SKRIPSI Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pembinaan Nilai-Nilai Budi Pekerti di Lembaga Pembinaan Khusus Anak Kelas I Blitar

Rahayu Mery

Abstrak


ABSTRAK

Rahayu, Mery. 2019. Pembinaan Nilai-Nilai Budi Pekerti di Lembaga Pembinaan Khusus Anak Kelas I Blitar. Skripsi, Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (I) Dr. H. A. Rosyid Al Atok, M.Pd, M.H. (II) Drs. Suparlan Al Hakim, M.Si.

Kata Kunci: Pembinaan, Nilai, Nilai Budi Pekerti, Lembaga Pembinaan Khusus Anak

Manusia merupakan makhluk ciptaan Tuhan Yang Maha Esa yang paling sempurna.

Manusia diciptakan dengan diberi akal dan pikiran. Secara naluriah manusia akan hidup berdampingan dengan sesama serta menghasilkan keturunan yang disebut dengan anak. Anak merupakan generasi penerus bagi para pendahulunya. Kemajuan suatu bangsa juga tergantung dari kualitas para generasi mudanya. Sehingga peran orang tua, masyarakat, maupun lingkungan berperan penting dalam membentuk kepribadian seorang anak supaya anak berkembang ke arah yang baik. Sedangkan di era modernisasi seperti saat ini yang ditandai dengan perkembangan IPTEK maupun gaya hidup yang berubah dengan sangat cepat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan seorang anak. Anak dengan mudah mengakses segala macam informasi yang diinginkannya. Berhubungan dengan hal tersebut, peran orang tua, masyarakat maupun lingkungan diperlukan kembali untuk mengarahkan anak mengakses informasi sesuai dengan usianya supaya anak tidak terjerumus ke dalam hal-hal yang negatif. Karena pada saat ini bukan hal yang baru apabila terdapat seorang anak yang harus berhadapan dengan hukum, seorang anak terjerat sebuah kasus kriminal yang menyebabkan anak yang bersangkutan harus menjalani masa hukuman dalam sebuah Lembaga Pembinaan Khusus Anak. Pada dasarnya orang tua akan menanamkan nilai-nilai budi pekerti kepada anak-anaknya, akan tetapi ketika seorang anak salah dalam pergaulan dan kurangnya pengawasan ataupun kontrol dari orang tua, maka nilai-nilai budi pekerti yang telah diajarkan oleh orang tuanya akan diabaikan oleh anak tersebut. Oleh karena itu, anak-anak yang harus menjalani hukuman di sebuah Lembaga Pembinaan Khusus Anak akan mendapatkan pembinaan kepribadian termasuk pembinaan nilai-nilai budi pekerti seperti yang dilakukan oleh Lembaga Pembinaan Khusus Anak Kelas I Blitar supaya anak-anak tersebut kembali menjadi anak yang baik dan tidak merugikan dirinya sendiri maupun lingkungan sekitarnya.

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk

(1) untuk mendekripsikan pembinaan nilai-nilai budi pekerti di Lembaga Pembinaan Khusus Anak Kelas I Blitar,

(2) untuk mendeskripsikan faktor pendukung dalam pembinaan nilai-nilai budi pekerti di Lembaga Pembinaan Khusus Anak Kelas I Blitar,

(3) untuk mendeskripsikan hambatan-hambatan yang muncul dalam pembinaan nilai-nilai budi pekerti di Lembaga Pembinaan Khusus Anak Kelas I Blitar,

(4) untuk mendeskripsikan upaya yang dilakukan oleh Lembaga Pembinaan Khusus Anak Kelas I Blitar.

Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian kualitatif deskriptif. Lokasi penelitian dilaksanakan di Lembaga Pembinaan Khusus Anak Kelas I Blitar. Sumber data menggunakan sumber data primer dan sumber data sekunder. Prosedur pengumpulan data yang dilakukan melalui wawancara, observasi langsung ke lapangan, dan dokumen-dokumen di lapangan yang mendukung penelitian. Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Untuk menjamin keabsahan data mengenai data yang diperoleh, peneliti menggunakan pengecekan keabsahan data dengan meningkatkan ketekunan dalam penelitian dan triangulasi sumber.

Hasil penelitian ini adalah

(1) pembinaan nilai-nilai budi pekerti di Lembaga Pembinaan Khusus Anak Kelas I Blitar meliputi kegiatan apel sebanyak tiga kali (apel pagi, apel siang, dan apel sore), upacara pada Hari Nasional, sholat berjamaah khususnya pada waktu sholat dhuhur, kegiatan keagamaan pada bulan Ramadhan, kebersihan lingkungan dan sosialisasi dengan pihak luar seperti pengusaha ayam Dinasti, Dinas Kesehatan Kota Blitar, TNI, dan organisasi perempuan.

(2) Faktor pendukung dalam pembinaan nilai-nilai budi pekerti di Lembaga Pembinaan Khusus Anak Kelas I Blitar yaitu petugas yang selalu memberikan arahan maupun teguran kepada anak didik di LPKA Kelas I Blitar, lingkungan LPKA Kelas I Blitar yang dilengkapi dengan peraturan serta Tamping yang membantu mengkoordinir anak didik lain di LPKA Kelas I Blitar, dan adanya kerja sama dengan pihak luar dalam memberikan sosialisasi dan motivasi kepada anak didik di LPKA Kelas I.

(3) Dalam pelaksanaan pembinaan nilai-nilai budi pekerti di Lembaga Pembinaan Khusus Anak Kelas I Blitar muncul faktor penghambat yaitu kurangnya minat anak didik di LPKA Kelas I Blitar dalam memperbaiki sikap dan perilakunya, tidak adanya psikolog di LPKA Kelas I Blitar, serta sarana dan prasarana Sekolah Istimewa yang kurang memadai.

(4) Sehingga upaya yang dapat dilakukan oleh Lembaga Pembinaan Khusus Anak Kelas I Blitar dalam mengatasi hambatan yang muncul yaitu memberikan teguran secara langsung kepada anak didik, melakukan pendekatan kepada anak didik melalui BK, dan pemberian pre-test serta post-test kepada anak didik di LPKA Kelas I Blitar.

Setelah melakukan penelitian saran yang diberikan oleh peneliti yaitu

(1) anak didik LPKA Kelas I Blitar diharapkan sebisa mungkin mengikuti semua kegiatan pembinaan nilai-nilai budi pekerti dengan sungguh-sungguh.

(2) Lembaga Pembinaan Khusus Anak Kelas I Blitar hendaknya meningkatkan kualitas sarana dan prasarana supaya lebih menunjang kegiatan pembinaan nilai-nilai budi pekerti.

(3) Lembaga Pembinaan Khusus Anak Kelas I Blitar menjaga kerja sama dengan instansi-instansi terkait.