SKRIPSI Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Upaya Dinas Pariwisata dan Kebudayaan dalam Pengelolaan Cagar Budaya Arca Totok Kerot di Desa Bulupasar Kecamatan Pagu Kabupaten Kediri

RADITA DWI RARA SANTI

Abstrak


Kabupaten Kediri merupakan sebuah kawasan yang berada di wilayah Provinsi Jawa Timur. Berdasarkan sejarah keberadaan Kabupaten Kediri tidak lepas dari kisah Kerajaan Kadiri. Sebagai sebuah kerajaan besar, Kerajaan Kadiri meninggalkan warisan budaya berupa benda-benda bersejarah. Benda-benda bersejarah tersebut berupa Cagar Budaya yang saat ini banyak tersebar di wilayah Pemerintahan Kabupaten Kediri. Salah satu bentuk Cagar Budaya adalah Arca Totok Kerot yang terletak di Desa Bulupasar, Kecamatan Pagu, Kabupaten Kediri. Dalam kaitannya dengan situs-situs sejarah yang dalam hal ini Cagar Budaya Arca Totok Kerot perlulah dilakukan suatu pengelolaan maksimal yang dilakukan oleh pihak-pihak yang terkait. Pengelolaan yang dilakukan merupakan upaya untuk mengingat dan menjaga warisan budaya yang telah ada sejak jaman dahulu. Dalam hal ini, Pemerintah Daerah Kabupaten Kediri memberikan tugas kepada upaya Dinas Pariwisata dan Kebudayaan untuk melaksanakan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan daerah dibidang Pariwisata dan Kebudayaan.

Dasar pemikiran Dinas Pariwisata dan Kebudayaan dalam melakukan pengelolaan Cagar Budaya Arca Totok Kerot ialah untuk mengembangkan potensi serta melestarikan peninggalan sejarah berdasarkan pada Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya. Bentuk pengelolaan Cagar Budaya Arca Totok Kerot terdapat 3 (tiga) tahapan yang perlu dilakukan yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan. Dalam tahap pelaksanaan yang dilakukan ada 2 (dua) yaitu bentuk pengelolaan yang bersifat fisik dengan memberikan fasilitas-fasilitas seperti: pagar pembatas, papan informasi, toilet, portal, petunjuk arah, pos informasi, alat-alat kebersihan, serta saran publikasi melalui media sosial. Selanjutnya bentuk pengelolaan bersifat non fisik dilakukan dengan membentuk forum Juru Pelihara se-Kabupaten Kediri, mengadakan program lawatan sejarah, serta mensinergikan program kebudayaan dengan kepariwisataan yang ada di Kabupaten Kediri.  Kendala yang dihadapi Dinas Pariwisata dan Kebudayaan dalam melakukan pengelolaan ialah adanya penyalahgunaan kawasan cagar budaya, kurang terjaganya kebersihan yang dilakukan oleh para pedagang, dan belum tersedianya penerangan di kawasan Cagar Budaya Arca Totok Kerot. Langkah Dinas Pariwisata dan Kebudayaan dalam mengatasi kendala penyalahgunaan kawasan cagar budaya dengan memasang portal serta berkoordinasi dengan BABINSA dan Pemerintah Desa. Sedangkan  langkah dalam mengatasi kendala banyaknya pedagang yang berjualan di dalam kawasan Cagar Budaya Arca Totok Kerot tidak memperhatikan kebersihan kawasan tersebut ialah dengan merelokasi pedagang serta memberikan edukasi kepada pedagang mengenai tanggung jawab pengelolaan cagar budaya.

Kata Kunci: Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Pengelolaan, Cagar Budaya Arca