SKRIPSI Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PERAN GURU PPKn DALAM PENGUATAN KARAKTER INTEGRITAS SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN BULLYING DI SMAN 1 LAWANG KABUPATEN MALANG

fadliyatul laili vita handayani

Abstrak


Abstrak: Guru merupakan tokoh terpenting dalam dunia pendidikan. Terutama adalah guru PPkn karena guru PPkn adalah pendidik yang mempunyai tugas memberi bantuan, dorongan, pengawasan dan pembinaan serta tugas yang berkaitan dengan mendisiplinkan peserta didik agar peserta didik tidak melakukan perbuatan yang menyimpang seperti bullying. Dalam hal ini sangat dibutuhkan peran guru PPkn dalam penguatan integritas sebagai upaya pencegahan bullying di SMAN 1 Lawang.

Hasil penelitian ini adalah:

(1) bentuk-bentuk perilaku bullying di SMAN 1 Lawang adalah sebagai berikut:

(a) bullying fisik,

(b) bullying verbal,

(c) bullying relasional,

(d) cyberbullying.

(2) bentuk-bentuk penguatan karakter integritas yang dilakukan sekolah sebagai upaya pencegahan bullying di SMAN 1 Lawang adalah sebagai berikut:

(a) dari sekolah adalah memberikan point pelanggaran,

(b) dari guru adalah memberikan penguatan karakter berupa bimbingan dari guru di sekolah serta memberi teguran atau peringatan saat siswa melakukan kesalahan

(3) peran guru PPKn dalam penguatan karakter integritas sebagai upaya pencegahan bullying di SMAN 1 Lawang adalah sebagai berikut:

(a) memberikan pemahaman dan nasihat di setiap pertemuan saat pelajaran PPKn,

(b) Membimbing dan menilai tingkah laku anak didik sehari-hari di sekolah,

(c) Mengetahui dan membantu menyelesaikan masalah-masalah yang dihadapi siswa dalam kelasnya.

(4) hambatan guru PPKn dalam penguatan integritas sebagai upaya pencegahan bullying di SMAN 1 Lawang adalah siswa yang berangkat dari keluarga atau background masing-masing dan juga kontrol terhadap para siswa di luar sekolah yang sulit.

(5) solusi guru PPKn dalam penguatan integritas sebagai upaya pencegahan bullying di SMAN 1 Lawang adalah menumbuhkan keimanan siswa, memberi perhatian lebih, dan juga memberikan tauladan yang baik.