SKRIPSI Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

INTERNALISASI NILAI KEBANGSAAN DI PONDOK PESANTREN DARUL ULUM JOMBANG

PUTRA A.FIKRI ISNA WILDI

Abstrak


ABSTRAK

Putra, A. Fikri Isnawildi. 2019. Internalisasi Nilai Kebangsaan di Pondok Pesantren Darul Ulum Jombang. Skripsi, Program Studi Pedidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Drs. Margono, M.Pd, M.Si (2) Dr.Siti Awaliyah, S.Pd, M.Hum

Kata Kunci : Internalisasi Nilai, Nilai Kebangsaan, Pondok Pesantren Darul Ulum

Pondok Pesantren Darul Ulum melalui kegiatan yang mengandung internalisasi nilai kebangsaan memberikan manfaat bagi kehidupan bangsa Indonesia. Pelaksanaan kegiatan internalisasi nilai kebangsaan menekankan santri untuk berkomitmen cinta tanah air yang merujuk pada Pancasila. Lembaga pendidikan islam dan formal mewujudkan cita-cita bangsa yang terkandung dalam UUD 1945 Alenia ke 4 mencerdaskan kehidupan bangsa.

Pondok pesantren Darul Ulum selain sebagai lembaga pendidikan Islam juga berfungsi sebagai pembentuk moralitas remaja. Membina santri dari seluruh wilayah indonesia untuk meningkatkan jiwa nasionalisme. Pondok pesantren Darul Ulum sebagai Lembaga Pendidikan Islam di Indonesia juga terdapat pendidikan formal yang dapat mencetak santri religius dan intelektual. Melalui kegiatan internalisasi nilai kebangsaan di pondok pesantren Darul Ulum diharapkan dapat menjadi bibit unggul generasi penerus bangsa Indonesia.

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan:

(1) kegiatan internalisasi nilai kebangsaan pondok pesnantren Darul Ulum Jombang,

(2) faktor pendukung dalam kegiatan internalisasi nilai kebangsaan pondok pesantren Darul Ulum Jombang,

(3) kendala dalam kegiatan internalisasi nilai kebangsaan di pondok pesantren Darul Ulum Jombang.

Penelitian ini dilaksanakan di Pondok Pesantren Darul Ulum Jombang. Pendekatan dan jenis penelitian ini menggunakan kualitatif dekskriptif. Sumber data diperoleh dari observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan adalah model analisis Miles and Huberman yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan verifikasi. Untuk menjamin keabsahan data yang diperoleh dari hasil penelitian peneliti menggunakan:

(1) Ketekunan Peneliti

(2) Triangulasi Sumber.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Pertama, kegiatan internalisasi nilai kebangsaan di pondok pesantren Darul Ulum melalui kegiatan-kegiatan yang yang merurujuk pada Pancasila

(1) Bahtsul masail,

(2) Liga Unit

(3) Upacara

(4) Muhadhoroh.  Adapun kegiatan yang diberikan oleh Pondok Pesantren Darul Ulum memberikan wawasan yang lebih luas terhadap problema yang terjadi di Indonesia, meningkatkan bakat dalam bidang olahraga, berani menjadi pemimpin dalam memerikan ceramah pada masyarakat.

Kedua, faktor yang mendukung internalisasi nilai kebangsaan di pondok pesantren Darul Ulum sebagai berikut :

(1) faktor dari dalam : segala aturan pondok pesantren wajib di ikuti oleh santri, psikologis santri yang penuh kecintaan terhadap ilmu yang akan di pelajari, semangat dalam belajar

(2) faktor dari luar : keluarga, lingkungan, sarana dan prasarana yang mendorong untuk memberikan kemudahan dalam mencari ilmu dengan belajar mandiri dalam kehidupan pesantren.

Ketiga, kendala yang dihadapi dalam kegiatan internaliasi nilai kebangsaan

(1.) faktor dari dalam ustad maupun guru meningkatkan kuliatas dalam mengajar

(2) faktor dari luar a) Diri sendiri ,b) Keluarga c) Lingkungan d) Masyarakat, sehingga belajar dan pembelajaran di pondok pesantren Darul Ulum dapat berjalan dengan baik

Berdasarkan penelitian ini, peneliti memberikan saran diantaranya;

(1) Bagi Pemerintah melalui dinas pendidikan untuk selalu memberikan dorongan kepada seluruh lembaga pendidikan yang ada di Indonesia untuk mencerdaskan para penerus bangsa;

(2) Bagi santri yang jarang mengikuti kegiatan tidak hanya di berikan takzir tetapi juga perlu adanya pendekatan persuasif,ustad maupun guru merupakan orang tua yang kedua dalam lingkup pondok pesantren,karena dengan pendekatan tersebut santri dapat mengikuti dengan baik sehingga santri juga mendapatkan ilmu yang bermanfaat.

(3) Memberikan kesempatan bagi generasi muda untuk menunjukkan hasil yang di dapat dalam pondok pesantren, sebagai generasi penerus bangsa khususnya menjadi panutan yang berakhlak mulia dan berilmu pengetahuan agar menjadi lebih dewasa dalam bersikap di masyarakat