SKRIPSI Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Peranan Politisi Perempuan Dalam Mendukung Kinerja Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Batu Periode 2014-2019

Ullimaz Zerlinda

Abstrak


ABSTRAK

Ullimaz, Zerlinda. 2019. Kinerja Politisi Perempuan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Batu Periode 2014-2019 Berdasarkan Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2008 Tentang Pemilihan Umum. Skripsi, Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Sri Untari, M.Si (II) Drs. Suparman Adi Winoto, S.H, M.Hum

Kata Kunci: Kinerja, Politisi Perempuan, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2008

Abstrak: Kinerja adalah suatu hal yang dilakukan oleh individu, kelompok, maupun organisasi yang bertujuan untuk menunjukkan hasil kepada khalayak luas. Kesejahteraan masyarakat tidak akan terwujud jika tidak adanya kinerja dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah yang memiliki tugas untuk mengawal dan memperjuangkan aspirasi rakyat. Oleh karena itu perlu dilakukannya penelitian dengan judul . Kinerja Politisi Perempuan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Batu Periode 2014-2019 Berdasarkan Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2008 Tentang Pemilihan Umum.

Penelitian ini bertujuan untuk menjabarkan dan mendeskripsikan kinerja, program-program kerja yang dicanangkan oleh politisi perempuan dalam Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Batu dalam memajukan kesejahteraan masyarakat Kota Batu. Serta mengetahui tugas pokok dan fungsi politisi perempuan dalam Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Batu termasuk juga kendala-kendala yang dihadapi dalam merumuskan kebijakan terkait kesejahteraan masyarakat Kota Batu.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Lokasi penelitian dalam penelitian yakni gedung Dewan Perwakilan Rakyat Kota Batu. Beralamat di Jalan Hasanuddin, Junrejo, Kecamatan Batu, Kota Batu, Jawa Timur, Indonesia. Informan dalam penelitian ini yaitu Hj. Dewi Kartika, S.T. dari Fraksi PKB, Shanti Vitria Dewi, S.T., S.H dari Fraksi Parta Golkar, Katarina Dian Nefiningtyas dari fraki Partai Gerindra, Endang Susilaning Rahayu dari Fraksi Partai PDI-Perjuangan, Nur Aulia Lishanti dari Fraksi PAN, dan RR. Reni Agustini, S.H. dari Fraksi Partai Demokrat. Penelitian menggunakan teknik pengumpulan data dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data yang dilakukan menggunakan cara koleksi data atau pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan  kesimpulan atau verifikasi data pengecekan keabsahan data dilakukan dengan cara  triangulasi sumber hal ini untuk menguji kredibilitas data yang dilakukan dengan cara mengecek data yang diperoleh melalui beberapa sumber .

Temuan penelitian ini adalah:

(1) Politisi perempuan dalam Dewan Perwakilan Rakyat Daerah memiliki 4 program yakni program tarian sanduk yang dicanangkan oleh Katarina Dian Nefiningtyas selaku anggota komisi B dari Fraksi Partai Gerindra.Program kerja sosialisasi pemilu yang diinisiatif oleh Reni Agustina S.H. anggota komisi B Fraksi Partai Demokrat. Program kerja selanjutnya yakni pembuatan kebijakan tentang perempuan dan anak yang dibentuk oleh Hj. Dewi Kartika, S.T selaku anggota komisi C dari Fraksi PKB, program kerja RESES atau agenda untuk mendengar aspirasi dalam masyarakat yang diinisiati oleh Nur Aulia Lishanti, selaku wakil ketua Komisi A, Fraksi PAN.

(2) Tugas pokok dan fungsi dari politisi perempuan dalam DPRD Kota Batu tidak memiliki perbedaan antara anggota dewan perempuan dan laki-laki. Hal ini sesuai dengan tugas pokok dan fungsi anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Batu diantaranya, legislasi, pengawasan, dan anggaran.

(3) Pelaksanaan Program Kerja Oleh Politisi Perempuan dalam DPRD Kota Batu tahun 2014-2019 seperti yang telah diketahui memiliki pelaksanaan yang cukup baik hal ini dikarenakan sudah sesuai dengan target atau tujuan yang politisi perempuan dalam Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Batu inginkan. Mulai dari program kerja tarian sanduk, sosialisasi pemilu, pembentukan kebijakan untuk perempuan dan anak, serta RESES atau agenda terjun ke masyarakat Kota Batu telah dilaksanakan dengan cukup baik.

(4) Kinerja yang telah dilakukan oleh politisi perempuan dalam DPRD periode 2014-2019 telah cukup baik, karena seluruh politisi perempuan berpendapat telah melaksanakan program dengan sebaik mungkin dan dengan tujuan yang telah diinginkan yakni untuk menyejahterakan masyarakat Kota Batu.

(5) Kendala yang dihadapi oleh politisi perempuan DPRD Kota Batu tidak begitu banyak. Hanya saja terdapat satu anggota dewan perempuan yang memiliki kendala terhadap menejemen waktu antara kinerja dalam anggota dewan dan keluarga.

Berdasarkan temuan penelitian, disarankan:

(1) politisi perempuan dalam DPRD Kota Batu perlu adanya suatu program tahunan dan program jangka panjang kepada rakyat agar tercipta suatu kondisi masyarakat yang progresif dan sejahtera. Hal ini dapat diberlangsungkannya suatu RESES yang lebih intens kepada masyarakat sehingga produk kebijakan yang dihasilkan dapat merangkul segala lapisan masyarakat dan mewujudkan kehidupan masyarakat ke arah yang lebih baik.

(2) Kepada masyarakat diharapkan mampu menyampaikan aspirasinya secara baik dan dapat memberikan masukan atau saran kepada anggota dewan perempuan agar dapat memiliki kinerja yang lebih baik di masa yang akan datang.