SKRIPSI Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Partisipasi Masyarakat Dalam Pengembangan Pantai Watu Ulo Sebagai Salah Satu Destinasi Wisata Kabupaten Jember

Muhammad Yoga Cipta Wardhana

Abstrak


ABSTRAK

Pariwisata merupakan suatu wadah yang sangat penting dalam pengembangan perekonomian suatu wilayah, baik dalam bidang sosial maupun budaya. Wisata Pantai Watu Ulo sangat berpotensi sekali dalam pengembangan pariwisata Jember. Demi keberhasilan industri pariwisata maka dibutuhkan keterlibatan masyarakat untuk mengembangkan wisata Pantai Watu Ulo. Adanya partisipasi masyarakat maka pariwisata akan mampu berkembang karena masyarakat mengetahui kondisi dan permasalahan yang ada baik itu dalam bidang lingkungan, sosial maupun ekonomi.

Kata Kunci: Partisipasi Masyarakat, Pengembangan Pariwisata, Pantai Watu Ulo

Penelitian ini bertujuan untuk:

(1) mengetahui partisipasi masyarakat dalam pengembangan wisata Pantai Watu Ulo,

(2) mengetahui bentuk partisipasi masyarakat dalam pengembangan wisata Pantai Watu Ulo,

(3) mengetahui faktor pendukung dan penghambat partisipasi masyarakat dalam pengembangan wisata Pantai Watu Ulo, dan

(4) mengetahui solusi terhadap penghambat partisipasi masyarakat dalam pengembangan wisata Pantai Watu Ulo.

Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Prosedur pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah model Miles & Huberman yakni pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Teknik keabsahan data menggunakan uji kredibilitas yaitu meningkatkan ketekunan dan triangulasi.

Adapun hasil penelitian yakni:

(1) Masyarakat sangat dilibatkan dalam pengembangan wisata, keikutsertaan masyarakat dalam hal perencanaan program sampai pelaksanaan program dilaksanakan secara suka rela dan tidak ada paksaan, melainkan membebaskan masyarakat untuk mengikutinya apabila masyarakat ada waktu luang, agar dari masyarakat tidak merasa terpaksa dalam melaksanakan suatu kegiatan.

(2) Bentuk partisipasi masyarakat meliputi partisipasi pikiran yang berupa bertukar pikiran dan pendapat serta memberikan masukan saat rapat, partisipasi tenaga berupa kerja bakti pembangunan sarana dan prasarana pariwisata, partisipasi uang atau dana berupa sumbangan dalam pembangunan sarana prasana dan prasarana pariwisata, partisipasi keterampilan atau keahlian berupa pemasaran melalui media sosial serta masyarakat terlibat dalam kegiatan usaha seperti souvenir dan membuka warung di sekitar pantai.

(3) Faktor pendukung partisipasi masyarakat yakni adanya sebuah pengakuan dan penghargaan ataupun kesempatan untuk ikut andil dalam pengembangan pariwisata yang ada, ingin memajukan wisata sehingga dapat menumbuhkan kegiatan ekonomi yang nantinya dapat mensejahterakan masyarakat sekitar. Sedangkan faktor penghambat partisipasi masyarakat adalah latar belakang profesi atau pekerjaan serta kesibukan masyarakat yang berbeda-beda, sehingga masyarakat tidak dapat ikut berpartisipasi secara penuh dalam kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh pihak pengelola wisata.

(4) Solusi terhadap penghambat partisipasi masyarakat yakni pihak pengelola lebih memberitahukan atau mengundang apabila ada kegiatan, mengajak bertukar pikiran dan menampung masukan masyarakat, sehingga dapat menyelesaikan kendala atau hambatan bersama-sama.

Saran yang diberikan oleh peneliti antara lain: pengelola wisata perlu menjalin kerjasama dengan berbagai pihak tidak hanya dengan pihak pemerintah saja namun diperlukan pula kerjasama dengan pihak swasta agar bisa lebih mengembangkan kualitas dan manfaat dari adanya wisata Pantai Watu Ulo, masyarakat Desa Sumberejo agar lebih giat dan sering mengikuti kegiatan-kegiatan yang diadakan oleh pihak pengelola wisata ataupun pihak lain yang berkaitan dengan pengembangan pariwisata guna meningkatkan kapasitas sumber daya manusia dan sumber daya alam, untuk menghadapi hambatan-hambatan yang ada dalam pengembangan wisata Pantai Watu Ulo maka diperlukan kreativitas pengurus maupun anggota untuk terus mengembangkan strategi.