SKRIPSI Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PERAN MEDIA SOSIAL INSTAGRAM EXPLOREPONOROGO SEBAGAI SARANA PROMOSI PARIWISATA DI KABUPATEN PONOROGO.

Dian Surya Priambodo

Abstrak


PERAN MEDIA SOSIAL INSTAGRAM EXPLOREPONOROGO SEBAGAI SARANA PROMOSI PARIWISATA  DI KABUPATEN PONOROGO.

Dian Surya Priambodo, Universitas Negeri Malang, Jl Semarang No. 5 Malang

Diansurya59@gmail.com

 

Abstract

Perkembangan ilmu pengetahuan manusia yang ingin menciptakan sesuatu guna mempermudah segala sesuatu, termasuk berkomunikasi. Sekarang ini banyak bermunculan teknologi modern yang memudahkan manusia untuk berkomunikasi yakni melalui media sosial. Pemanfaatan media sosial ini juga dilakukan oleh Komunitas Exploreponorogo. Komunitas Exploreponorogo adalah komunitas pecinta fotografi, tentunya dalam pemilihan media sosialnya memanfaatkan Instagram sebagai media utama dalam bidang mereka. Komunitas tersebut berusaha mencari panorama alam yang indah di Kabupaten Ponorogo. Hal tersebut juga dimanfaatkan dengan mempromosikan pariwisata yang ada di Kabupaten Ponorogo.

Kata kunci : media sosial, Instagram, komunitas.

 

Abstrak

The development of human science that wants to create something to make things easier, including communicating. Nowadays many modern technologies have emerged that make it easy for humans to communicate, namely through social media. Utilization of social media is also carried out by the Exploreponorogo Community. Exploreponorogo community is a community of photography lovers, of course, in the selection of social media utilizing Instagram as the main media in their field. The community is trying to find a beautiful natural panorama in Ponorogo Regency. It was also utilized by promoting tourism in Ponorogo Regency.

Keywords: social media, Instagram, community.

Bangsa Indonesia adalah bangsa yang memiliki banyak keragaman baik keragaman suku, budaya dan agama. Tidak hanya itu bangsa Indonesia juga memiliki sumber daya alam yang melimpah. Apabila Indonesia dapat mengelola SDA tersebut maka dapat dijadikan potensi mensejahterakan dan memakmurkan rakyat Indonesia. Salah satu SDA yang dapat dijadikan potensi mensejahterakan rakyat yaitu dari sector pariwisata. Berkembangnya sektor pariwisata dapat menarik sektor lain untuk berkembang seperti pertanian, perkebunan, peternakan, kerajinan rakyat dan peningkatan kesempatan kerja. Bagi suatu Negara yang mengembangkan industry pariwisata ternyata membawa hasil yang bukan sedikit bahkan merupakan penghasilan yang utama melebihi eksport bahan-bahan mentah yang dihasilkan dinegara tersebut (Oka A.Yoeti 21: 1979). Pada dasarnya kebanyakan Negara mengembangkan industri pariwisata adalah untuk meningkatkan devisa Negara.

Pariwisata mempunyai peran dalam pembangunan nasional. Apabila pemerintah dapat mengembangkan potensi pariwisata disetiap daerah, tak menutup kemungkinan dapat mensejahterakan masyarat. Dalampengembangan pariwisata tersebut, masyarakat juga harus ikut membantu pemerintah. Pengembangan pariwisata di suatu daerah dapat disesuaikan dengan potensi dan kekhasan daerah masing-masing, maka dari itu daerah yang mempunyai ciri khas akan menjadi daya tarik sendiri bagi wisatawan, seperti Ponorogo yang mempunyai Reog. Pemerintah Ponorogo menyelenggarakan festival Reog tahunan setiap awal bulan hijriah atau orang sering menyebutnya dengan Grebeg Suro. Setiap awal bulan Hijriah pemerintah juga mengadakan perlombaan yang mencangkup seluruh dunia. Reog telah ditetapkan oleh UNESCO (United Nation Education Scientific and Cultural Organization) sebagai salah satu seni pertunjukan asli. Perkembangan kesenian Reog hingga saat ini telah memperlihatkan perkembangan yang signifikan, karena Reog tidak hanya berkembang di Indonesia tetapi juga keseluruh dunia. Tidak hanya wisata budaya yang terkenal di Ponorogo, tetapi Ponorogo juga memiliki wisata alam yang tak kalah terkenal dengan wisata budayanya. Ponorogo memliki wisata alam berupa danau, air terjun, gunung dll. Misalnya Telaga Ngebel yang cukup terkenal dikalangan masyarakat. Setiap satu tahun sekali di Telaga Ngebel mengadakan acara yang disebut Larungan. Ritual Larungan diadakan untuk membersihkan desa disekitar telaga Ngebel.  Ritual tersebut dimaknai sebagai wujud rasa syukur kepada Tuhan YME dan tidak bertentangan dengan ajaran Islam. Prosesi Larungan melibatkan puluhan warga yang berpakaian adat yang mengarak dua tumpeng bucengan mengelilingi telaga Ngebel sepanjang lima kilometer. Selain telaga ngebel masih ada wisata alam air terjun yaitu air terjun pletuk. Wisata alam ini terdapat di Desa Curug, Kecamatan Sooko, jarak yang ditempuhdari pusat kota menuju air terjun Pletuk membutuhkan waktu sekitar satu jam. Dalam menuju ke Air Terjun Pletuk dibutuhkan kehati-hatian karena akses jalan rusak parah. Masih banyak lagi wisata alam yang belum terekspose misalnya air terjun koko, gunung bedhes, gunung kenthus dll.

Sarana Promosi merupakan upaya untuk memberitahukan atau menawarkan barang atau jasa guna menarik peminat atau pembeli. Tujuan dari promosi yaitu menyebarluaskan informasi baik barang maupun jasa. Maka dari itu promosi harus dibuat dengan sebaik-baiknya untuk mendapatkan minat konsumen. Dengan adanya promosi diharapkan barang atau jasa dapat mneyebar luas dengan manarik minat konsumen. Dengan menarik minat konsumen diharapkan barang atau jasa tersebut dapat bersaing di pasar Untuk menyampaikan atau menyebarluaskan informasi menegenai wisata yang ada di Ponorogo dibutuhkan media yang dapat menyampaikan informasi tentang wisata alam lainnya khususnya di Ponorogo.

Permasalahan yang muncul dapat dijadikan rumusan masalah sebagai berikut, yaitu:

(1) Bagaimana potensi pariwisata di Kabupaten Ponorogo?

(2) Bagaimanaperan media sosial Instagram Exploreponororgo terhadap pariwisata di Ponorogo?

(3) Bagaimana bentuk keberhasilan media sosial Instagram Exploreponorogo?

(4) Apa kendala dan dampak media sosial Instagram Exploreponorogo terhadap pariwisata di Ponorogo?

 

Metode

Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Adapun tahapan dalam penelitian kualitatif dalam penelian ini antara lain:

 

1. Pendekatan dan jenis penelitian

Pendekatan yang digunakan yang digunakan peneliti adalah pendekatakan kualitatif. Menurut Moleong yang dikutip oleh Kuntjojo , penelitian kualitatif adalah penelitian yang bermaksud untuk memahami fenomena tetntang apa yang dialami oleh subjek penelitian misalnya perilaku, persepsi, motivasi, tindakan dll. Secara holistic dan cara deskriptif dalam bentuk kata-kata dan bahasa pada suatu konteks khusus yang alamiah dan dengan memanfaatkan berbagai metode ilmial (kuntjojo14-15:2009). Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif karena dalam penelitian ini penjabaran dan pembahasannya berupa deskripsi yaitu menjelaskan serta menjabarkan variable pokok permasalahan yang bentuknya berupa huruf bukan angka. Adapun pembahasan dalam penelitian ini antara lain Strategi Pengembangan Pariwisata di Kabupaten Ponorogo, Peran Media Sosial Instagram Sebagai Sarana Promosi Pariwisata di Kabupaten Ponorogo, Bentuk Keberhasilan yang Telah Dicapai dalam mendayagunakan Media Sosial Instagram, serta Kendala dan Tantangan dalam mendayagunakan Media Sosial Instagram.

Penelitian ini dilaksanakan selama 4 minggu atau satu bulan untuk proses pengambilan data yang ada dilapangan. Peneliti melakukan pengamatan secara langsung dengan langsung hadir di lokasi penelitian. Dengan kehadiran langsung di lokasi penelitian, peneliti dapat memperoleh data langsung dan kemudian data tersebut dianalisis dan diuraikan. Untuk memperoleh data langsung, peneliti menemui pihak-pihak yang bersangkutan dalam hal ini, peneliti langsung menemui Pengelola Media Sosial Instagram Exploreponorogo (Komunitas Pecinta Fotografi).

Lokasi yang dijadikan penelitian adalah tempat wisata yang ada di Kabupaten Ponorogo (yang terkait dengan penelitian ini) serta basecamp komunitas Exploreponorogo yang terletak di jalan Menur Kabupaten Ponorogo. Lokasi penelitian dipilih dengan pertimbangan bahwa strategi promosi pariwisata berbasis internet. Hal itulah yang mendorong peneliti untuk melakukan penelitian terhadap komunitas Pecinta Fotografi dan Pengelola Instagram Exploreponorogo

 

2.  Prosedur Pengumpulan Data

Adapun metode pengumpulan data penelitian kualitatif antara lain yakni:

 

A. Observasi

Dalam penelitian ini peneliti melakukan observasi di berbagai daerah wisata di Kabupaten Ponorogo. Misalkan wisata alam, peneliti melakukan observasi diberbagai yang terkait dengan penelitian ini seperti di Air Terjun Pletuk, Telaga Ngebel dan Tanah Goyang. Sedangkan untuk wisata religi peneliti melakukannya di Masjid Tegalsari dan makam Bathoro Katong. Untuk wisata Kuliner peneliti melakukan observasi diberbagai warung sate dan dawet jabung terbesar di Ponorogo yakni Sate ayam Ngepos yang terletak di Jalan Jendral Sudirman dan untuk dawet Jabung peneliti Melakukan Observasi di warung-warung daerah Jabung, Jetis, Ponorogo. Selain mengamati daerah wisata secara langsung, peneliti juga melakukan pengamatan terhadap kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh Komunitas Pecinta Fotografi Exploreponorogo.

 

B. Wawancara

Selain melakukan observasi didaerah wisata di Kabupaten Ponorogo, peneliti juga melakukan wawancara. Wawancara didalam penelitian ini ditujukan kepada wisatawan yang berkunjung, warga masyarakat setempat dan tidak lupa mewawancarai pengurus komunitas yang mengelola Instagram Exploreponorogo. Tentunya Wawancara ini bertujuan untuk  mendapatkan data yang relevan dengan penelitian.

 

C. Dokumentasi

Didalam penelitian ini adapun dokumentasi yang berhasi dikumpulkan antara lain, dokumentasi pribadi, dokumentasi wawancara dengan wisatawan, dokumentasi dari komunitas pecinta fotografi Exploreponorogo. Selain berbentuk foto adapun poster, dokumen pribadi (susunan pengurus) dan catatan harian yang diperoleh dari Komunitas Fotografi Exploreponorogo.

 

3. Tahap-Tahap Penelitian

Menurut Moleong (dalam Zahro, 2016:32) Tahap-tahap penelitian memberikan gambaran tentang keseluruhan perencanaan, pelaksanaan pengumpulan data, analisis data, sampai penulisan laporan. Tahap-tahap penelitian ini dapat dijelaskan sebagai berikut;

 

1. Tahap Perencanaan

Tahap perencanaan dilakukan sebelum penelitian dilakukan. Pada tahap ini perencanaan yang digunakan mencakup:

a. Melakukan penelitian pendahuluan

Pada tahap ini, peneliti melakukan kunjungan atau survei terhadap objek yang dijadikan sebagai lokasi penelitian. Penelitian pendahuluan digunakan untuk mengetahui problem yang ada dan hal-hal yang berkaitan dengan objek penelitian.

b. Menyusun proposal penelitian

Penyusunan proposal penelitian digunakan untuk membuat rancangan penelitian yang terdiri atas latar belakang masalah, landasan teori yang mendukung dan metode penelitian yang digunakan.

c. Menyusun instrumen penelitian

Untuk memudahkan perolehan informasi dari lokasi penelitian, sebelum melakukan penelitian, peneliti mengurus surat ijin penelitian kepada Birokrasi yang bersangkutan dalam hal ini mengurus surat iji kepada Fakultas dan Dinas Pariwisata Kabupaten Ponorogo

 

2. Pelaksanaan Pengumpulan Data

Pada tahap ini peneliti menyumpulkan data yang sesuai dengan penelitian. Adapun beberapa hal yang perlu diperhatikan saat melakukan penelitian antara lain:

A. Pembatasan latar dan peneliti

Peneliti hendaknya menegenal adanya latar terbuka dan tertutup. Selain itu peneliti harus bisa menempatkan diri.

B. Penampilan

Dalam hal ini peneliti menyusuaikan penampilan dengan latar penelitian seperti pakaian dan tingkah laku

C. Penegenalan hubungan peneliti di lapangan

Hubungan akrab anatara subjek dan peneliti harus dibina. Hal ini sangat berguna bagi peneliti dala menggali dan mengumpulkan informasi.

D. Jumlah waktu studi

Seorang peneliti hendaknya perlu menentukan pembagian waktu agar waktu yang digunakan dilapangan dapat dimanfaatkan seefektif dan seefisien mungkin.

 

2. Tahap Analisis Data

Setelah peneliti melakukan pengumpulan data selanjutnya peneliti melakukan analisis data. Pada tahap ini data-data tersebut direduksi, diolah dan dilakukan analisis yang sselanjutnya untuk ditarik simpulannya.

 

3. Penulisan Laporan

Pada tahap ini peneliti menulis hasil laporan yang ada dilapangan serta mengkonsultasikan kepada dosen pembingan yang tentunya format penulisan laporan sesuai dengan Pedoman Penulisan Karya Ilmiah Universitas Negeri Malang.

 

Hasil dan Pembahasan

1. Potensi pariwisata di Kabbupaten Ponorogo

Potensi Pariwisata di Kabupaten Ponorogo ada banyak. Selain wisata Budaya yang terkenal Ponorogo juga memiliki Wisata Alam yang Indah, Wisata Buatan, Wisata Religi dan Wisata Kuliner yang terkenal. Selanjutnya pernyataan dari Informan didukung oleh hasil obvervasi yang dilakukan oleh peneliti dengan mengunjungi ke beberapa tempat wisata yang ada di Kabupetn Ponorogo sebagai berikut

(1) Wisata alam di Kabupaten Ponorogo terdiri dari air Terjun, Telaga dan Gunung.

(2) Wisata Buatan di Kabupaten Ponrogo terdiri taman bermain dan kolam renang

(3) Wisata Religi di Kabupaten Ponorogo terdiri dari makam dan peninggalan bersejarah

(4) Wisata Kuluner di Kabupten Ponorogo adalah Sate ayam dan Dawet Jabung

 

2. Peran Media sosial sebagai sarana promosi pariwisata di Kabupaten Ponorogo

A. Sejarah Exploreponorogo

Komunitas Exploreponorogo terbentuk atas hobi yang sama, minat yang sama. Komunitas tersebut juga memanfaatkan media sosial, terutama media sosial Instragram. Didalam Instagram tersebut komunitas itu memperkenalkan keindaham alam di Kabupaten Ponorogo. Exploreponorogo berharap dari hasil fotografi dapat menunjang pariwisata di Kabupaten Ponorogo. Untuk memperpanyak pengikutnya komunitas tersebut memnfaatkan media sosial, media sosial yang dimanfatkan adalah Instagram. Ciri khas Media sosial Instagram adalah Foto dan Video. Hal tersebutlah yang membuat komunitas tersebut memilih Instagram sebagai penunjang Exploreponorogo dalam menyalurkan hobbinya sebagai komunitas Fotografi, terutama fotografi alam.

Anggota inti dari Komunitas tersebut adalah Ketua yang bertanggung jawab atas segala tindakan anggotanya, Wakil ketua sekaligus Pelaksana bertugas menjalankan dan membuat agenda kegiatan, Publikasi bertugas menyebarkan informasi terkait agenda kegiatan baik melalui media sosial maupun media cetak, Desain foto bertugas mengedit foto yang telah diperoleh, Humas bertugas menghubungi instansi atau hal apapun yang bekerja sama dengan Exploreponorogo.

 

2. Peran Media Sosial Exploreponorogo dalam Pengembangan Pariwisata di Kabupaten Ponorogo

1. Memperkenalkan destinasi wisata baru yang belum terekspose dalam media sosial Instagram.

Pengenalan destinasi wisata yang ada di Kabupaten ponorogo tidak hanya menggunakan media massa. Penggunaan media sosial merupakan langkah yang efektif dan efisien, selain itu media sosial lebih cepat menyebarkan informasi dibanding dengan media cetak dan media massa. Masyarakat Ponorogo dan pengikut/followers dapat mentag atau menandai Exploreponorogo apabila foto tersebut ingin diperkenalkan di akun Exploreponorogo.

2. Mempromosikan pariwisata

Exploreponorogo melakukan promosi secara offline yaitu dengan mengagendakan acara-acara. Baik acara yang bersifat umum seperti mengikuti acara-acara yang diadakan pemerintah dan acara yang bersifat pribadi seperti instameet. Didalam instameet diadakan di daerah-daerah khusus yang memiliki panorama yang indah dan dilakukan di alam bebas agar dalam acara tersebut dapat melakukan penghijauan. Selanjutnya cara untuk melakukan promosi adalah dengan menyajikan konten didalam akun Exploreponorogo. Konten tersebut berupa foto, poster dan pamphlet. konten tersebut dibuat semenarik mungkin agar masyarakat/follower tertarik. Cara memperkenalkan pun hampir sama antara melalui media sosial maupun secara langsung.

Bentuk kegiatan promosi yang dilakukan oleh Exploreponorogo selain melalui media sosial juga melalui media cetak. Misalnya Kegiatan sales promotion yang terdapat dalam akun instagram Exploreponorogo dapat dilihat dari berbagai poster dan foto yang diunggah dengan menawarkan berbagai event agar followers mau berkunjung ke wilayah tersebut untuk berwisata dan mengambil moment langka tersebut.  Dalam hal ini follower instagram Exploreponorogo biasanya menghubungi admin lewat DM (direct message) untuk mengadakan kerjasama seperti pengiklanan, mengadakan kegiatan di tempat pariwisata, atau juga bisa penawaran jasa ke pariwisata.

3. Strategi Promosi yang Dilakukan oleh Media Sosial Exploreponorogo

1. Menciptakan konten yang menarik

Cara exploreponorogo mendapatkan foto yaitu melalui stok foto yang dimiliki oleh Exploreponorogo. Selain itu Repost/regram foto yang didapatkan dari follower yang telah menandai akun Exploreponorogo. Repost/regram ini akan dipilih dan diedit lagi oleh pihak pengelola akun Exploreponorogo yang kemudian di upload ulang dengan menandai follower yang membuat foto tersebut.

2. Pola Update

Pola Update Instagram Exploreponorogo dengan menyesuaikan Timeline. Timeline tersebut berisi tanggal update konten, foto-foto dan video. Jumlah foto yang di upload di Exploreponorogo setidaknya satu bulan satu kali. Admin bisa menguploadnya dengan merepost foto dari para follower. Untuk waktu update biasanya menyesuaikan dengan jam dan hari.

3. Penulisan hastag dan Caption (Keterangan Foto)

Penulisan keterangan pada foto dengan bahasa yang mudah dimengerti. Tidak berbelit-belit dan jelas, adapun kata khusus pada penulisan caption di Instagram exploreponorogo yaitu dengan menggunakan hastag (#exploreponorogo). Dengan menggunakan hastag tersebut para follower dapat mencari hastag tersebut pada pencarian. Hastag tersebut digunakan secara umum jadi para follower juga dapat menggunakannya

4. Interaksi dengan follower

Interaksi dengan follower di Instagram Exploreponorogo terjadi apabila admin mengupload foto, sehingga para pengguna lain berinteraksi melalui kolom komentar. Biasanya pengguna lain juga men-mention teman-temannya didalam komentar tersebut. Tidak hanya itu interaksi juga dapat bersifat tertutup dan langsung ke Privat Message melalui DM (direct Message). Pengguna Instagram juga dapat menghubungi nomor telepon yang telah disediakan di Informasi akun Instagram Explre Ponorogo.

5. Monitoring dan Evaluasi

Monitoring pada Instagram Exploreponorogo dilakukan pada kolom komentar serta DM yang masuk. Sedangkan evaluasi tersendiri dilakukan setelah adanya masukan atau kritikan terhadap postingan Exploreponorogo. Tidak hanya itu Evaluasi dilakukan sesering mungkin agar dapat memajukan Instagram Exploreponorogo.

 

3. Keberhasilan Pengembangan Media sosial Instagram Exploreponorogo Sebagai Sarana Promosi Pariwisata di Kabupaten Ponorogo

A. Jumlah Like Post pada setiap konten yang dibuat

Konten yang di upload pada akun Exploreponorogo mendapat apresiasi berupa like atau tanda suka pada setiap konten. Setiap konten yang dibuat oleh Exploreponogo setidaknya mendapat 1000 tanda suka. Berikut adalah contoh konten yang memperoleh apresiasi

B. Jumlah follower

Jumlah pengikut pada akun Exploreponorogo lebih dari 52 ribu follower. Akun tersebut salah satu akun yang memiliki jumlah pengikut terbanyak khususnya pada biidang pariwisata.

C. Komentar

Terdapat berbagai macam komentar ada yang berupa iklan, kritik, saran, tagging dan yang lain-lain. follower Instagram Exploreponorogo berdiskusi di kolom komentar. Selain itu, fitur kolom komentar pada Instagram juga berfungsi untuk memberikan informasi mengenai destinasi wisata alam yang ada di Kabupaten Ponorogo.

D. Share post

Jumlah share juga menjadi tolak ukur keberhasilan media sosial Instagram Exploreponorogo. Konten tersebut dibagikan melalui media sosial lainnya seperti whats apps, Facebook bahkan akun instagram itu sendiri. Apabila dibagikan di Instagram biasanya untuk dijadikan Instastories oleh pengikut.

E. Jangkauan informasi mengenai pariwisata di Kabupaten Ponorogo Lebih Luas, Cepat dan Efisien

Jangkauan mengenai informasi pariwisata yang ada di Kabupaten Ponorogo lebih luas dan cepat. Hal ini dikarenakan apabila Akun Instagram Exploreponorogo memposting sebuah poto maka poto tersebut secara otomatis menyebar ke para follower nya. Semakin banyak followernya maka jangkauan nya semakin luas. Waktu yang dibutuhkan pun lebih efisien dibandingkan menyebarkan informasi secara oflline.

 

 

4. Kendala Pengembangan Media Sosial Instagram Sebagai Sarana Promosi Wisata di Kabupaten Ponorogo

A. Dana yang kurang mencukupi

Dana yang tidak cukup berdampak pada kegiatan yang dilakukan oleh Exploreponorogo. Sumber dari dana Exploreponorogo berasal dari dana pribadi. Selain itu biasanya ada donator-donatur yang menggelontorkan dananya ke Exploreponorogo. Dana yang didapat dari donator itupun kurang. Selanjutnya dana yang didapatkan Exploreponorogo dari iklan-iklan yang diposting di instagram Exploreponorogo. Iklan-iklan tersebut bekerja sama dengan Exploreponorogo.

B. Banyaknya komentar yang negative

adamin pengelola akun Instagram Exploreponorogo, melakukan penindakan atas komentar-komentar yang ada didalam akun tersebut. Caranya yaitu dengan menghapus satu persatu dari komentar tersebut. Apabila akun-akun ini masih melakukan hal yang melanggar norma atau tidak sopan maka langkah selanjutnya adalah pemblokiran. Setelah dblokir maka akun-akun tersebut nantinya tidak dapat melihat akun Instagram Exploreporonorogo.

C. Banyaknya akun palsu yang mengatasnamakan Exploreponorogo

Pihak instagram Exploreponroogo dirugikan dengan adanya akun palsu. Pengikut yang tidak mengerti akan dibingungkan oleh adanya Exploreponorogo palsu. Untuk mencegah tindakan ini, pihak pengelola akun mereport/melaporkan kepada pihak Instagram, nantinya apabila terbukti plagiat atau tindakan yang dilarang menurut Instagram maka akun palsu tersebut dapat diblokir, sehingga akun tersebut tidak dapat dibuka.

 

Kesimpulan

Potensi Pariwisata di Kabupaten Ponorogo ada banyak. Selain wisata Budaya yang terkenal Ponorogo juga memiliki Wisata Alam yang Indah, Wisata Buatan, Wisata Religi dan Wisata Kuliner yang terkenal. Selanjutnya pernyataan dari Informan didukung oleh hasil obvervasi yang dilakukan oleh peneliti dengan mengunjungi ke beberapa tempat wisata yang ada di Kabupetn Ponorogo sebagai berikut:

(1) Wisata alam di Kabupaten Ponorogo terdiri dari air Terjun, Telaga dan Gunung.

(2) Wisata Buatan di Kabupaten Ponrogo terdiri taman bermain dan kolam renang

(3) Wisata Religi di Kabupaten Ponorogo terdiri dari makam dan peninggalan bersejarah

(4) Wisata Kuluner di Kabupten Ponorogo adalah Sate ayam dan Dawet Jabung. Untuk menyebarluaskan informasi mengenai oariwisata di Kabupaten Ponorogo dibutuhkan sarana yang tepat pada era modern ini, maka dari itu media sosial dinilai sebagai sarana yang paling tepat untuk mempromosikannya.

Peran Media Sosial Exploreponorogo dalam Pengembangan Pariwisata di Kabupaten Ponorogo ada yakni:

(1) Memperkenalkan destinasi wisata baru yang belum terekspose dalam media sosial Instagram, pengenalan destinasi wisata yang ada di Kabupaten ponorogo tidak hanya menggunakan media massa. Penggunaan media sosial merupakan langkah yang efektif dan efisien, selain itu media sosial lebih cepat menyebarkan informasi dibanding dengan media cetak dan media massa.

(2) Mempromosikan pariwisata, Exploreponorogo melakukan promosi secara offline yaitu dengan mengagendakan acara-acara. Baik acara yang bersifat umum seperti mengikuti acara-acara yang diadakan pemerintah dan acara yang bersifat pribadi seperti instameet.

Adapun Strategi Promosi yang Dilakukan oleh Media Sosial Exploreponorogo antara lain:

(1) Menciptakan konten yang menarik, Cara exploreponorogo mendapatkan foto yaitu melalui stok foto yang dimiliki oleh Exploreponorogo. Selain itu Repost/regram foto yang didapatkan dari follower yang telah menandai akun Exploreponorogo. Repost/regram ini akan dipilih dan diedit lagi oleh pihak pengelola akun Exploreponorogo yang kemudian di upload ulang dengan menandai follower yang membuat foto tersebut.

(2) Pola Update, Instagram Exploreponorogo dengan menyesuaikan Timeline. Timeline tersebut berisi tanggal update konten, foto-foto dan video. Jumlah foto yang di upload di Exploreponorogo setidaknya satu bulan satu kali. Admin bisa menguploadnya dengan merepost foto dari para follower. Untuk waktu update biasanya menyesuaikan dengan jam dan hari.

(3) Penulisan hastag dan Caption (Keterangan Foto), Penulisan keterangan pada foto dengan bahasa yang mudah dimengerti. Tidak berbelit-belit dan jelas, adapun kata khusus pada penulisan caption di Instagram exploreponorogo yaitu dengan menggunakan hastag (#exploreponorogo). Dengan menggunakan hastag tersebut para follower dapat mencari hastag tersebut pada pencarian. Hastag tersebut digunakan secara umum jadi para follower juga dapat menggunakannya

(4) Interaksi dengan follower, Interaksi dengan follower di Instagram Exploreponorogo terjadi apabila admin mengupload foto, sehingga para pengguna lain berinteraksi melalui kolom komentar. Biasanya pengguna lain juga men-mention teman-temannya didalam komentar tersebut. Tidak hanya itu interaksi juga dapat bersifat tertutup dan langsung ke Privat Message melalui DM (direct Message). Pengguna Instagram juga dapat menghubungi nomor telepon yang telah disediakan di Informasi akun Instagram Explre Ponorogo.

(5) Monitoring dan Evaluasi, Monitoring pada Instagram Exploreponorogo dilakukan pada kolom komentar serta DM yang masuk. Sedangkan evaluasi tersendiri dilakukan setelah adanya masukan atau kritikan terhadap postingan Exploreponorogo. Tidak hanya itu Evaluasi dilakukan sesering mungkin agar dapat memajukan Instagram Exploreponorogo.

 

Daftar Rujukan

Buku

Andreas, Kaplan M. Haenlein, Michael. 2010. User of The world Unite, The chalanges and oppurtunities of Social Media.Bussines Horizon Aplikasi. : Bandung, Unikom,

Atmoko Dwi, Bambang 2012. Instagram Handbook Tips Fotografi Ponsel. Jakarta : Media kita

Badrudin, Rudi. 2001. The Tourism Management. Jakarta. Gramedia Pustaka Utama

Cresswell, JW. 1998. Qualitative Inquiry and Research Design:Choosing among Five Tradition. London: Sage Publication.

Freddy Rangkuti, 2009, Strategi Promosi Yang Kreatif, edisi pertama, cetakan pertama, , Jakarta, Gramedia Pustaka Utama

Hari Karyono 1997. Kepariwisataan. Jakarta;Grasindo

I Gde Pitana.2000 Kuta, Cermin Retak Pariwisata Bali; Denpasar. BP.

Jawa Pos 25-07-2016

Joyosuharto 1995. Dasar-dasar manajemen Kepariwisataan Alam. Yogyakarta. Liberty.

Kuntjojo. 2009. Metode Penelitian. Aplikasi Statstika dan Hitung Peluang. Yogyakarta. Graha Ilmu.

Kusudianto Hadinoto 1996. Perencanaan Destinasi pariwisata; Jakarta. UI 

Mulyati, Ani. 2014. Panduan Optimalisasi Media Untuk Kementrian Perdagangan RI. Jakarta: pusat Humas Kementrian Perdagangan RI.

Nyoman S. Pendit. 1999. Wisata Konvensi ; Jakarta . Gramedia Pustaka  Utama

Oka, AYoeti, 1979. Pemasaran Pariwisata Indonesia; Bandung, Angkasa

Penerbit Salemba Empat

Pudjiastuti, Wahyuni. 2016. Social Marketing :Strategi Jitu Mengatasi Masalah Sosial di Indonesia. Jakarta : Yayasan Pustaka Obor Indonesia

Purwanto, Djoko 2006. Komunikasi Bisnis. Jakarta :Erlangga

Purwowijoyo. 1985. Babad Ponorogo Jilid I. Ponorogo :Dinas Pariwisata dan Seni Budaya

Rudiantara. 2018. Seri literasi digital keamanansiberuntuk e-comerce . Jakarta : Kominfo

Sekaran, Uma. 2006. Metodologi Penelitian untuk Bisnis. Edisi Keempat. Jakarta:

Spillane, James J. 1994. Pariwisata Indonesia: Siasat Ekonomi dan Rekayasa Kebudayaan. Yogyakarta: Kanisius,

Sugiyono. 2010. Metode Penelitian Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif dan R&D ;. Bandung. Alfabeta

Suryadana, Mohamad Liga dan Octavia Vanny. 2015. Pengantar Pemasaran Pariwisata: Bandung. Alafabeta

Susilana, Rudi. Riyana, Cepi. 2009. Media pembelajaran: Hakikat, Pengembangan, Pemanfaatandan Penilaian; Bandung CV Wacana Prima

Swarbrooke 1996. Pengembangan Pariwisata ; Jakarta ;Gramedia Pustaka Utama

UmiNarimawati, 2008. Metodologi Penelitian Kualitatif dan Kuantitatif: Teori dan aplikasi ;Bandung : Agung Media

Utari, Prahastiwi. 2011. Media Sosial, New Media dan Gneder dalam Pusaran Teori Komunikasi ; Yogyakarta: Aspikom

Wahab, Salah, 1975. Pemasaran Pariwisata ; Jakarta :Pradya Paramitha

Yusuf, Syamsudkk 2001. Psikologi anak dan remaja ; Bandung : PT remaja Rosda Karya

Zarella, D. 2010. The Social Marketing book ; Jakarta : PT Serambi Ilmu Semesta Anggota IKAPI.

Jurnal

Amanda P. Santoso, Imam Baihaqi, dan Satria F. Persada. Pengaruh Konten Post Instagram terhadap Online Engagement: Studi Kasus pada Lima Merek Pakaian Wanita JURNAL SAINS DAN SENI ITS. 6(1) 1-5

Ginting, Mochtar. 2016. Jig & Fixture. Politeknik Negeri Sriwijaya: Palembang

Ansofino.2012. Potensi Daya Tarik Obyek Pariwisata Dalam Pembangunan Ekonomi Sumatra Barat.  Economica , Jurnal Program Studi Pendidikan Ekonomi STKIP PGRI Sumatera Barat. 1 (1) IlhamJunaid. 2016. Analisis Data Kualitatif Dalam Penelitian Pariwisata. Jurnal Kepariwisataan Politeknik Pariwisata Makassar  10(01) 59 – 74

Soebagyo. 2012. Strategi Pengembangan Pariwisata di Indonesia. Jurnal Liquidity Universitas Pancasila. 1 (2) 153-158 Errika Dwi Setya Watie. 2011 . Komunikasidan Media Sosial (Communications and Social Media). Universitas Semarang. 3 (1) 69-74

Zahrotul Umami. 2015 Social Strategy pada Media Sosial Untuk Promosi Pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta. Jurnal Interaksi Universitas Diponegoro 2 (4)195-201