SKRIPSI Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

HUBUNGAN ANTARA TINGKAT KEDISIPLINAN DENGAN PRESTASI BELAJAR PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN (PPKN) SISWA DI SMK NEGERI 1 BATU

Ananda Fannie

Abstrak


ABSTRAK

Ananda, Fannie. 2019. Hubungan antara Tingkat Kedisiplinan dengan Prestasi Belajar PPKn siswa di SMK Negeri 1 Batu. Skripsi, Program Studi Pendidkan Pancasila dan Kewarganegaraan, Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. A. Rosyid Al-Atok, M.Pd., MH., (2) Drs. Suparman Adi Winoto, S.H, M.Hum.

 

Kata Kunci: Disiplin, Prestasi Belajar, Pendidikan Pancasila dan Kewraganegaraan

Disiplin merupakan bentuk tingkah laku taat dan patuh individu dengan aturan-aturan yang berlaku dalam lingkungan dan waktu tertentu karena didorong oleh dua faktor yakni faktor dari dalam Individu (kesadaran diri) dan juga faktor dari luar individu (hukuman atau pujian) dan dapat dicapai melalui latihan-latihan dan percobaan-percobaan secara berulang-ulang disertai dengan kesungguhan hati pribadi individu itu sendiri. Disiplin mutlak adanya terutama pada diri siswa. Disiplin yang tinggi akan mempengaruhi kehidupan seorang siswa. Siswa yang mulai mendisiplinkan diri dari hal-hal kecil maka akan membawa dampak pada kehidupan kedepannya, dengan demikian siswa akan menjadi pribadi yang lebih baik. melalui kedisiplinan yang di tanamkan pada siswa, diharapkan mampu meningkatkan prestasi belajar, khususnya pada mata pelajaran PPKn yang syarat akan penanaman pendidikan karakter, salah satunya karakter disiplin.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui:

(1) Tingkat kedisiplinan siswa di SMK Negeri 1 Batu;

(2) prestasi belajar PPKn siswa di SMK Negeri 1 Batu;

(3) ada/tidaknya hubungan antara tingkat kedisiplinan siswa dengan prestasi belajar PPKn siswa di SMK Negeri 1 Batu.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis korelasi. Sampel diambil dari populasi siswa yang berjumlah 789 siswa, diambil 87 siswa sebagai sampel. Sumber data diperoleh dari angket dan studi dokumen. Penelitian ini menggunakan teknik korelasi Product Moment Pearson yang akan mengungkap ada tidaknya hubungan antara tingkat Keidiplinan dengan Prestasi belajar PPKn siswa. uji validasi dan reliabelitas, sudah dilakukan guna memperoleh kevalidan instrumen yang akan digunakan untuk penelitian.

Hasil peneltitian menunjukkan kedisiplinan siswa di SMK Negeri 1 Batu sangat baik. Hal ini dapat ditentukan dengan perolehan skor angket yakni terdapat 59%(51 siswa) memiliki tingkat kedisiplinan  sangat tinggi sekali, 37%(32 siswa) memiliki tingkat kedisiplinan sangat tinggi, dan 4%(4 siswa) memiliki kedisiplinan tinggi. Siswa-siswa di SMK Negeri 1 Batu dapat dikatakan berprestasi. Hal ini dibuktikan dengan diketahuinya 9%(8 siswa) memiliki nilai sangat tinggi sekali, 67%(58 siswa) memiliki nilai sangat tinggi, dan 24%(21 siswa) memiliki nilai tinggi. Dari perhitungan tersebut dapat diketahui bahwa prestasi belajar PPKn siswa di SMK Negeri 1 Batu yakni Sangat Tinggi.

Berdasarkan hasil perhitungan korelasi Product Moment Pearson hasil analisis dari perhitungan korelasi antara Variabel Kedisipinan (X) dengan Variabel Prestasi Belajar PPKn (Y) dapat diketahui bahwa tidak ada hubungan antara kedisiplinan dengan prestasi belajar PPKn siswa di SMK Negeri 1 Batu. Koefisien korelasi tingkat kedisiplinan dengan perstasi belajar ini menunjukan hasil yang tidak signifikan yaitu  0,098 dan .Sehingga penelitian ini menunjukkan tidak adanya hubungan antara dua variabel tersebut.

Berdasarkan penelelitian ini, peneliti memberikan saran diantaranya:

(1) Bagi sekolah, penilaian prestasi belajar khususnya pada mata pelajaran PPKn tidak hanya dilihat dari hasil ujian tulis siswa, melainkan juga haus dilihat dari perilaku sehari-hari siswa.;

(2) Bagi Guru, guru PPKn dalam melakukan evaluasi siswa memberikan proporsi yang lebih besar pada penilaian afektif sebagai indikator penilaian prestasi belajar PPKn siswa;

 

(3) Bagi peneliti selanjutnya, yaitu perlunya indikator yang jelas dalam penyusunan instrumen, sehingga dapat memudahkan ketika menganalisis data yang telah diperoleh, selain itu peneliti selanjutnya dapat membah data yang  diperoleh agar dapat dikaji dengan lebih baik.