SKRIPSI Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

KERJASAMA KEMITRAAN ANTARA PERHUTANI, LMDH DAN SWASTA DALAM MENGEMBANGKAN OBYEK WISATA MOJOSEMI FOREST PARK DI DESA SARANGAN KECAMATAN PLAOSAN KABUPATEN MAGETAN

Abdurrohman Eric

Abstrak


Abdurrohman, Eric. 2019. Kerja sama Kemitraan Antara Perhutani, LMDH, Dan Swasta Dalam Mengembangkan Obyek Wisata Mojosemi Forest Park Di Desa Sarangan Kecamatan Plaosan Kabupaten Magetan. Skripsi, Jurusan Hukum Dan Kewarganegaraan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Suparman Adi Winoto, S.H, M.Hum, (2) Dr. Siti Awaliyah, S.Pd, M.Hum.

Kata Kunci :Kerjasama, Pariwisata, WisataAlam, Pengembangan, Swasta,

Indonesia merupakan negara yang yang memiliki ribuan pulau-pulau tentu saja potensi pariwisata di Indonesia sangat beragam salah satunya wisata alam. Setiap daerah mempunyai berbagai potensi wisata yang dapat digali, diolah, dimunculkan, dikelola serta dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terhadap sarana hiburan atau sarana rekreasi. Di Kabupaten Magetan masih banyak sekali terhadap lahan hijau yang berada tepat di kaki Gunung Lawu yang memiliki potensi di sektor hutan dan memiliki kemampuan untuk dikembangkan dengan optimal agar menjadi daerah wisata yang lebih diminati karena masih terdapat aset wisata yang memerlukan pembenahan dan pengelolaan lebih baik lagi dengan cara dilakukan kerja sama dengan pihak swasta atau investor untuk pengembangan obyek wisata baru dengan tema wisata alam salah satunya adalah Mojosemi Forest Park yang terletak di Desa Sarangan.

Kerja sama Kemitraanan tara Perhutani, LMDH, dan Swasta dalam mengembangkan obyek wisata Mojosemi Forest Park di Desa Sarangan Kecamatan Plaosan Kabupaten Magetan, tujuan penelitian ini untuk mengetahui :

(1) Latar belakang kerja sama antara Perhutani, LMDH, dan Swasta dalam mengembangkan obyek wisata Mojosemi Forest Park

(2) Proses Kerja sama antara Perhutani, LMDH, dan Swasta dalam mengembangkan obyek wisata Mojosemi Forest Park

(3) Isi kerja sama antara Perhutani, LMDH, dan Swasta dalam mengembangkan obyek wisata Mojosemi Forest Park

(4) Pelaksanaan Kerja sama antara Perhutani, LMDH, dan Swasta dalam mengembangkan obyek wisata Mojosemi Forest Park.

Penelitian ini dilaksanakan menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan penelitian kualitatif. Sumber data primer dalam penelitian ini adalah Asisten Perhutani Lawu Selatan, Ketua LMDH Lawu Permai dan Pengelola Mojosemi Forest Park dengan sumber data sekunder adalah berupa Dokumentasi foto, gambar dan surat perjanjian kerja sama. Data dan informasi yang di dapatkan oleh peneliti menggunakan: observasi, dokumentasi, dan wawancara. Analisis data yang dilakukan dengan cara hasil penelitian diterapkan suatu pola yang lebih sederhana. Untuk pengecekan keabsahan data dilakukan trianggulasi data di mana membandingkan hasil temuan dengan sumber, metode dan teori yang ada. Berikut adalah tahap penelitian di mana terdapat tahap pralapangan, tahap pekerjaan lapangan dan analisis data.

Hasil dari penelitian yang telah dilaksanakan kemudian dijabarkan sebagai berikut. Pertama, Latar belakang kerja sama Kemitraanan tara Perhutani, LMDH, dan Swasta dalam mengembangkan obyek wisata Mojosemi Forest Park dalam mengembangkan obyek wisata Mojosemi Forest Park adalah Pihak swasta yang melihat potensi wisata di Kabupaten Magetan banyak sekali tetapi vakum tidak ada pergerakan ataupun pengembangan wisata kemudian pihak swasta PT. Bumilawu Amarta Sentosa melihat di Hutan Mojosemi memiliki keunggulan yaitu mempunyai Landscape yang berbeda, Flora atau tumbuhan endemik yaitu pohon eucalyptus yang dilain tempat bahkan di pulau jawa sudah sangat jarang sekali ditemui, oleh karena itu PT. Bumilawu Amarta Sentosa tertarik untuk mengembangkan Obyek Wisata Alam di Hutan Mojosemi. Kedua, Proses kerja sama Kemitraan antara Perhutani, LMDH, dan Swasta dalam mengembangkan obyek wisata Mojosemi Forest Park dalam mengembangkan obyek wisata Mojosemi Forest Park adalah pihak swasta PT. Bumilawu Amarta Sentosa membuat setplan-setplan, rencana, konsep, dan anggaran yang kemudian diajukan ke Dirut Perhutani di Jakarta dengan hasil bahwa kerja sama cukup setingkat KPH di wilayah hutan Mojosemi tersebut dan tidak lupa menggandeng masyarakat sekitar, Kemudian pihak swasta mendatangi masyarakat sekitar yaitu LMDH Lawu Permai dan KPH Lawu Ds, dengan hasil disepakatilah untuk dilakukan kerja sama di Hutan Mojosemi. Ketiga, isi kerja sama Kemitraan antara Perhutani, LMDH, dan Swasta dalam mengembangkan obyek wisata Mojosemi Forest Park dalam mengembangkan obyek wisata Mojosemi Forest Park adalah bentuk kerja sama yaitu PKS Tripartit, Pembagian Tugasnya Pihak pertama Perhutani sebagai penyedia lahan, pihak kedua LMDH Lawu Permai sebagai penyedia sumber daya manusia (pekerja) dan pihak ketiga PT. Bumilawu Amarta Sentosa sebagai Pengelola Mojosemi Forest Park. Keempat, Pelaksanaan kerjasama Kemitraan antara Perhutani, LMDH, dan Swasta dalam mengembangkan obyek wisata Mojosemi Forest Park dalam mengembangkan obyek wisata Mojosemi Forest Park adalah sudah sesuai dengan isi surat perjanjian kerja sama adapun pelaksanaan-pelaksanaan yang tidak sesuai masih bias dibicarakan sesuai pasal 15 tentang aturan tambahan/addendum maupun melalui musyawarah.

 

Berdasarkan Hasil Penelitian maka diperoleh saran sebagai berikut :Bagi Perhutani KPH Lawu Ds, LMDH Lawu Permai dan PT. Bumilawu Amarta Sentosa hendaknya melibatkan desa untuk pemberdayaan masyarakat desa dan sebagai media promosi yang di tampilkan di profil desa agar lebih dikenal lagi. Bagi Perhutani KPH Lawu Ds dan LMDH Lawu Permai hendaknya menjadikan penelitian ini sebagai bahan masukan untuk memperbaiki komunikasi antar pihak dalam pelaksanaan kerja sama di Mojosemi Forest Park. Bagi pengelola PT. Bumilawu Amarta Sentosa diharapkan adanya penelitian ini sebagai bahan evaluasi agar lebih baik lagi dalam pembenahan manajemen pengelolaan obyek wisata Mojosemi Forest Park yang dirasa masih kurang oleh pihak yang terlibat kerja sama. Bagi dosen dan mahasiswa Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Universitas Negeri Malang hendaknya menjadikan hasil penelitian ini sebagai salah satu bahan literatur untuk mata kuliah hokum perdata tentang perjanjian atau bahan kajian sosial mengenai kerja sama antara Perhutani, LMDH, dan swasta.