SKRIPSI Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

UPAYA DINAS KESEHATAN PEMERINTAH KOTA MALANG DALAM PENANGGULANGAN HIV/AIDS

Riska Harianti

Abstrak


Abstrak

Kata Kunci: Dinas Kesehatan, HIV/AIDS, Penanggulangan.

Perubahan sosial dalam masyarakat dapat berpotensi positif maupun negatif. Bentuk perubahan sosial yang berpotensi negatif seperti seks bebas baik itu heteroseksual maupun homoseksual serta penggunaan narkoba suntik. Isu-isu terkait perilaku tersebut di Kota Malang ramai diperbincangkan di kalangan masyarakat sebagai perilaku yang beresiko terhadap penularan HIV/AIDS. Jumlah temuan ODHA di Kota Malang mencapai 4.328 orang. Dampak dari virus tersebut bagi penderitanya sangat signifikan yaitu dari segi fisik berupa kualitas kesehatan yang menurun dan yang tidak kalah berpengaruhnya yaitu dampak dari segi psikis dan sosial berupa kecaman stigma dan diskriminasi. Isu persebaran virus HIV/AIDS juga berdampak pada masyarakat yaitu masyarakat menjadi resah terhadap resiko penularan HIV/AIDS. Sebagaimana yang kita ketahui bahwa Pemerintah menyelesaikan permasalahan dilingkungan masyarakat dengan merumuskan serta menetapkan suatu kebijakan publik. Kebijakan tidak serta-merta berupa peraturan perundang-undangan, namun dapat juga berupa program atau agenda kebijakan. Berdasarkan pemaparan terkait HIV/AIDS beserta urgensi upaya penanggulangannya, maka peneliti ingin mengetahui upaya Dinas Kesehatan Pemerintah Kota Malang dalam penanggulangan HIV/AIDS.         

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan:

(1) program Dinas Kesehatan Pemerintah Kota Malang dalam upaya penanggulangan HIV/AIDS,

(2) kendala yang dihadapi dalam implementasi program, dan

(3) solusi untuk menghadapi kendala dalam implementasi program.

Penelitian ini secara spesifik tergolong dalam penelitian deskriptif kualitatif dengan menggunakan analisis pekerjaan dan aktivtas. Lokasi yang dipilih dalam penelitian ini adalah Dinas Kesehatan Kota Malang yang terletak di Jalan Simpang Laksda Adi Sucipto, No.45 Pandanwangi, Blimbing, Kota Malang. Informan dalam penelitian ini terdiri dari: (1) dr. Bayu Tjahjawibawa, (2) Ibu Ivo Rahmada, (3) Ibu Sri Laksmi, (4) Mbak Rika, (5) Mbak Auliya, dan (6) Bapak Imam. Model analisis data dalam penelitian ini yaitu model analisis data kualitatif yang dikemukakan oleh Miles dan Huberman. Peneliti menggunakan metode triangulasi sumber dan triangulasi teknik untuk uji keabsahan data.

Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa Dinas Kesehatan Kota Malang sebagai penyelenggara pembangunan kesehatan mengambil tindakan penanggulangan HIV/AIDS. Dinas Kesehatan Kota Malang dalam menentukan program kebijakan berpedoman pada Keputusan Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang Nomor 188.47/ 18/ 35.73.302/ 2018 tentang Indikator Kinerja Individu pada Dinas Kesehatan Kota Malang dan Surat Perjanjian Kinerja Tahun 2018. Adapun program Dinas Kesehatan Kota Malang dalam penanggulangan HIV/AIDS terdiri dari 7 (tujuh) program, diantaranya yaitu:

(1) pengadaan untuk periksa,

(2) kegiatan pertemuan monitoring dan evaluasi pelayanan,

(3) pertemuan dengan LSM dan lintas sektor,

(4) validasi data,

(5) rakerda KPA,

(6) peringatan hari AIDS sedunia, dan

(7) pelatihan konseling dan testing HIV. Kendala yang dihadapi oleh Dinas Kesehatan Kota Malang dalam menanggulangi HIV/AIDS yaitu:

(1) sasaran program dalam hal ini berupa aspek keikutsertaan dan ketepatan waktu serta persepsi masyarakat yang keliru yaitu adanya stigma dan diskriminasi,

(2) pendanaan kegiatan,

(3) kurangnya staf P2P, dan

(4) pemenuhan standar teknologi. Solusi yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kota Malang untuk menghadapi kendala dalam penanggulangan HIV/AIDS yaitu:

(1) pengadaan sosialisasi,

(2) bersinergi dengan KPA,

(3) pengadaan mobile VCT,

(4) keterlibatan staf Dinas Kesehatan Kota Malang lainnya,

(5) menginput kembali data pada SIHA, (6) negosiasi,

(7) melakukan peminjaman dana pada staf bidang P2P maupun pada Dinas Kesehatan Kota Malang,

(8) mengajukan penambahan staf, dan

(9) membangun relasi yang baik dengan kelompok-kelomppok peduli AIDS.

 

Berdasarkan hasil penelitian ini diharapkan untuk kedepannya ada keterlibatan dari masyarakat yang dianggap berpengaruh, baik di lingkungan masyarakat maupun di lingkungan pendidikan.