SKRIPSI Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Peran Masyarakat Dalam Pengelolaan Objek Wisata Religi Pura Agung Blambangan di Kabupaten Banyuwangi

Devi Nawang Sari

Abstrak


Wisata religi memiliki daya tarik tersendiri bagi wisatawan dengan nilai nilai kerohanian dan toleransi antar umat beragama yang dapat menjadi pedoman bagi kehidupan. Pariwisata sebagai suatu industri dapat diasumsikan sebagai salah satu jenis industri baru yang mampu menghasilkan pertumbuhan ekonomi yang cepat, terutama dalam penyediaan lapangan pekerjaan, peningkatan penghasilan,dan merangsang munculnya sektor informal seperti aneka makanan khas, cenderamata, kerajinanan tangan, jasa pemandu wisata dan transportasi. Pura Agung Blambangan merupakan salah satu objek wisata religi di Kabupaten Banyuwnagi mampu memberikan lapangan pekerjaan untuk masyarakat sekitar Pura Agung Blambangan.

            Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk (1) menjelaskan perkembangan objek wisata religi Pura Agung Blambangan di Kabupaten Banyuwangi, (2) menjelaskan peran masyarakat dalam pengelolaan objek wisata religi Pura Agung Blambangan di Kabupaten Banyuwangi, (3) menjelaskan kendala yang dihadapi dalam pengelolaan objek wisata religi Pura Agung Blambangan di Kabupaten Banyuwangi, (4) menjelaskan solusi dari kendala yang dihadapi dalam pengelolaan objek wisata religi Pura Agung Blambangan di Kabupaten Banyuwangi

            Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang yang bersifat deskriptif. Prosedur yang dilakukan untuk mengumpulkan data adalah dengan teknik observasi, teknik wawancara, dan dokumentasi. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data berupa instrumen data manusia, yaitu peneliti sendiri. Kegiatan analisis data dimulai dari reduksi data, penyajian data, dan menarik kesimpulan. Untuk menjaga keabsahan data dilakukan uji kredibilitas dengan peningkatan ketekunan dalam penelitian dan triangulasi. Pemilihan lokasi di Pura Agung Blambangan Kabupaten Banyuwangi karna memang merupakan pura terbesar dengan banyak pengunjung 22.000 pertahunnya.

            Temuan penelitian dalam penelitian ini meghasilkan empat pembahasan, yaitu (1) perkembangan objek wisata religi Pura Agung Blambangan di Kabupatn Banyuwangi diawali dengan perpindahan persembahyangan dan kegiatan keagaaman dari Situs Umpak Songo ke Pura Agung Blambangan sehingga perbaikan fasilitas yang ada dari tahun ketahun semakin membaik demi kenyamanan Umat Hindu, (2) peran masyarakat dalam pengelolaan objek wisata religi Pura Agung Blambangan di Kabupaten Banyuwangi lebih pada pemenuhan fasilitas untuk Umat yang berbentuk seperti berdagang keperluan Umat yang disediakan langsung oleh pihak Pura Agung Blambangan, mengelola parkiran juga pembukaan rumah masyarakat sekitar pura sebagai penginapan sementara, (3) kendala yang dihadapi dalam pengelolaan objek wisata religi Pura Agung Blambangan di Kabupaten Banyuwangi yakni masyarakat khususnya pedagang yang ada di dalam area Pura Agung Blambangan kurang memperhatikan ketertiban, kebersihan dan keindahan dalam berdagang, kendala selanjutnya mengenai pengelolaan dana hasil parkir, (4) solusi dari kendala yang dialami masyarakat dalam pengelolaan objek wisata religi Pura Agung Blambangan di Kabupaten Banyuwangi yakni melalui pendekatan secara kekeluargaan dan juga pembinaan yang bersifat informal dengan masyarakat yang ikut mengelola objek wisata religi Pura Agung Blambangan.

            Saran yang dapat peneliti berikan dalam penelitian ini untuk (1) masyarakat sekitar objek wisata religi Pura Agung Blambangan di Kabupaten Banyuwangi lebih memperhatikan kembali ketertiban, kebersihan dan keindahan dalam berdagang demi kenyaman Umat yang berkunjung dan diharapkan dapat memberikan kesan yang baik dari Umat, (2) Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banyuwangi ikut mempromosikan salah satu objek wisata peminatan yakni pariwisata religi yang dimiliki Kabupaten Banyuwangi dengan menerjunkan secara langsung Jebeng-Thulik yang telah menerima pelatihan secara khusus.