SKRIPSI Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Penerapan Model Pembelajaran Example non-example berbasis Nilai Pancasila untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran PPKn Kelas X MIPA 1 di SMA Laboratorium UM

iemha ROHANA LAILATUL LATHIIFA

Abstrak


Abstrak

Berdasarkan Observasi yang dilaksanakan pada Hari Jum’at, tanggal 11 Januari 2019 di kelas X MIPA 1 SMA Laboratorium UM dengan materi Ancaman terhadap negara dan upaya penyelesaiannya di bidang  ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya dan pertahanan keamanan dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika Penerapan model pembelajaran example non-example berbasis nilai Pancasila untuk meningkatan hasil belajar siswa kelas X MIPA 1 di SMA Laboratorium UM  untuk mengetahui :

(1) deskripsikan penerapan model pembelajaran example non-example kelas X MIPA 1 di SMA Laboratorium UM;

(2) Untuk menganalisis penerapan model example non-example dalam meningkatkan hasil belajar siswa kelas X MIPA 1 di SMA Laboratorium UM;

(3) Untuk menganalisisi penerapan model example non-example dalam meningkatkan hasil belajar siswa kelas X MIPA 1 di SMA Laboratorium UM. Hasil yang menunjukkan tingkat  keaktifan siswa di kelas tersebut masih tergolong rendah. Hal itu ditunjukkan dengan respon siswa ketika diberi pertanyaan oleh guru. Respon jawaban yang diberikan siswa cenderung lambat dan tidak menyeluruh. Sedangkan secara matematis dapat dihitung jumlah siswa yang menjawab pertanyaan dengan berani mengacungkan tangan selama 2 jam pelajaran hanya satu orang saja. Siswa harus ditunjuk terlebih dahulu agar mau menjawab. Siswa cenderung menanyakan materi yang belum paham kepada teman satu bangkunya bukan kepada guru. Selama pelajaran di hari tersebut tidak ada satupun siswa yang mengajukan pertanyaan. Kesimpulannya, pembelajaran PPKn Kelas X MIPA 1 di SMA Laboratorium UM masih berlangsung secara pasif. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research) yang dilaksanakan dalam dua siklus tindakan, setiap siklus terdiri dari dua pertemuan selama 22x40 menit dan dilakukan evaluasi disetiap akhir siklus. Subjek penelitian ini siswa kelas X MIPA 1 di SMA Laboratorium UM semester genap tahun ajaran 2018/2019. Data yang diperoleh dari penelitian ini yaitu keaktifan dan hasil belajar siswa yang disapat dari hasil observasi selama pembelajaran dan pada saat evaluasi. Instrumen yang digunakan berupa lembar observasi dan dokumentasi.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa keaktifan siswa di kelas X MIPA 1 mengalami banyak peningkatan. Hasil observasi dalam hal keaktifan siswa aspek disiplin mencapai 63% termasuk kriteria baik, spek toleransi mencapai 40% termasuk kriteria cukup, aspek tanggungjawab 48% termasuk kriteria kurang dan aspek kerjasama 65% termasuk kriteria baik. Sedangkan hasil belajar siswa 13,8% atau 5 siswa termasuk dalam kriteria sangat baik, 22,2% atau 8 siswa termasuk ke dalam kriteria baik, 36,1% atau 13 siswa termasuk ke dalam kriteria cukup dan 27,7% atau 10 siswa termasuk ke dalam kriteria kurang. Ketuntasan belajar siswa 10 siswa tuntas dan 26 tidak tuntas.

Hasil tindakan siklus I diketahui sebagai berikut: dalam hal keaktifan siswa aspek disiplin dengan presentase 71% termasuk kriteria baik, aspek toleransi 48% termasuk kriteria kurang, aspek tanggungjawab 56,25% termasuk kriteria cukup dan aspek kerjasama 71,52% termasuk kriteria baik. Sedangkan hasil belajar siswanya mencapai 36,1% atau 13 siswa termasuk sangat baik, 22,2% atau 8 siswa termasuk baik, 33,1% atau 12 siswa termasuk cukup dan 8,3% atau 3 siswa termasuk kurang. Ketuntasan hasil belajar siswa 25 siswa tuntas dan 11 siswa tidak tuntas.

Hasil tindakan siklus II diketahui sebagai berikut: dalam hal keaktifan siswa aspek disiplin 92,3% termasuk kriteria sangat baik, aspek toleransi 95,1% termasuk kriteria sangat baik, aspek tanggungjawab termasuk kriteria 88,8% dan aspek kerjasama 100% termasuk kriteria sangat baik. Sedangkan hasil belajar siswa mencapai 72,2% atau 26 siswa termasuk sangat baik, 27,7% atau 10 siswa termasuk baik untuk kriteria cukup dan kurang tidak ada.

Berdasarkan hasil penelitian, adapun kesimpulan yang diperoleh adalah

(1) Penerapan model pembelajaran example non-example di Kelas X MIPA 1 dilaksanakan dengan tahapan-tahapan yaitu: Pembukaan, Kegiatan Inti Pembelajaran, Refleksi dan Evaluasi;

(2) Penelitian yang dilakukan di kelas X MIPA 1 di SMA Laboratorium UM dengan menggunakan model pembelajaran example non-example dapat meningkatkan keaktifan siswa pada Standart Kompetensi ancaman terhadap negara dan upanya penyelesaiannya di bidang ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya dan pertahanan keamanan;

(3) Penelitian yang dilakukan di kelas X MIPA 1 di SMA Laboratorium UM dengan menggunakan model pembelajaran example non-example dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada Standart Kompetensi ancaman terhadap negara dan upanya penyelesaiannya di bidang ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya dan pertahanan keamanan.

(1) Untuk Guru, dapat menggunakan model pembelajaran example non-example agar pembelajaran dapat berjalan sesuai dengan tujuan yang diharapkan; dan harus melakukan dialog dalam pembelajaran agar siswa aktif terutama saat menggunakan model pembelajaran example non-example;

(2) Untuk Siswa, sebaiknya datang ke sekolah dengan persiapan materi yang akan dipelajari di sekolah  dari rumah sehingga akan mempermudah proses pembelajaran dan harus jujur dan saling memberi yang terbaik yaitu bertanya apabila tidak mengerti dengan materi yang dijelaskan oleh guru.;

(3)Untuk peneliti selanjutnya, pembelajaran model example non-example dapat menjadi pilihan yang baik untuk mengatasi masalah rendahnya keaktifan dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan.

dan penggunaan model pembelajaran example non-example hendaknya diterapkan untuk materi yang menuntut siswa aktif, tidak hanya sekedar teori tetapi implementasinya sehingga akan mendorong siswa untuk berpikir lebih aktif;

(4) Untuk Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan, agar menindaklanjuti penelitian ini sehingga model pembelajaran example non-example ini bisa terus berkembang dan diterapkan untuk siswa. Penelitian ini dapat dikembangkan dengan bentuk yang berbeda,misalnya: penelitian pengembangan ataupun eksperimen agar rujukan untuk model pembelajaran yang serupa bisa lebih banyak.

Kata Kunci: keaktifan, hasil belajar, example non-example