SKRIPSI Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN TPS (THINK PAIR AND SHARE) DALAM MATA PELAJARAN PPKN SISWA KELAS X-TKJ SMK PGRI 2 KOTA MALANG

Nike Dwi Puspita putri

Abstrak


MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN TPS (THINK PAIR AND SHARE) DALAM MATA PELAJARAN PPKN SISWA KELAS X-TKJ SMK PGRI 2 KOTA MALANG

Nike Dwi Puspita Putri Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan, Universitas Negeri Malang Jl Semarang No. 5 Malang

email : nikedwipuspita@gmail.com

 

Abstrak : Pendekatan pembelajaran yang diterapkan oleh guru di kelas memang peranan penting untuk mencapai tujuan pembelajaran yang diharapkan. Namun pada kenyataanya, guru belum optimal dalam meningkatkan prestasi belajar siswa X TKJ SMK PGRI 2 Kota Malang. Tingkat ketuntasan belajar siswa X TKJ SMK PGRI 2 Kota Malang masih dibawah standar ketuntasan minimum yang ditetapkan oleh sekolah untuk mata pelajaran PPKn dikarenakan siswa tidak fokus pada materi saat kegiatan belajar mengajar berlangsung, kebanyaakan siswa asik mengobrol sendiri dan celometan ketika guru menerangkan materi pembelajaran. Sebagai upaya peningkatan kualitas proses pembelajaran maka peneliti menggunakan model pembelajaran Think Pair and Share.

Tujuan dari penelitian ini adalah

(1) untuk menjelaskan penerapan model pembelajaran TPS dalam mata pelajaran PPKn,

(2) untuk menggambarkan aktivitas guru dan siswa dalam penerapan model pembelajaran TPS terhadap siswa kelas X TKJ SMK PGRI 2 Kota Malang,

(3) untuk meningkatkan prestasi belajar siswa kelas X TKJ SMK PGRI 2 Kota Malang dengan menggunakan model pembelajaran TPS dalam mata pelajaran PPKn.

Metode penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Dalam penelitian ini menggunakan metodelogi dengan pendekatan kualitatif. Analisis dalam penelitian ini adalah data yang diperoleh dari hasil wawancara, dokumentasi pada siswa dan guru. Analisis data yang akan digunakan dalam  penelitian ini ada tiga fase yaitu, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.

Penerapan model pembelajaran Think Pair and Share dalam matapelajaran PPKn pada penelitian ini sesuai dengan langkah-langkah model pembelajaran tersebut. Aktivitas guru mengalami peningkatan dari kriteria baik menjadi sangat baik. Sedangkan aktivitas siswa menjawab benar dan lengkap dari (31%) 9 siswa mengalami peningkatan menjadi (55%) 16 siswa. Hasil prestasi belajar siswa mengalami peningkatan dan menunjukkan prestasi belajar siswa dari pretes sampai tes akhir tiap siklus sudah mencapai ketuntasan belajar klasikal yang ditetapkan oleh sekolah yaitu 80% siswa dikelas yang tuntas diatas KKM. Maka model pembelajaran Think Pair and Share dapat meningkatakan prestasi belajar siswa pada matapelajaran PPKn pada kelas X TKJ di SMK PGRI 2 Kota Malang.

Penelitian Tindakan Kelas (PTK) sangat bermanfaat bagi guru dan siswa, hendaknya guru mampu memberikan waktu yang cukup untuk penelitian demi peningkatan mutu pembelajaran. Selain itu siswa diharapkan mampu mengikuti setiap tahap dalam model pembelajarab Think Pair and Share untuk meningkatkan keaktifan siswa. Bagi peneliti yang akan melakukan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model pembelajaran Think Pair and Share, hendaknya mempersiapkan segala sesuatu dengan baik dan komunikasi dengan guru pamong yang akan membantu dalam proses penelitian.

 

Kata Kunci : Model Pembelajaran, Think Paid and Share, Prestasi Belajar

 

LATAR BELAKANG

Berdasarkan hasi observasi selama KPL pada tanggal 18 Oktober 2018 di SMK PGRI 2 Kota Malang terdapat permasalahan dalam proses belajar mengajar. Rata- rata siswa kelas X di SMK PGRI 2 Kota Malang, khususnya siswa kelas X TKJ yang menjadi subjek penelitian memiliki kemampuan yang masih kurang optimal yaitu tingkat ketuntasan belajar masih dibawah standar ketuntasan minimum yang ditetapkan oleh sekolah untuk mata pelajaran PPKn dikarenakan siswa tidak fokus pada materi saat kegiatan belajar mengajar berlangsung, kebanyaakan siswa asik mengobrol sendiri dan celometan ketika guru  menerangkan materi pembelajaran. Jika dibiarkan terus-menerus maka hal tersebut akan menjadi kebiasaan buruk siswa sehingga pada akhirnya prestasi belajar siswa khususnya pada mata pelajaran PPKn menjadi tidak optimal. Hal ini dilihat dari nilai ulangan harian kelas X TKJ dari kompetensi dasar sebelumnya didapatkan bahwa dari 29 siswa, 14 anak mendapatkan nilai dibawah 70. Mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan di SMK PGRI 2 Malang memiliki Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) adalah 70 yang sudah di tetapkan oleh sekolah. Siswa dikatakan mencapai ketuntasan belajar klasikal apabila 80% dari siswa di kelas sudah mencapai nilai diatas 70.

Penyebab hal tersebut adalah gaya mengajar guru dalam proses pembelajaran. Guru masih menggunakan metode ceramah saat mengajar siswa kelas X TKJ SMK PGRI 2 Kota Malang. Dengan menggunakan metode ceramah dan penugasan yang selama ini diterapkan oleh guru, ternyata belum bisa membentu siswa dalam pemahaman materi mata pelajaran PPKn. Guru juga belum bisa menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dan menyenangkan, sehingga keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran menjadi kurang aktif dan menciptakan suasana kelas yang membosankan. Kondisi belajar yang demikian membuat kualitas proses pembelajaran belum tercapai dan hasil prestasi belajar siswa belum mencapai ketuntasan belajar klasikal yang ditetapkan oleh sekolah.

Sebagai upaya peningkatan kualitas proses pembelajaran maka peneliti menggunakan model pembelajaran yang sifatnya melibatkan kelompok kecil yang saling bekerja sama dan saling membantu dalam menyelesaikan tugas-tugas yang diberikan oleh guru. Di mana dalam pembelajaran ini siswa lebih aktif belajar bersama untuk saling membantu dalam memecahkan masalah dan mengeluarkan pendapat terhadap teman sekelompoknya. Model pembelajaran yang akan diterapkan kepada siswa kelas X TKJ di SMK PGRI 2 Kota Malang adalah model pembelajaran TPS (Think Pair and Share). Model pembelajaran Think Pair Share (TPS) atau berpikir berpasangan berbagi merupakan jenis pembelajaran kooperatif yang dirancang untuk mempengaruhi pola interaksi siswa. (Trianto, 2010:81). Penerapan model pembelajaran TPS (Think Pair and Share) di SMK PGRI 2 Kota Malang khususnya mata pelajaran PPKn kelas X TKJ diharapkan dapat meningkatkan prestasi belajar siswa.

 

RUMUSAN MASALAH

Berdasarkan latar belakang yang dikemukakan diatas, maka secara terperinci masalah yang akan diteliti adalah meningkatkan prestasi belajar siswa kelas X TKJ SMK PGRI 2 Kota Malang melalui penerapan model pembelajaran TPS dalam mata pelajaran PPKn.

Dari masalah di atas maka dapat diperoleh rumusan penelitian sebagai berikut:

1. Bagaimana penerapan model pembelajaran TPS dalam mata pelajaran PPKn ?

2. Bagamana aktivitas guru dan siswa dalam penerapan model pembelajaran TPS pada mata pelajaran PPKn siswa kelas X TKJ di SMK PGRI 2 Kota Malang?

3. Bagaimanakah prestasi belajar siswa kelas X TKJ di SMK PGRI 2 Kota Malang dalam model pembelajaran TPS ?

 

TUJUAN PENELITIAN

Tujuan penelitian yang dilakukan pada siswa SMK PGRI 2 Kota Malang kelas X TKJ dengan menggunakan model pembelajatan TPS adalah sebagai berikut :

1. Untuk menjelaskan penerapan model pembelajaran TPS dalam mata pelajaran PPKn

2. Untuk menggambarkan aktivitas guru dan siswa dalam pembelajaran TPS terhadap prestasi belajar siswa kelas X TKJ SMK PGRI 2 Kota Malang

3. Untuk meningkatkan prestasi belajar siswa kelas X TKJ SMK PGRI 2 Kota Malang dengan menggunakan model pembelajaran TPS dalam mata pelajaran PPKn.

 

METODE PENELITIAN

Penelitian Tindakan Kelas (PTK) adalah suatu kegiatan penelitian yang berkonteks kelas yang dilaksanakan untuk memecahkan masalah-masalah pembelajaran yang dihadapi oleh guru, memperbaiki mutu dan hasil pembelajaran dan mencobakan hal-hal baru dalam pembelajaran demi peningkatan mutu dan  hasil pembelajaran (Widayati, 2008). Dalam penelitian ini digunakan metodelogi dengan pendekatan kualitatif. Kehadiran peneliti pada penelitian ini, peneliti bertindak sebagai perencana, pemberi tindakan, pengumpul data, penganalisis data dan sekaligus sebagai pembuat laporan hasil penelitian. Lokasi penelitian ini dilaksanakan di SMK PGRI 2 Kota Malang. Penelitian ini dilakukan pada semester genap tahun ajaran 2019. Subjek penelitian dalam penelitian ini adalah siswa kelas X TKJ di SMK PGRI 2 Kota Malang. Data yang akan didapatkan berasal dari aktifitas belajar siswa, aktifitas guru dan hasil prestasi belajar siswa selama kegiatan pembelajaran berlangsung. Data diperoleh melalui observasi dan catatan lapangan dari pelaksanaan pembelajaran menggunakan RPP yang dirancang dengan model pembelajaran PTK dan prestasi belajar siswa diperoleh melalui tes pada akhir siklus I dan II. Sumber data penelitian ini ialah guru mata pelajaran PPKn yaitu Bapak Suhaimi yang akan memberikan data mengenai pelaksanaan pembelajaran PPKn, Siswa kelas X TKJ yang akan memberikan data mengenai pelaksanaan penerapan model pembelajaran TPS (Think Pair and Share) dan dokumen meliputi data profil sekolah, foto saat proses pembelajaran berlangsung, RPP, dan hasil nilai prestasi belajar siswa. Analisis data yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan model alir (flow model) yang dikemukakan oleh Miles dan Huberman (dalam Sugiyono, 2009) yaitu ada tiga fase dalam mengalisis data

(1) Reduksi data,

(2) Penyajian data,

(3) Penarikan Kesimpulan.

 

HASIL PENELITIAN

1. Temuan Siklus I

Temuan-temuan penelitian pada pelaksanaan tindakan di siklus I dapat diuraikan sebagai berikut

a. Penerapan Model Pembelajaran Think Pair and Share

1) Penerapan model pembelajaran Think Pair and Share di siklus I sesuai dengan RPP yang telah dibuat.

2) Penerapan model pembelajaran Think Pair and Share dilakukan secara berkelompok kepada siswa dalam matapelajaran PPKn dan hasil diskusi dibacakan perwakilan perkelompok.

3) Penerapan model pembelajran Think Pair and Share, pada siklus I saat diskusi masih banyak siswa yang ramai atau asik mengobrol dengan temannya.

b. Aktivitas Guru dan Siswa

1) Aktivitas guru

Aktivitas guru dalam model pembelajaran Think Pair and Share pada siklus I yaitu guru melakukan aktivitas sesuai dengan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran yang telah dibuat untuk matapelajaran PPKn. Aktivitas guru pada siklus I terdapat masih banyak kegiatan yang cukup terlaksana belum telaksana dengan baik. Pada siklus I aktivitas guru dikatakan dalam kriteria baik.

2) Aktivitas siswa

Aktivitas siswa pada siklus I yaitu menerapkan model pembelajaran Think Pair and Share. Siswa menjawab dan menyampaikan hasil diskusi yang telah diberikan oleh guru. Hasil aktivitas siswa diketahui (31%) 9 siswa menjawab benar dan lengkap.

c. Hasil Prestasi Belajar

Hasil tes akhir tindakan yang diperoleh dari siklus I mengalami peningkatan yang baik dari hasil pre tes yaitu (31%) 9 siswa yang tuntas diatas KKM. Dari jumlah kesuluruhan siswa memperoleh nilai rata-rata 68. Hasil tes akhir siklus I yaitu (52%) 15 siswa yang tuntas diatas KKM. Dari jumlah nilai keseluruhan siswa memperoleh nilai rata-rata 73.

 

2. Temuan Siklus II

Beberapa temuan penelitian selama pelaksanaan tindakan siklus II adalah sebagai berikut.

a. Penerapan Model Pembelajaran Think Pair and Share

1) Penerapan model pembelajaran Think Pair and Share dilaksanakan sesuai dengan langkah-langkah yang disusun dalam RPP dan mengalami peningkatan proses pembelajaran disiklus II.

2) Penerapan model pembelajaran Think Pair and Share dilakukan secara berkelompok kepada siswa dalam matapelajaran PPKn dan hasil diskusi dibacakan satu-persatu tiap anggota kelompok.

3) Penerapan model pembelajaran Think Pair and Share secara berkelompok berjalan dengan tertib dan tenang, dimana siswa sudah terbiasa dalam berdiskusi dan menyampaikan pendapat.

b. Aktivitas Guru dan Siswa

1) Aktivitas guru

Aktivitas guru dalam model pembelajaran Think Pair and Share pada siklus I yaitu guru melakukan aktivitas sesuai dengan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran yang telah dibuat untuk matapelajaran PPKn. Pada siklus II kegiatan aktivitas guru mengalami peningkatan, dari kegiatan yang cukup terlaksana pada siklus I menjadi terlaksana dengan baik pada siklus II. Maka hasil dari aktivitas guru pada siklus II termasuk kriteria sangat baik.

2) Aktivitas siswa

Aktivitas siswa pada siklus I yaitu menerapkan model pembelajaran Think Pair and Share. Siswa menjawab dan menyampaikan hasil diskusi yang telah diberikan oleh guru. Aktivitas siswa mengalami peningkatan pada siklus II yaitu pada siklus I terdapat (31%) 9 siswa menjawab benar dan lengkap, sedangkan pada siklus II terdapat (55%) 16 siswa menjawab benar dan lengkap.

c. Hasil Prestasi Belajar

Hasil tes akhir tindakan yang diperoleh dari siklus II mengalami peningkatan yang sangat baik. Hal ini menunjukkan bahwa pemahaman dan penguasaan siswa mengenai materi pada kompetensi dasar Intregrasi Nasional dalam Bingkau Bhineka Tunggal Ika telah meningkat. Pada pre tes yaitu (31%) 9 siswa yang tuntas diatas KKM. Dari jumlah nilai keseluruhan siswa mendapatkan nilai rata-rata 68. Pada tes akhir siklus I yaitu (52%) 15 siswa yang tuntas diatas KKM. Dari jumlah nilai keseluruhan siswa mendapatkan nilai rata-rata 73. Sedangkan pada tes akhir siklus II yaitu (83%) 24 siswa yang tuntas diatas KKM. Dari jumlah nilai keseluruhan siswa mendapatkan nilai rata-rata 80. Berarti prestasi belajar siswa mengalami peningkatan pada siklus ini.

PEMBAHASAN

a. Penerapan Model Pembelajaran TPS (Think Pair and Share) dalam Matapelajaran PPKn

Think Pair and Share merupakan suatu cara yang efektif untuk membuat variasi suasana pola diskusi kelas (Komalasari, 2011: 64). Penelitian menerapkan model pembelajaran Think Pair Share pada matapelajaran PPKn untuk menciptakan suasana kelas yang nyaman sehingga dapat meningkatkan pemahaman serta prestasi belajar siswa kelas X TKJ SMK PGRI 2 Kota Malang. Penerapan model pembelajaran Think Pair and Share dilakukan sesuai dengan langkah-langkah model pembelajaran Think Pair and Share. Hasil pemikiran secara individu pada tahap think, kemudian didiskusikan lagi dengan pasangannya pada tahap pairing dan menyampaikan jawaban kepada seluruh kelas pada tahap sharing dapat membuat siswa memiliki kesempatan yang lebih banyak untuk berpikir, merespon dan saling membantu sehingga siswa dapat belajar lebih mandiri dan tidak terlalu tergantung kepada guru.Penerapan model pembelajaran Think Pair and Share dalam matapelajaran PPKn yang sudah diterapkan oleh peneliti diperoleh kelebihan dari model pembelajaran yaitu

(1) meningkatkan partisipasi siswa dalam pembelajaran,

(2) interaksi antar pasangan saat berkelompok menjadikan siswa lebih aktif saat proses pembelajaran,

(3) menimbulkan kepercayaan diri siswa dalam mempresentasikan jawaban,

(4) siswa terlibat langsung saat proses pembelajaran berlangsung,

(5) siswa akan terlatih dalam memecahkan masalah karena bertukar pendapat dan pemikiran dengan kelompoknya.

Model pembelajaran Think Pair and Share pada penelitian ini terbagi menjadi dua siklus yaitu siklus I dan siklus II. Penerapan model pembelajaran Think Pair and Share dilakukan sesuai dengan RPP yang telah dibuat. Dalam pelaksanaan model pembelajaran, peneliti mendapati siswa yang masih tidak memperhatikan dan bercanda sendiri dengan teman lainnya pada saat penerapan model pembelajaran Think Pair and Share di siklus I. Maka untuk mengatasi masalah tersebut model pembelajatan Think Pair and Share pada siklus I saat penyampaian hasil diskusi dibacakan perwakilan perkelompok namun pada saat siklus II penyampaian hasil diskusi dilakukan satu-persatu setiap anggota. Setelah  penerapan model pembelajaran Think Pair and Share di siklus II diterapkan, terlihat ada perkembangan yaitu siswa yang kurang aktif dan tidak memperhatikan menjadi lebih aktif dan mulai memperhatikan saat model pembelajaran Think Pair and Share diterapkan. Maka penerapan model pembelajaran Think Pair and Share dalam matapelajaran PPKn tiap siklus mengalami peningkatan.

 

b. Aktivitas Guru dan Siswa dalam Model Pembelajaran TPS

1. Aktivitas Guru

Guru pada kegiatan pembelajaran ini telah menerapkan model pembelajaran Think Pair and Share kepada siswa dengan kompetensi dasar menganalisis faktor-faktor pembentuk integrasi nasional dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika. Hal ini berkaitan dengan tujuan dari mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan yaitu agar siswa memiliki kemampuan berfikir secara kritis, nasional dan kreatif dalam menanggapi isu kewarganegaraan (Depdiknas, 2006). Peran guru sangatlah penting di dalam proses pembelajaran. Guru memfungsikan dirinya sebagai mediator, innovator, dan fasilitator. Aktivitas yang dilakukan guru yaitu mengecek kesiapan siswa, membimbing siswa menyelesaikan tugas, mengajukan pertanyaan untuk mengecek pemahaman siswa, memberikan kesempatan siswa untuk bertanya, presentasi, dan mengemukakan pendapatnya melalui model pembelajaran Think Pair and Share. Dalam hal ini peneliti berperan langsung sebagai guru pengajar untuk menerapkan model pembelajaran

Think Pair and Share.

Guru melakukan aktivitas sesuai dengan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran yang telah dibuat untuk matapelajaran PPKn. Tahap awal yaitu guru melakukan aktifitas rutin diawal tatap muka (memberi salam,berdoa dan presensi), memotivasi siswa, menyempaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai, tujuan diungkapkan dengan bahasa yang mudah dipahami, meriview materi sebelumnya dan memberikan pre tes kepada siswa sebelum diterapkannya model pembelajaran Think Pair and Share untuk mengetahui hasil prestasi belajar sebelum diterapkannya model tersebut. Tahap inti yaitu guru menjelaskan materi yang akan dipelajari, memberikan kesempatan siswa untuk bertanya tentang materi yang belum dipahami, menjawab pertanyaan siswa mengenai materi yang belum dipahami, menjelaskan tata cara dengan menggunakan model pembelajaran  Think Pair and Share, menerapkan model pembelajaran Think Pair and Share, mengamati dan membimbing siswa, memberikan tes akhir kepada siswa. Tahap akhir menyimpulkan materi pembelajaran yang diajarkan dan mengakhiri pertemuan dengan berdoa, memberi salam.

Hasil observasi yang telah dilakukan observer yaitu bapak R. Suhaimi saat peneliti berperan sebagai guru yang melangsungkan proses belajar mengajar di kelas X TKJ SMK PGRI 2 Malang. Aktivitas guru dengan menggunakan model pembelajaran Think Pair and Share yang telah dilaksanakan mengalami peningkatan. Kegiatan aktivitas guru yang cukup terlaksana pada siklus I menjadi terlaksana dengan baik pada siklus II. Aktivitas guru mengalami peningkatan dari kriteria baik menjadi sangat baik. Hal ini sesuai dengan penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Taj, dkk (2016) yang menunjukkan bahwa pada umumnya aktivitas guru menunjukkan peningkatan dari siklus I ke siklus II.

2. Aktivitas Siswa

Aktivitas belajar merupakan suatu kegiatan yang dilakukan untuk menghasilkan perubahan pengetahuan-pengetahuan, nilai-nilai sikap, dan keterampilan pada siswa sebagai latihan yang dilaksanakan secara sengaja. Keaktifan siswa merupakan salah satu prinsip utama dalam proses pembelajaran. Keaktifan siswa dalam pembelajaran dapat diwujudkan melalui penggunaan berbagai macam variasi model pembelajaran, salah satu model pembelajaran yang akan diterapkan kepada siswa yaitu model pembelajaran Think Pair and Share. Peran siswa dalam pembelajaran ini adalah menerapkan model pembelajaran Think Pair and Share sesuai dengan langkah-langkah yang sudah dijelaskan oleh guru. Hasil aktivitas siswa dalam penerapan model pembelajaran Think Pair and Share dalam menyampaikan dan menjawab hasil diskusi yang telah diberikan oleh guru diketahui pada siklus I terdapat 31% 9 siswa menjawab benar dan lengkap, sedangkan pada siklus II mengalami peningkatan yaitu (55%) 16 siswa menjawab benar dan lengkap. Hal ini sesuai dengan penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Taj, dkk (2016) yang menunjukkan bahwa pada umumnya aktivitas siswa menunjukkan peningkatan dari siklus I ke siklus II. Peningkatan aktivitas siswa terutama pada kegiatan kerja sama dan diskusi antar siswa, baik dalam satu kelompok maupun dengan kelompok yang lain dan juga sebagian besar siswa  sudah mulai aktif bertanya maupun dalam mengemukakan pendapatnya. Hal ini membantu para siswa dalam memahami maksud dari soal tersebut.

 

c. Prestasi Belajar Siswa X TKJ SMK PGRI 2 Kota Malang

Prestasi belajar adalah hasil yang dicapai oleh seseorang setelah ia melakukan perubahan belajar, baik di sekolah maupun di luar sekolah (Ahmadi, 2005:52). Untuk mengetahui tingkat pencapaian prestasi belajar siswa, guru menggunakan tes prestasi belajar guna meningkatkan hasil prestasi belajar siswa dari yang kurang aktif menjadi lebih aktif serta meningkatkan nilai prestasi belajar siswa yang di bawah kriteria ketuntasan minimal menjadi lebih baik. Meningkatkan prestasi belajar siswa, perlu adanya kesiapan belajar baik dari guru maupun siswa. Guru mempersiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan dalam proses pembelajaran dengan tujuan untuk meningkatkan prestasi belajar siswa dan membantu penyampaian materi akan memperoleh hasil yang baik dalam proses belajar mengajar. Begitu pula dengan siswa yang telah siap untuk belajar di kelas akan memperoleh prestasi belajar yang baik dibandingkan dengan siswa yang tidak siap mengikuti pembelajaran. Dengan demikian, kesiapan, keaktifan dan suasana belajar yang menyenagkan pada siswa sangat penting dalam meningkatkan hasil presetasi belajar siswa.

Pembelajaran dengan model pembelajaran Think Pair and Share pada penelitian ini terbagi menjadi dua siklus yaitu siklus I dan siklus II. Pada siklus I, sebelum dilakukan model pembelajaran Think Paid and Share diadakan pre tes untuk mengetahui prestasi belajar siswa kelas X TKJ SMK PGRI 2 Malang sebelum diterapkannya model pembelajaran Think Pair and Share dan setelah diterapkannya model pembelajaran Think Pair and Share dilakukan tes akhir prestasi belajar siklus I sebagai patokan nilai hasil prestasi belajar siswa untuk kegiatan pembelajaran berkutnya. Sedangkan pada siklus II dilakukan tes akhir prestasi belajar siklus II untuk mengetahui peningkatakan nilai prestasi belajar siswa setalah diterapkannya model pembelajaran Think Pair and Share dari siklus I.

Hasil prestasi belajar pada siklus I nilai yang diperoleh dari hasil pre test terdapat 9 orang yang mendapatkan nilai tuntas dan 20 orang belum tuntas. Dari jumlah nilai keseluruhan siswa memperoleh nilai rata-rata 68 dengan presentase hasil belajar sebesar 31% siswa yang tuntas. Sedangkan dari tes akhir prestasi belajar siklus I diketahui bahwa 15 siswa mencapai KKM (Kriteria Kentutasan Minimal) dan 14 siswa masih belum mencapai KKM (Kriteria Kentutasan Minimal). Dari jumlah nilai keseluruhan siswa memperoleh nilai rata-rata 73 dengan presentase hasil belajar 52% siswa yang tuntas . Sehingga presentase hasil belajar siswa pada siklus I adalah 52% siswa yang tuntas dan 48% bagi siswa yang belum tuntas. Dari hasil tersebut dikatakan bahwa siswa belum berhasil mencapai ketuntasan belajar klasikal karena belum mencapai 80% jumlah siswa yang mendapat nilai tuntas. Sehingga pembelajaran menggunakan model pembelajaran Think Pair and Share pada siklus I dinyatakan belum berhasil dan perlu adanya pembelajaran siklus II untuk meningkatkan hasil prestasi belajar siswa kelas X TKJ SMK PGRI 2 Malang. Hasil prestasi belajar pada siklus II nilai yang diperoleh dari hasil tes akhir prestasi belajar siklus II diketahui bahwa 24 siswa mencapai nilai standar ketuntasan dan 5 orang siswa masih belum mencapai KKM (Kriteria Kentutasan Belajar). Dari jumlah nilai keseluruhan siswa memperoleh nilai rata-rata 80. Jadi presentase ketuntasan klasikal adalah 83% siswa yang tuntas dan 27% siswa yang belum tuntas. Dari hasil tes tersebut dikatakan siswa telah mencapai ketuntasan belajar klasikal dan mengalami peningkatan. Maka model pembelajaran Think Pair and Share dinyatakan berhasil. Berdasarkan analisis yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa pembelajaran yang mengacu pada kompetensi dasar yang peneliti lakukan telah berakhir. Dengan demikian disimpulkan bahwa tidak perlu adanya pembelajaran siklus III. Hal ini didukung penelitian terdahulu yang di lakukan oleh Taj, dkk (2016) yang menyatakan bahwa Data yang diperoleh pada siklus I menunjukkan bahwa indikator keberhasilan tindakan belum tercapai. Oleh sebab itu, peneliti melaksanakan siklus II dengan memperbaiki hal-hal yang masih kurang pada siklus I. Dari analisis hasil tes akhir tindakan siklus II diperoleh ketuntasan klasikal sebesar 83%, sehingga pelaksanaan tindakan siklus II dikatakan berhasil.

 

KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan

Penerapan model pembelajaran Think Pair and Share dalam matapelajaran PPKn pada penelitian ini terbagi menjadi dua siklus yaitu siklus I dan siklus II sesuai dengan langkah-langkah model pembelajaran tersebut. Aktivitas guru dengan menggunakan model pembelajaran Think Pair and Share yang telah dilaksanakan mengalami peningkatan. Kegiatan aktivitas guru yang cukup terlaksana pada siklus I menjadi terlaksana dengan baik pada siklus II. Aktivitas guru mengalami peningkatan dari kriteria baik menjadi sangat baik. Sedangkan aktivitas siswa dalam penerapan model pembelajaran Think Pair and Share dalam menyampaikan dan menjawab hasil diskusi yang telah diberikan oleh guru diketahui pada siklus I terdapat 31% 9 siswa menjawab benar dan lengkap, sedangkan pada siklus II mengalami peningkatan yaitu (55%) 16 siswa menjawab benar dan lengkap. Prestasi belajar siswa mengalami peningkatan dari siklus I ke siklus II. Maka model pembelajaran Think Pair and Share dapat meningkatakan prestasi belajar siswa pada matapelajaran Pendidikan Kewarganegaraan pada kelas X TKJ di SMK PGRI 2 Kota Malang.

 

B. Saran

1. Bagi guru

a) Guru hendaknya lebih cermat dan memilih penggunaan model pembelajaran yang dapat membantu siswa untuk mengembangkan potensi yang dimilikinya dan dapat memicu siswa untuk lebih aktif dalam belajar.

b) Penelitian Tindakan Kelas sangat bermanfaat bagi guru dan siswa, diharapkan guru mampu memberikan waktu yang cukup untuk penelitian demi peningkatan mutu pembelajaran.

2. Bagi siwa

a) Siswa diharapkan mampu mengikuti setiap tahap dalam model pembelajaran Think Pair and Share untuk meningkatkan keaktifan siswa guna meningkatkan prestasi belajar siswa.

b) Siswa diharapkan lebih kritis dan berani untuk berpendapat dan bertanya pada guru, sehingga tercipta interaksi antara siswa maupun guru yang membuat suasana pembelajaran yang lebih aktif.

3. Bagi peneliti lain

a) Peneliti selanjutnya diharapkan dapat mengembangkan Penelitian Tindakan Kelas ini sebagai salah satu model penelitian guna meningkatkan kualitas pembelajaran.

b) Bagi peneliti yang akan melakukan Penelitian Tindakan Kelas dengan model pembelajaran Think Pair and Share, hendaknya mempersiapkan segala sesuatu dengan baik dan komunikasi dengan guru pamong yang akan membantu dalam proses penelitian.

 

DAFTAR RUJUKAN

Depiknas. 2006. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Jakarta: Depiknas. Komalasari, Kokom. 2011 . Pembelajaran Kontekstual Konsep dan Aplikasi. Bandung: PT Refika Aditama

Miles, M.B & Huberman, M.A. 1992. Analisis Data Kualitatif. Terjemahan oleh Tjetjep Roihidi. Jakarta: UI Press Taj, dkk. 2016. Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa Melalui Penerapan Model

Pembelajaran Kooperatif Tipe Think Pair Share Alam Pembelajaran IPS di Kelas IV SDN Inpres Mayayap.Jurnal Pembelajaran, 4(12). ISSN 2354-614X.

Trianto, 2010, Mengembangkan Model Pembelajaran Tematik, Jakarta: PT Prestasi Pustaka. Widayati, Ani.2008.Jurnal Pendidikan Akuntansi Indonesia. (Online),

https://journal.uny.ac.id/index.php/jpakun/article/download/1793/1487, (Diakses,2 Januari 2019).