SKRIPSI Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

HUBUNGAN TINGKAT PEMAHAMAN HUKUM ORANG TUA DENGAN TINGKAT PERIZINAN PENGENDARA MOTOR DIBAWAH UMUR DI DESA MULYOARJO KECAMATAN LAWANG KABUPATEN MALANG

Wenny Regina Wati

Abstrak


ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui:

(1) Tingkat pemahaman hukum orang tua di desa Mulyoarjo;

(2) Tingkat perizinan pengendara motor dibawah umur di desa Mulyoarjo;

(3) Ada atau tidaknya hubungan antara tingkat pemahaman hukum orang tua dengan tingkat perizinan pengendara motor dibawah umur di desa Mulyoarjo.

Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive random sampling. Sampel dalam penelitian ini diambil 10% dari 300 KK yang memenuhi kriteria tertentu yakni memiliki sepeda motor lebih dari satu dan memiliki anak yang berumur kurang dari 17 tahun. Sumber data diperoleh dari kuisioner, wawancara, dokumentasi. Jenis penelitian ini menggunakan kuantitatif. Dengan rancangan deskriptif. Penelitian dengan rancangan deskriptif mengungkap variabel menggunakan angka kemudian menjabarkan tingkat pemahaman hukum orang tua dan kondisi perizinan pengendara dibawah umur di desa Mulyoarjo. Selain itu juga menggunakan rancangan korelasional product moment yang digunakan peneliti untuk mencari hubungan antar dua variabel yakni antar tingkat pemahaman hukum orang tua terhadap perizinan pengendara motor dibawah umur sehingga dapat diambil kesimpulan.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Pertama,Tingkat pemahaman hukum orang tua di desa Mulyoarjo tergolong dalam kategori cukup tinggi dengan kriteria cukup paham terhadap hukum yang berlaku seperti mengetahui syarat-syarat dalam berkendara, mengetahui jenis pelanggaran lalu lintas serta sanksinya, dan bertindak sesuai dengan peraturan yang berlaku. Hal tersebut dapat diukur dengan beberapa instrumen pertanyaan yang memiliki indikator berdasarkan teori yang ada yang peneliti ajukan dan dijawab oleh responden. Peneliti telah membuat 10 butir pernyataan yang berupa soal kasuistik yang diprediksi bisa menjadi tolak ukur pemahaman hukum yang dimiliki orang tua.

Kedua, berdasarkan jawaban dari 30 responden terhadap 10 butir pernyataan yang diajukan, para orang tuadalam mengizinkan anaknya berkendara dapat  dikategorikan cukup sulit dengan kriteria cukup Sulit memberikan izin kepada anaknya untuk berkendara karena kebutuhan, kemandirian, kepatuhan, serta kondisi lingkungan Hal tersebut dapat diukur dengan beberapa instrumen pertanyaan yang memiliki indikator berdasarkan teori yang ada.

Ketiga, setelah peneliti mendapatkan beberapa data dari variabel tingkat pemahaman hukum orang tua dengan tingkat perizinan pengendara motor dibawah umur, peneliti menggunakan teknik korelasional product moment untuk mengetahui ada atau tidaknya hubungan antara kedua variabel tersebut.

Berdasarkan hasil perhitungan untuk membuktikan hipotesis digunakan

perhitungan koefesien korelasi derajat hubungan antaravariabel X dan variabel Y. Pada rumus koefesien korelasi product moment, Berdasarkan hasil analisis korelasi dari 30 orang responden dapat disimpulkan bahwa apabila variabel pemahaman hukum orang tua (X) terhadap perizinan pengendara motor dibawah umur (Y) menunjukkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara dua variabel tersebut. Koefisien korelasi tingkat menunjukkan hasil yang tidak signifikan yaitu r hitung sebesar 0.314 dan r tabel sebesar 0.361 (rhitung > rtabel). Maka disimpulkan bahwa H0 diterima dan H1 ditolak (rhitung  >rtabel).Sehingga penelitian ini menunjukkan tidak adanya hubungan antara dua variabel tersebut.

Berdasarkan dari pengkajian hasil penelitian yang berjudul hubungan tingkat pemahaman orang tua dengan perizinan pengendara motor dibawah umur di desa Mulyoarjo Kecamatan Lawang Kabupaten Malang ini, penulis bermaksud memberikan saran yakni:

(1) bagi pihak orang tua, mengingat akan pentingnya patuh terhadap peraturan yang berlaku yang mana memiliki tujuan dan dasar dalam pembentukannya, tentu perlu adanya peran serta untuk mengontrol atau meminimalisir pelanggaran lalu lintas berupa suatu tindakan yang tepat di lingkungan terdekat;

(2) bagi peneliti, adapun saran yang perlu diperhatikan yaitu perlunya indikator yang jelas dalam penyusunan instrumen pernyataan, sehingga dapat memudahkan ketika menganalisis data yang telah diperoleh. Selain itu penelitian ini selanjutnya dapat menunjang data yang telah diperoleh dengan wawancara dan sumber yang terpercaya

Kata Kunci: Tingkat Pemahaman Hukum, Tingkat Perizinan Pengendara Motor, Anak dibawah Umur