SKRIPSI Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

KERJASAMA KEMITRAAN ANTARA PERHUTANI, LMDH DAN SWASTA DALAM MENGEMBANGKAN OBYEK WISATA MOJOSEMI FOREST PARK DI DESA SARANGAN KECAMATAN PLAOSAN KABUPATEN MAGETAN

Eric Abdurrohman

Abstrak


Kerjasama Kemitraan antara Perhutani, LMDH, dan Swasta dalam mengembangkan obyek wisata Mojosemi Forest Park di Desa Sarangan Kecamatan Plaosan Kabupaten Magetan, tujuan penelitian ini untuk mengetahui :

(1) Latar belakang kerjasama antara Perhutani, LMDH, dan Swasta dalam mengembangkan obyek wisata Mojosemi Forest Park

(2) Proses Kerjasama antara Perhutani, LMDH, dan Swasta dalam mengembangkan obyek wisata Mojosemi Forest Park

(3) Isi kerjasama antara Perhutani, LMDH, dan Swasta dalam mengembangkan obyek wisata Mojosemi Forest Park

(4) Pelaksanaan Kerjasama antara Perhutani, LMDH, dan Swasta dalam mengembangkan obyek wisata Mojosemi Forest Park. Hasil dari penelitian yang telah dilaksanakan kemudian dijabarkan sebagai berikut. Pertama, Latar belakang kerjasama Kemitraan antara Perhutani, LMDH, dan Swasta dalam mengembangkan obyek wisata Mojosemi Forest Park dalam mengembangkan obyek wisata Mojosemi Forest Park adalah Pihak swasta yang melihat potensi wisata di Kabupaten Magetan banyak sekali tetapi vakum tidak ada pergerakan ataupun pengembangan wisata kemudian pihak swasta PT. Bumilawu Amarta Sentosa melihat di Hutan Mojosemi memiliki keunggulan yaitu mempunyai Landscape yang berbeda, Flora atau tumbuhan endemik yaitu pohon eucalyptus yang dilain tempat bahkan di pulau jawa sudah sangat jarang sekali ditemui, oleh karena itu PT. Bumilawu Amarta Sentosa tertarik untuk mengembangkan Obyek Wisata Alam di Hutan Mojosemi. Kedua, Proses kerjasama Kemitraan antara Perhutani, LMDH, dan Swasta dalam mengembangkan obyek wisata Mojosemi Forest Park dalam mengembangkan obyek wisata Mojosemi Forest Park adalah pihak swasta PT. Bumilawu Amarta Sentosa membuat setplan-setplan, rencana, konsep, dan anggaran yang kemudian diajukan ke Dirut Perhutani di Jakarta dengan hasil bahwa kerjasama cukup setingkat KPH di wilayah hutan Mojosemi tersebut dan tidak lupa menggandeng masyarakat sekitar, Kemudian pihak swasta mendatangi masyarakat sekitar yaitu LMDH Lawu Permai dan KPH Lawu Ds, dengan hasil disepakatilah untuk dilakukan kerjasama di Hutan Mojosemi. Ketiga, isi kerjasama Kemitraan antara Perhutani, LMDH, dan Swasta dalam mengembangkan obyek wisata Mojosemi Forest Park dalam mengembangkan obyek wisata Mojosemi Forest Park adalah bentuk kerjasama yaitu PKS Tripartit, Pembagian Tugasnya Pihak pertama Perhutani sebagai penyedia lahan, pihak kedua LMDH Lawu Permai sebagai penyedia sumber daya manusia (pekerja) dan pihak ketiga PT. Bumilawu Amarta Sentosa sebagai Pengelola Mojosemi Forest Park. Keempat, Pelaksanaan kerjasama Kemitraan antara Perhutani, LMDH, dan Swasta dalam mengembangkan obyek wisata Mojosemi Forest Park dalam mengembangkan obyek wisata Mojosemi Forest Park adalah sudah sesuai dengan isi surat perjanjian kerjasama adapun pelaksanaan-pelaksanaan yang tidak sesuai masih bias dibicarakan sesuai pasal 15 tentang aturan tambahan/addendum maupun melalui musyawarah. Berdasarkan Hasil Penelitian maka diperoleh saran sebagai berikut :Bagi Perhutani KPH Lawu Ds, LMDH Lawu Permai dan PT. Bumilawu Amarta Sentosa hendaknya melibatkan desa untuk pemberdayaan masyarakat desa dan sebagai media promosi yang di tampilkan di profil desa agar lebih dikenal lagi. Bagi Perhutani KPH Lawu Ds dan LMDH Lawu Permai hendaknya menjadikan penelitian ini sebagai bahan masukan untuk memperbaiki komunikasi antar pihak dalam pelaksanaan kerjasama di Mojosemi Forest Park. Bagi pengelola PT. Bumilawu Amarta Sentosa diharapkan adanya penelitian ini sebagai bahan evaluasi agar lebih baik lagi dalam pembenahan manajemen pengelolaan obyek wisata Mojosemi Forest Park yang dirasa masih kurang oleh pihak yang terlibat kerjasama. Bagi dosen dan mahasiswa Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Universitas Negeri Malang hendaknya menjadikan hasil penelitian ini sebagai salah satu bahan literatur untuk mata kuliah hokum perdata