODI PENDIDIKAN IPA - FAKULTAS MIPA UM, 2015

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Identifikasi Tingkat Kesulitan Siswa dalam Menyelesaikan Tes PISA untuk Siswa Kelas IX SMPN Kota Malang

Denada EFRILIA

Abstrak


ABSTRAK

 

Efrilia, Denada. 2015. Identifikasi Tingkat Kesulitan Siswa dalam Menyelesaikan Tes PISA untuk Siswa Kelas IX SMPN Kota Malang. Skripsi, Prodi Pendidikan IPA, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang.

 

Kata Kunci: PISA, kesulitan siswa

 

Peringkat Indonesia dalampelaksanaanTes PISA daritahun 2000 hingga 2012 selalu mendapatkan hasil yang kurang.Pada pelaksanaan Tes PISA tahun 2012, Indonesia menempati peringkat ke-64 dari 65 negara yang berpartisipasi.Observasi yang dilakukan peneliti di salah satu SMP Negeri di Kota Malang dengan menggunakan beberapa soal Tes PISA diketahui bahwa skor yang didapatkan oleh 33 siswa juga tergolong rendah. Oleh karena itu, peneliti ingin mengetahui capaian siswa kelas IX SMPN Kota Malang dengan menggunakan Tes PISA. Penelitian ini bertujuan:(1) mengetahui profil capaian siswa dalam Tes PISA IPA, (2) mengetahui tingkat kesulitan butir soal Tes PISA IPA, (3) mengetahui tingkat kesulitan butir soal tes PISA IPA berdasarkan kompetensi sains (menjelaskan fenomena secara ilmiah, mengidentifikasi isu/masalah sains, dan menggunakan bukti-bukti ilmiah) (4) mengungkapkan persepsi siswa terkait kesulitan dalam menyelesaikan Tes PISA IPA.

Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif. Penelitian ini ditujukan kepada siswa SMP Negeri Kelas IX di Kota Malang atau siswa dengan kisaran usia 15-16 tahun. Langkah-langkah penelitian ini adalah (1) mengkaji aspek IPA yang terdapat dalam tes PISA, (2) menyusun instrumen penelitian, (3) memvalidasi keterbacaan instrumen (4) mengumpulkan data penelitian dengan tes tertulis, mengisi angket, dan melakukan wawancara. Sebelum digunakan untuk tes, instrumen penilaian yang telah disusun divalidasi terlebih dahulu oleh validator.

Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa (1) hasil capaian siswa tergolong cukup dengan rata-rata proporsi jawaban benar untuk semua soal adalah 65% dan rata-rata skor yang diperoleh siswa sebesar 68 tergolong kategori cukup;(2) berdasarkan 24soaltes PISA IPA yang diujikan terdapat 2 soal termasuk dalam kategori sulit, 14 soal termasuk dalam kategori sedang, dan 8 soal termasuk dalam kategori mudah. Selanjutnya untuk 2 soal kategori sulit ditelaah berdasarkan aspek-aspek kesalahan siswa yaitu (i) pada materi pokok fermentasi siswa menganggap bahwa fermentasi menyebabkan adonan mengembang karena alkohol yang mudah menguap, jamur bersel tunggal yang bereproduksi makin banyak, dan air yang dihasilkan dalam bentuk gas, (ii) pada materi gerak baling-baling siswa tidak dapat menggunakan bukti-bukti ilmiah pada pembangkit listrik tenaga angin untuk mengkomunikasikan bukti-bukti tersebut ke dalam bentuk grafik; (3) berdasarkan tingkat kesulitan dari 24soal tes PISA berdasarkan kompetensi maka terdapat 10 soal termasuk dalam kategori menggunakan bukti-bukti ilmiah, 8 soal termasuk dalam kategori menjelaskan fenomena secara ilmiah, dan 6 soal termasuk dalam kategori mengidentifikasi isu/masalah sains; (4) persepsi siswa terkait kesulitan dalam menyelesaikan Tes PISAIPA adalah (i) siswa belum pernah mengerjakan soal-soal seperti soal yang diujikan dalam tes PISA IPA; (ii) soal-soal pada tes PISA IPA sangat berbeda dengan soal-soal yang selama ini diberikan oleh guru di sekolah yaitu memiliki teks bacaan yang panjang, terdapat gambar, grafik, dan tabel; (iii) adanya istilah-istilah yang tidak dipahami siswa karena siswa belum pernah mendapatkan materi tersebut sebelumnya di sekolah.