SKRIPSI Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2010

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pelaksanaan Sistem Keamanan Lingkungan (Siskamling) Sebagai Upaya Peningkatan Moral dan Disiplin Warga Masyarakat (Studi di Desa Arjosari Kecamatan Rejoso Kabupaten Pasuruan)

Irma Maisaro

Abstrak


ABSTRAK

 

Maisaro, Irma. 2010. Pelaksanaan Sistem Keamanan Lingkungan (Siskamling) Sebagai Upaya Peningkatan Moral dan Disiplin Warga Masyarakat (Studi di Desa Arjosari Kecamatan Rejoso Kabupaten Pasuruan). Skripsi. Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan. Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan. Fakultas Ilmu Sosial (FIS). Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I): Drs. H. Suparlan, M. Si, Pembimbing (II): Sutoyo, SH. M. Hum

 

Kata Kunci: Sistem Keamanan Lingkungan (Siskamling), Moral, Disiplin.

Menjaga keamanan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama sebagai warga negara yang baik. Salah satu bagian terpenting dalam pemeliharan  keamanan lingkungan adalah peran serta masyarakat. Dalam hal ini bentuk partisipasi masyarakat dalam pemeliharaan lingkungan diwujudkan dalam bentuk Sistem Keamanan Lingkungan. Siskamling dilaksanakan sebagai upaya untuk meningkatkan moral dan disiplin warga. Sebagai makhluk sosial, manusia tidak dapat lepas dari interaksinya dengan manusia lain.  Dalam interaksinya dengan manusia lain, maka tercipta suatu masyarakat dan suatu peradapan serta kebudayaan manusia yang didalamnya terdapat nilai-nilai yang mendasari dan menuntun tindakan-tindakan dalam hidup bermasyarakat

Tujuan dari penelitian ini adalah: (1) mendeskripsikan tujuan diadakannya kegiatan Siskamling di desa Arjosari kecamatan Rejoso kabupaten Pasuruan. (2)  mendeskripsikan manfaat kegiatan Siskamling bagi warga desa Arjosari kecamatan Rejoso kabupaten Pasuruan. (3) mendeskripsikan  tingkat kesadaran warga desa Arjosari kecamatan Rejoso kabupaten Pasuruan dalam melaksanakan Siskamling. (4) Mendeskripsikan upaya meningkatkan kesadaran warga desa Arjosari kecamatan Rejoso kabupaten Pasuruan untuk melaksanakan Siskamling sebagai upaya peningkatan moral dan disiplin warga masyarakat.

Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif  kualitatif dengan dasar teori fenomenologis. Sedangkan jenis penelitian yang digunakan adalah studi kasus, yaitu berusaha mengungkapan dan menelaah kasus yang terjadi. Dalam penelitian ini lokasi penelitian dipilih di desa Arjosari kecamatan Rejoso kabupaten Pasuruan. Jenis data dalam penelitian ini terdiri dari data primer dan data sekunder. Pengumpulan data dilakukan dengan pengamatan, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan (verifikasi). Sedangkan pengecekan keabsahan temuan dilakukan dengan perpanjangan keikutsertaan, ketekunan pengamatan, dan triangulasi. Penelitian ini dilakukan melalui tiga tahap yaitu: tahap persiapan penelitian, tahap pelaksanaan, tahap pelaporan

Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Tujuan diadakannya Siskamling di desa Arjosari kecamatan Rejoso kabupaten Pasuruan adalah untuk menjaga keamanan lingkungan desa Arjosari, mengurangi tingkat kriminalitas, mempererat tali silatuhrahmi antar warga, pembinaan moral atau kebiasaan-kebiasaan yang dilakukan oleh warga, membangun disiplin warga masyarakat. Warga desa Arjosari yang tergolong usia muda cenderung  jarang mengikuti kegiatan Siskamling. (2) Manfaat yang dapat diambil dari dilaksanakannya kegiatan Siskamling di desa Arjosari kecamatan Rejoso kabupaten Pasuruan diantaranya adalah: (a) Keamanan lingkungan desa Arjosari terjaga dengan baik, manfaatnya sudah mulai dirasakan oleh warga yaitu lingkungan tempat tinggal mereka terjamin keamanannya ketika Siskamling dilaksanakan; (b) jalinan tali silatuhrahmi antar warga menjadi lebih baik; (c) memperbaiki komunikasi antar warga; (d) kewaspadaan dan tanggung  jawab warga juga telah mulai meningkat ketika ikut berpartisipasi dalam melaksanakan Siskamling. Tingkat kesadaran warga desa Arjosari dalam melaksanakan Siskamling cukup baik. Warga cukup antusias dalam menjalankan tugasnya, bahkan ketika belum memasuki waktu yang telah ditentukan untuk jaga malam, warga sudah mulai berdatangan ke pos ronda. Dengan membangun kesadaran dalam diri warga, maka dengan sendirinya tujuan yang awalnya ingin dicapai melalui kegiatan ini dapat dicapai dengan baik. Upaya yang dilakukan oleh Kepala Desa Arjosari untuk meningkatkan kesadaran warga antara lain yaitu: Kepala Desa menginstruksikan kepada masing-masing kepala dusun untuk menghimbau kepada warga dusunnya agar melaksankaan kegiatan Siskamling, saling mengingatkan antar warga ketika mendapat giliran jaga, membuat peraturan yang  dibuat kepala desa bersama-sama dengan warga, secara umum peraturan dalam melaksanakan Siskamling menjadi tanggung jawab bersama antara warga, petugas, dan pengurus.  Meningkatkan kerjasama dan komunikasi yang baik antar warga.

Saran dalam skripsi ini sebagai berikut: (1) Bagi warga desa Arjosari, warga perlu memberikan dukungan yang lebih terhadap terlaksananya kegiatan Siskamling. Tanpa ada dukungan dari setiap warga Siskamling tidak akan terlaksana dengan baik, pemuda desa Arjosari perlu untuk ikut serta dalam pelaksanaan kegiatan Siskamling, sehingga keamanan desa dapat lebih terjaga dengan baik, setiap warga perlu meningkatkan disiplin terhadap segala bentuk kegiatan yang di buat oleh desa, warga harus terus meningkatkan kerjasama dalam melaksanakan Siskamling. Dengan terus meningkatnya kerjasama antar warga maka pelaksanaan kegiatan Siskamling akan berjalan lebih baik lagi. (2) Bagi petugas keamanan, petugas keamanan perlu untuk terus  meningkatkan kewaspadaan ketika berjaga, petugas jaga harus mengetahui jadwal jaga yang telah dibuat oleh pengurus agar setiap petugas mengetahui kapan mendapat giliran jaga, petugas jaga harus datang tepat waktu apabila mendapat giliran jaga malam, hal ini perlu dilakukan agar kedisiplinan warga lebih meningkat, petugas jaga perlu memberikan teguran apabila ada petugas jaga lain yang tidak melaksanakan jaga. (3) Bagi pengurus atau pengawas keamanan, pengawas keamanan perlu untuk membuat daftar hadir petugas jaga agar pengawas dapat mengetahui petugas jaga yang tidak hadir, sanksi perlu dibuat dan diberikan kepada petugas jaga yang tidak melaksanakan tugasnya, pos jaga perlu untuk diberikan fasilitas penerangan atau lampu oleh pengurus.