SKRIPSI Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Partisipasi Siswa SMKN 3 Kota Malang sebagai Pemilih Pemula dalam Pilkada Kota Malang 2018

Wahyudi Haikal Rehardhiva Riesa

Abstrak


ABSTRAK

Wahyudi, Haikal Rehardhiva Riesa. 2019. Partisipasi Siswa SMKN 3 Kota Malang sebagai Pemilih Pemula dalam Pilkada Kota Malang 2018. Skripsi, Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Margono, M.Pd, M.Si (II) Dr. Hj. Yuniastuti, S.H, M.Pd

Kata Kunci: pemilih pemula, partisipasi, pilkada.

Partispasi pemilih pemula bertujuan untuk mempengaruhi pengambilan keputusan oleh pemerintah. Partisipasi bisa bersifat individual atau kolektif, terorganisir atau spontan, mantap atau sporadis, secara damai atau dengan kekerasan, legal atau ilegal, efektif atau tidak efektif. Partispasi warga negara yang legal bertujuan untuk mempengaruhi seleksi pejabat publik. Partisipasi politik merupakan aspek penting dalam demokrasi karena keputusan politik yang diambil oleh pemerintah akan menyangkut dan mempengaruhi kehidupan warga masyarakat. Karena itu masyarakat berhak ikut serta menentukan isi keputusan politik untuk tidak dilanggarnya hak-hak sebagai warga negara dalam setiap kebijakan yang diambil oleh pemerintah. Pemilihan Umum (Pemilu) merupakan proses pemilihan orang-orang untuk mengisi jabatan-jabatan publik tertentu. Jabatan-jabatan  tersebut beraneka ragam, mulai dari presiden, wakil rakyat atau parlemen di berbagai tingkatan pemerintahan, sampai pemilihan kepala desa.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui:

(1) partisipasi siswa SMKN 3 Kota Malang sebagai pemilih pemula dalam pilkada kota Malang 2018,

(2) faktor partisipasi siswa SMKN 3 Kota Malang dalam pilkada kota Malang 2018,

(3) dan faktor siswa SMKN 3 Kota Malang tidak berpartisipasi dalam penyelenggaraan pilkada kota Malang 2018 serta

(4) peran SMKN 3 Kota Malang dalam memberikan pendidikan politik kepada siswa SMKN 3 Kota Malang sebagai pemiih pemula.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Lokasi Penelitian ini berada di SMKN 3 Kota Malang. Sumber data peneliti yaitu informan, peristiwa, dan dokumen. Prosedur pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan analisis domain dengan langkah memilih hubungan samatik tunggal, membuat lembar analisis domain, membuat sampel catatan lapangan, dan mengkaji istilah cakupan. Pengecekan keabsahan data dilakukan dengan menggunakan teknik ketekunan pengamatan dan menggunakan teknik triangulasi.

Temuan penelitian ini adalah:

(1) Partisipasi siswa SMKN 3 Kota Malang sebagai pemilih pemula dalam pilkada kota Malang 2018.

(2) Faktor partisipasi siswa SMKN 3 Kota Malang dalam pilkada kota Malang 2018, yaitu siswa SMKN 3 Kota Malang telah memiliki kesadaran politik dan adanya pengaruh orang tua.

(3) faktor siswa SMKN 3 Kota Malang tidak berpartisipasi dalam penyelenggaraan pilkada kota Malang 2018, yaitu tidak terdaftar dalam daftar pemilh tetap, malas, tidak adanya minatuntuk berpartisipasi atau belum memiliki kesadaran politik, dan merasa sama saja atau tidak ada perubahan yang berarti.

(4) peran SMKN 3 Kota Malang dalam memberikan pendidikan politik kepada siswa SMKN 3 Kota Malang sebagai pemiih pemula yaitu diterapkannya pemilihan ketua OSIS dan pemantapan dalam pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan.

Berdasarkan temuan penelitian, disarankan:

(1) Pemilih pemula sebaiknya mampu memanfaatkan media massa dan media sosial untuk mendapatkan informasi lebih mengenai pasangan calon kandidat walikota dan wakil walikota sehingga pemilih tidak akan bingung untuk menentukan pilihannya..

(2) Peran keluarga harus menjadi salah satu media sosialisasi politik yang pertama dari para pemilih pemula karena dengan keluaga lah pemilih pemula dapat lebih memahami tentang gejolak politik yang ada di masyarakat..

(3) Peran sekolah untuk lebih memberkan sosialisasi tentang pemilu dan pendidikan poitik agar pemilih pemula yang ada di sekolah lebih mendapatkan informasi dan pengetahuan tentang pemilu.