SKRIPSI Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2010

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Efektifitas Tata Tertib Sekolah dalam Rangka Penegakan Disiplin Siswa SMA Negeri di Kota Malang

Tika Ardiani

Abstrak


ABSTRAK

 

Ardiani, Tika. 2010. Efektivitas Tata Tertib Sekolah dalam rangka Penegakan Disiplin Siswa SMA Negeri di Kota Malang. Skripsi, Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. H. Suparlan M. Si; (2) Drs. Nur Wahyu Rochmadi, M.Pd, M. Si.

 

Kata Kunci: tata tertib, disiplin, efektivitas.

 

Sekolah adalah salah satu lembaga yang bertugas untuk membentuk kepribadian siswa. Sekolah merupakan tempat terjadinya proses pendidikan untuk menciptakan sumber daya manusia yang diharapkan, manusia yang berkualitas. Sekolah juga bertugas membentuk kepribadian siswa agar mempunyai kepribadian yang luhur, mulia serta berdisiplin tinggi. Sekolah Menengah Atas sebagai salah satu lembaga pendidikan formal merupakan sekolah yang sangat berpengaruh terhadap pembentukan pribadi siswa. Dalam kenyataan sehari-hari dijumpai siswa yang tidak disiplin dan menyimpang dari norma. Permasalahan-permasalahan tersebut tentu mengganggu proses belajar-mengajar. Untuk mengatasi permasalahan-permasalahan tersebut dibentuklah suatu peraturan yang berfungsi untuk membentuk kedisiplinan yaitu tata tertib sekolah. Pertanyaan yang muncul kemudian adalah apakah peraturan tersebut sudah efektif untuk di terapkan di sekolah tersebut ataukah belum. 

Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan tentang latar belakang dibentuknya tata tertib sekolah, bentuk-bentuk pelanggaran tata tertib sekolah, sebab-sebab siswa melanggar tata tertib sekolah, upaya penegakan tata tertib sekolah, dan efektivitas tata tertib dalam membentuk disiplin siswa di sekolah.

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode  kualitatif deskriptif. Sumber data penelitian ini adalah dari penanggung jawab tata tertib di lokasi penelitian. Lokasi penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 4, SMA Negeri 9, dan SMA Negeri 6.Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Prosedur analisis data yang dilakukan adalah pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, mengambil kesimpulan dan verifikasi. 

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Latar belakang dibentuknya tata tertib sekolah antara lain adalah: (a) untuk memberikan kenyamanan dalam lingkungan sekolah, (b) agar siswa tidak bertindak semaunya sendiri, (c) agar siswa disiplin terutama di lingkungan sekolah, (d) mengatur ketertiban siswa dalam proses belajar mengajar guna mencapai mutu pembelajaran yang optimal; (2) Bentuk-bentuk pelanggaran yang dilakukan siswa adalah aspek kerajinan, aspek kerapian, aspek kelakuan, (3) Alasan mengapa siswa melanggar tata tertib ini antara lain (a) pengaruh dari teman, (b) bangun kesiangan, (c) macet, (d) pengaruh dari media massa (televisi), (e) masalah keluarga, (f) kurangnya dukungan dari orang tua siswa, (g) pemberian sanksi yang belum sesuai dengan ketentuan yang ada, (h) sanksi pada pelanggaran ini dianggap kecil oleh siswa; (4) Upaya yang dilakukan oleh sekolah untuk menegakkan tata tertib sekolah antara lain (a) memberikan poin pelanggaran setiap pelanggaran yang dilakukan oleh siswa dengan tertib, (b) memberikan pembinaan kepada siswa secara klasikal, (c) mengadakan sidak ke kelas-kelas, (d) pemanggilan orang tua/wali murid, (e) mengadakan upacara bendera, (f) meminta siswa ikut dalam kegiatan ekstra kurikuler, (5) tata tertib sekolah efektif untuk membentuk kedisiplinan siswa. Hal ini dapat dilihat dari menurunnya jumlah siswa yang melanggar tata tertib sekolah.

Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disarankan agar pendidik dan orangtua dapat menjalin kerjasama dalam memberikan contoh yang baik dalam membimbing siswa untuk meningkatkan kedisiplinan dan mentaati peraturan yang ada di sekolah maupun masyarakat.