SKRIPSI Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

STRATEGI PEMBELAJARAN BERBASIS PORTOFOLIO SEBAGAI CARA UNTUK MENINGKATKAN KREATIVITAS SISWA DALAM PELAJARAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN

Hidayatul Afidah

Abstrak


STRATEGI PEMBELAJARAN BERBASIS PORTOFOLIO SEBAGAI CARA UNTUK MENINGKATKAN KREATIVITAS SISWA DALAM PELAJARAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN

Hidayatul Afidah Universitas Negeri Malang Jalan Semarang Nomor 5

Surel: evyaffidah@gmail.com

 

Abstrak

Pada artikel ilmiah ini disajikan informasi mengenai solusi untuk menggali kreativitas siswa dalam pelajaran pendidikan kewarganegaraan (PKn). Solusinya yakni dengan pembelajaran berbasis portofolio, pembelajaran berbasis portofolio yang digunakan dalam pelajaran PKn merupakan pembelajaran yang mengkaji suatu masalah tentang kebijakan pemerintah yang ada di lingkungannya. Kemudian kelompok akan mendiskusikan masalah kebijakan yang ada. Pembelajaran ini dapat mengajak siswa supaya lebih aktif lagi dalam pelajaran PKn dan lebih kreatif dalam membuat tugas dengan cara bekerjasama, menyelesaikan masalah, dan bagaimana menyajikan penayangan supaya menarik. Sehingga siswa menjadi tahu betapa pentingnya partisipasi warga negara.

 

Kata kunci : pembelajaran portofolio, kreativitas, pendidikan kewarganegaraan.

 

Pendidikan kewarganegaraan (PKn) merupakan mata pelajaran wajib yang harus dimuat dalam kurikulum pendidikan dasar dan menengah, serta pendidikan tinggi. Dalam undang-undang Sistem Pendidikan Nasional (SISDIKNAS) pasal 37 ayat (1) dinyatakan bahwa kurikulum pendidikan dasar dan menengah wajib memuat “pendidikan kewarganegaraan”. Selanjutnya pada ayat (2) juga dinyatakan bahwa kurikulum pendidikan tinggi wajib memuat “pendidikan kewarganegaraan”, kemudian pada bagian penjelasan pasal 37 dikemukakan bahwa “pendidikan kewarganegaraan dimaksudkan untuk membentuk siswa menjadi manusia yang memiliki rasa kebangsaan dan cinta tanah air (Murdiono, 2012 : 12).

Selama ini, pembelajaran PKn terlalu menekankan pada aspek nilai moral belaka, yang menempatkan siswa menerima nilai-nilai moral tertentu. Kurang diarahkan pada pemahaman struktur, proses, dan intuisi-intuisi negara dan segala kelengkapannya, dan pada umumnya bersifat dogmatis dan relatif (Murdiono, 2012 : 23). Pembelajaran selama ini berjalan dengan verbalistik dan berorientasi semata-mata pada penguasaan isi dari mata pelajaran PKn. Pengamatan terhadap praktek pembelajaran sehari-hari menunjukkan bahwa pembelajaran difokuskan agar siswa menguasai informasi yang tekandung dalam materi pelajaran dan kemudian dievaluasi seberapa jauh penguasaan itu dicapai oleh siswa. Pembelajaran seakan terlepas dari kehidupan sehari-hari, oleh karena itu siswa tidak mengetahui manfaat yang dipelajari, seringkali tidak tahu bagaimana menggunakan apa yang telah dipelajari dalam kehidupan sehari-hari (Sudrajat, 2012 : 6).

Pada saat ini sudah banyak cara misalnya pembelajaran berbasis portofolio untuk menggali kreativitas siswa dalam mata pelajaran PKn. Implementasi model pembelajaran portofolio akan menjadikan proses belajar mengajar PKn  yang sangat menyenangkan bagi siswa, bila pembelajaran tersebut beserta komponennya memiliki manfaat bagi siwa dalam kehidupannya. Pembelajaran ini dapat digunakan untuk mengembangkan berbagai potensi kebermaknaan siswa, baik berkenaan dengan aspek kognitif, afektif, maupun psikomotorik siswa, terutama pembinaan tatanan nilai, yaitu kepemimpinan diri pada siswa. Model ini sangat potensial dalam meningkatkan motivasi atau semangat belajar siswa dengan tujuan agar siswa menjadi A Good Young Citizenship yang berkualitas sebagai warganegara yang cerdas, kreatif, partisipatif, prospektif, dan bertanggung jawab (Sudrajat, 2012 : 7-8).

Dalam pembelajaran ini siswa tidak hanya diberi materi dalam kelas saja, karena kurikulum 2013 siswa harus berpikir kritis dan memecahkan masalah sendiri. Metode pembelajaran berbasis studi kasus (problem solving) dan strategi pembelajaran berbasis portofolio, siswa akan belajar dan berlatih berpikir kritis, serta membawa siswa untuk mengenal, memilih, dan memunculkan masalah yang ada di lingkungannya. Oleh karena itu, dalam artikel ini akan dibahas tentang strategi pembelajaran berbasis portofolio sebagai cara untuk meningkatkan kreativitas siswa dalam pelajaran PKn.

 

BAHASAN

Pada bagian bahasan dijelaskan secara spesifik mengenai (1) konsep dasar, (2) langkah realisasi, (3)  kelebihan dan kelemahan pembelajaran berbasis portofolio.

 

Konsep Dasar Pembelajaran Berbasis Portofolio

Portofolio dalam pembelajaran PKn merupakan kumpulan informasi yang menggambarkan rencana kelas siswa berkenaan dengan suatu isu kebijakan publik yang telah diputuskan untuk dikaji mereka, baik dalam kelompok kecil maupun kelas secara keseluruhan (Sapriya, 2009 : 212). Berdasarkan definisi tersebut pembelajaran berbasis portofolio yang digunakan untuk pelajaran PKn yakni mengkaji suatu masalah tentang kebijakan pemerintah. Kemudian kelompok akan mendiskusikan masalah kebijakan yang ada di masyarakat.

Ciri-ciri pembelajaran portofolio meliputi:

(1) proses belajar dilakukan secara berkelompok,

(2) membutuhkan proses dan waktu yang lama,

(3) model pembelajaran aktif,

(4) memecahkan suatu masalah (problem solving),

(5) mengumpulkan hasil kerja yang terbaik.

Tujuan dari pembelajaran berbasis portofolio yakni untuk meningkatkan keterampilan siswa. Siswa memperoleh pemahaman yang lebih baik, siswa belajar berpartisipasi dalam menyelesaikan masalah, siswa memperoleh pengalaman dari masalah yang dikaji, siswa belajar cara yang lebih kooperatif dengan orang lain untuk memecahkan suatu masalah, serta untuk mengembangkan pemahaman akan pentingnya partisipasi warga negara.

Langkah-Langkah Pembelajaran Berbasis Portofolio

Dalam pembelajaran PKn berbasis portofolio, langkah-langkah yang harus dilakukan adalah sebagai berikut.

 

Langkah Awal

Tahap pertama/awal yang harus dilakukan yakni:

(1) menjelaskan pengertian dan pelaksanaan tugas portofolio kepada siswa,

(2) guru dan siswa mengumpulkan masalah yang akan dibahas,

(3) menetapkan waktu terakhir diselesaikan.  Dalam langkah yang pertama, guru menjelaskan pengertian portofolio dan guru menerangkan tata cara pelaksanaan tugas portofolio kepada siswa. Kemudian guru mengumpulkan masalah kebijakan yang ada di masyarakat dan siswa hanya bisa memilih satu masalah saja yang akan dibahas oleh kelompok dan kelas. Selanjutnya guru menetapkan waktu pengumpulan tugas portofolio.

 

Langkah Implementasi

Dalam langkah ini kelas dibagi ke dalam empat kelompok. Setiap kelompok bertanggung jawab untuk membuat satu bagian portofolio kelas. Tugas-tugas setiap kelompok kelas adalah sebagai berikut, kelompok 1 bertanggung jawab menjelaskan masalah yang dipilih. Hasil pekerjaan kelompok ini harus memuat :

(a) rangkuman masalah secara tertulis,

(b) menyajikan masalah secara grafis,

(c) identifikasi sumber informasi.

Kelompok 2 bertanggung jawab menjelaskan kebijakan yang sudah ada atau menjelaskan kebijakan alternatif yang dibuat untuk memecahkan masalah. Hasil kelompok ini mencakup hal-hal sebagai berikut:

(a) rangkuman tertulis tentang kebijakan alternatif,

(b) menyajikan kebijakan alternatif secara grafis,

(c) mengidentifikasi sumber informasi.

Kelompok 3 mengusulkan kebijakan publik untuk mengatasi masalah. Hasil kerja kelompok tiga ini memuat:

(a) penjelasan dan justifikasi tertulis untuk kebijakan yang diusulkan kelas,

(b) menyajikan kebijakan publik secara grafis,

(c) identifikasi sumber informasi.

Kelompok 4 membuat rencana tindakan, hal yang harus dimuat yakni:

(a) penjelasan tertulis bagaimana kelas dapat menumbuhkan dukungan pada individu atau kelompok dalam masyarakat terhadap rencana tindakan yang diusulkan,

(b) penjelasan tertulis,

(c) menyajikan tindakan secara grafis,

(d) identifikasi sumber informasi (Sapriya, 2009 : 213-214).

Karya keempat kelompok akan diutamakan pada portofolio kelas. Karya tersebut memiliki dua sesi yaitu :

(a) sesi penayangan, hasil karya (hasil penelitian dan pengumpulan informasi) masing-masing dari keempat kelompok ditempelkan pada satu bidang panel dari papan tayangan. Bahan-bahan yang ditayangkan meliputi pernyataan-pernyataan tertulis, daftar sumber peta, grafik, foto, karya seni asli, dan sebagainya,

(b) sesi dokumentasi keempat kelompok harus memilih bahan terbaik, bermakna, dan memberi bukti paling penting terhadap penelitian yang dikerjakan siswa (Sapriya, 2009 : 214).

 

Tahap Evaluasi

Dalam tahap evaluasi guru mendatangkan siswa dari kelas lain, guru yang mengajar mata pelajaran lain yang tahu tentang masalah yang akan didiskusikan, serta satu tokoh masyarakat yang tahu tentang masalah yang didiskusikan oleh kelas. Siswa merupakan kakak kelas yang juga tahu tentang masalah yang akan dibahas. Siswa, guru, dan tokoh masyarakat tersebut bisa memberi komentar atau masukan terhadap kelas. Guru hanya sebagai pengamat dan guru menilai dari pendapat komentator.

 

Kelebihan dan Kelemahan

Pembelajaran berbasis portofolio yang digunakan dalam pelajaran PKn mempunyai banyak kelebihan, antara lain:

(1) mendorong adanya kolaborasi  (komunikasi dan hubungan) antara siswa dan guru,

(2) meningkatkan dan mengembangkan wawasan siswa mengenai isu atau masalah kemasyarakatan atau lingkungannya,

(3) pengalaman belajar yang tersimpan dalam memori siswa akan lebih tahan lama karena sudah melakukan serangkaian proses belajar, mengetahui, memahami diri sendiri, melakukan aktivitas dan belajar bekerjasama dengan teman-temanya dalam kebersamaan,

(4) memungkinkan guru mengakses kemampuan siswa membuat atau menyusun laporan.

Selain mempunyai banyak kelebihan, pembelajaran berbasis portofolio juga mempunyai kelemahan, antara lain:

(1) membutuhkan waktu yang lama,

(2) memerlukan ketekunan,

(3) memerlukan adanya komunikasi yang erat antara siswa dan guru  (Riadi, 2013).

 

SIMPULAN DAN SARAN

Dari hasil pembahasan yang ditulis dalam artikel ini, terdapat beberapa bahasan yang dapat disimpulkan yakni sebagai berikut.

 

Simpulan

Pembelajaran berbasis portofolio yang digunakan untuk pelajaran PKn yakni mengkaji suatu masalah tentang kebijakan pemerintah. Kemudian didiskusikan dalam suatu kelompok atau kelas. Pembelajaran berbasis portofolio memiliki ciri yakni memecahkan suatu masalah dengan berkelompok. Tujuannya adalah siswa belajar berpartisipasi dalam menyelesaikan masalah dan pentingnya partisipasi warga negara.

Dalam pembelajaran berbasis portofolio langkah pertama yang dilakukan yakni guru dan siswa mengumpulkan masalah kemudian memilih masalah untuk didiskusikan kelas. Langkah implementasi pembelajaran ini yakni dibentuk empat kelompok, masing-masing kelompok mempunyai tugas yakni kelompok 1 menjelaskan masalah yang dipilih kelas. Kelompok 2 menjelaskan kebijakan alternatif yang dibuat untuk memecahkan masalah. Kelompok 3 mengusulkan kebijakan publik untuk mengatasi masalah. Kelompok 4 membuat rencana tindakan. Tahap evaluasi dilakukan oleh guru dengan mengamati komentar siswa, guru, dan tokoh masyarakat.

Pembelajaran berbasis portofolio mempunyai kelebihan dan kelemahan. Kelebihan pembelajaran ini yakni siswa mempunyai pengalaman belajar yang tersimpan dalam memorinya karena sudah melakukan proses serangkaian belajar dari mengetahui, memahami diri sendiri, dan belajar bekerjasama dengan teman-temanya. Selain memiliki kelebihan pembelajaran ini juga memiliki kelemahan yakni memerlukan komunikasi yang erat antara siswa dan guru, serta membutuhkan waktu yang lama.

 

Saran

Adanya pembelajaran PKn berbasis portofolio, siswa tidak akan merasa bosan dengan selalu mendengarkan guru menerangkan. Siswa dapat memahami masalah dan menyelesaikan masalah yang ada dimasyarakat. Guru hanya menuntun siswa dan memberi masukan kepada siswa terhadap situasi dan kondisi yang ada dimasyarakat.

Guru PKn dapat menggunakan pembelajaran ini sebagai salah satu alternatif pemecahan pembelajaran yang inovatif. Guru juga dapat mengembangkan aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik siswa.  Sehingga pembelajaran ini dapat digunakan guru PKn untuk meningkatkan kreativitas belajar siswa.

 

DAFTAR RUJUKAN

Murdiono. 2012. Strategi Pembelajaran Kewarganegaraan Berbasis Portofolio. Yogyakarta: Ombak.

Riadi. 2013. Model Pembelajaran Berbasis Portofolio, (online), (http://www.kajianpustaka.com.html), diakses 10 April 2016.

Sapriya. 2009. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan. Jakarta: Departemen Agama Republik Indonesia.

Sudrajat, Rahmat. 2012. Pengaruh Pembelajaran PKn Berbasis Portofolio Terhadap Pengembangan Karakter Siswa Sebagai Warganegara :Studi Eksperimental Kuasi Pada Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan di Kelas X SMA Bina Dharma 2 Bandung. S2 thesis Universitas Pendidikan Indonesia, (online), ( http://repository.upi.edu/8615/), diakses 6 Mei 2016.