SKRIPSI Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PERAN GURU PPKn DALAM PENGUATAN KARAKTER INTEGRITAS SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN BULLYING DI SMAN 1 LAWANG KABUPATEN MALANG

Handayani Fadliyatul Laili Vita

Abstrak


ABSTRAK

Handayani, Fadliyatul Laili Vita. 2019. Peran Guru PPKn dalam Penguatan Karakter Integritas Sebagai Upaya Pencegahan Bullying di SMAN 1 Lawang. Skripsi, Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Suparman AW, S.H, M.Hum, (II) Dr. Didik Sukriono, S.H, M.Hum.

Kata Kunci: Peran Guru PPKn, Penguatan Karakter Integritas, Bullying

Pendidikan mempunyai peranan penting dalam membangun kecerdasan sekaligus kepribadian manusia agar menjadi lebih baik, unggul, dan bisa di harapkan. Sekolah adalah lembaga pendidikan yang merupakan wadah atau sarana dimana proses pendidikan berlangsung. Sekolah adalah tempat yang nyaman bagi anak sesuai dengan tujuan untuk menambah pengetahuan, wawasan, keterampilan serta mengajarkan peserta didik untuk berperilaku baik sesuai norma dan nilai yang ada dalam masyarakat. Namun di SMAN 1 Lawang masih ada tindakan menyimpang yang dilakukan di sekolah. Tindakan menyimpang tersebut adalah bullying. Guru mempunyai peran penting untuk membentuk karakter anak saat di sekolah. Terutama adalah guru PPKn karena PPkn memiliki muatan dalam pendidikan moral dan juga pendidikan karakter yang sangat berguna agar anak berperilaku baik serta tidak menyimpang. Dalam hal ini sangat dibutuhkan Peran Guru PPKn dalam Penguatan Karakter Integritas Sebagai Upaya Pencegahan Bullying di SMAN 1 Lawang

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui:

(1) bentuk-bentuk perilaku bullying di SMAN 1 Lawang,

(2) bentuk-bentuk penguatan karakter integritas yang dilakukan sekolah sebagai upaya pencegahan bullying di SMAN 1 Lawang,

(3) peran guru PPKn dalam penguatan karakter integritas sebagai upaya pencegahan bullying di SMAN 1 Lawang,

(4) hambatan guru PPKn dalam penguatan integritas sebagai upaya pencegahan bullying di SMAN 1 Lawang,

(5) solusi guru PPKn dalam penguatan integritas sebagai upaya pencegahan bullying di SMAN 1 Lawang.

Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif deskriptif. Lokasi penelitian dilakukan di SMAN 1 Lawang. Sumber data yang dipakai yaitu informan yang terdiri dari guru PPkn, guru BK, dan siswa beberapa siswaSMAN dan juga dokumen dari sekolah serta dokumen pribadi dari hasil observasi. Prosedur pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan cara mengumpulkan data, mereduksi data, menyajikan data, dan menarik kesimpulan. Pengecekan keabsahan data dilakukan dengan teknik triangulasi.

Hasil penelitian ini adalah:

(1) bentuk-bentuk perilaku bullying di SMAN 1 Lawang adalah sebagai berikut: (a)bullying fisik, (b) bullying verbal, (c) bullying relasional, (d) cyberbullying.

(2) Bentuk-bentuk penguatan karakter integritas yang dilakukan sekolah sebagai upaya pencegahan bullying di SMAN 1 Lawang adalah sebagai berikut: (a) dari sekolah: memberikan skor sanksi untuk siswa yang melanggar aturan sekolah, (b) dari guru: memberikan penguatan karakter berupa bimbingan dari guru di sekolah dan memberikan peringatan atau teguran saat siswa melakukan kesalahan.

(3) peran guru PPKn dalam penguatan karakter integritas sebagai upaya pencegahan bullying di SMAN 1 Lawang adalah sebagai berikut: (a) memberikan pemahaman dan nasihat di setiap pertemuan saat pelajaran PPKn minimal 5 menit sebelum pelajaran dimulai, (b) membimbing dan menilai tingkah laku anak didik sehari-hari di sekolah, (c) mengetahui dan membantu menyelesaikan masalah-masalah yang dihadapi siswa dalam kelasnya.

(4) Hambatan yang dialami guru PPKn dalam penguatan integritas sebagai upaya pencegahan bullying di SMAN 1 Lawang adalah kontrol terhadap para siswa di luar sekolah yang sulit dan juga latar belakang siswa yang berbeda-beda juga kadang menyulitkan guru untuk memberi nasehat pada siswa.

(5) Solusi untuk mengatasi hambatan guru PPKn dalam penguatan integritas sebagai upaya pencegahan bullying di SMAN 1 Lawang adalah dengan menumbuhkan keimanan, memperhatikan mengenai hubungan pertemanan siswa juga memberi tauladan yang baik kepada siswa.

Sejalan dengan hasil penelitian diatas peneliti memberi saran sebagai berikut: Pertama bagi sekolah agar meningkatkan pembinaan terhadap siswa SMAN 1 Lawang. Selain memberi penguatan karakter, peringatan saat siswa melakukan kesalahan dan point pelanggaran sebaiknya sekolah menggalakkan kegiatan yang bisa membuat siswa lebih disiplin seperti pramuka dan sebagainya. Kedua bagi guru, dalam memberi penguatan karakter kepada siswa hendaknya terus ditingkatkan. Guru harus lebih memantau tingkah laku dan perbuatan siswa ketika berada di lingkungan sekolah, keluarga, dan masyarakat agar tidak ada siswa yang melanggar peraturan yang telah ditetapkan oleh pihak sekolah termasuk bullying. Guru perlu melibatkan orang tua siswa untuk menciptakan karakter yang baik pada siswa sehingga siswa dapat menjadi pribadi yang baik dan bisa menerapkannya bukan hanya di sekolah tetapi juga pada lingkungan keluarga dan masyarakat. Ketiga bagi siswa SMAN 1 Lawang agar tidak melakukan lagi bullying  dengan cara apapun baik bullying fisik dengan menyakiti teman atau merusakkan barang milik teman maupun bullying verbal dengan mengolok, mengejek, dan menghina teman. Siswa hendaknya bersikap dan bertindak yang baik sesuai peraturan yang telah ditetapkan oleh sekolah agar proses pembelajaran di sekolah berjalan dengan baik.