SKRIPSI Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PETE (PERAN TELEVISI ) LOKAL DALAM MEMPERTAHANKAN BUDAYA LOKAL DI ERA GLOBALISASI INFORMASI

Riska Musfaiyah

Abstrak


PETE (PERAN TELEVISI ) LOKAL DALAM MEMPERTAHANKAN BUDAYA LOKAL DI ERA GLOBALISASI INFORMASI

Riska Musfaiyah Universitas Negeri Malang Jalan Semarang Nomor 5

Surel: riskakamus@gmail.com

 

Abstrak

Pada artikel ilmiah ini disajikan informasi mengenai solusi praktis penanganan dalam mempertahankan budaya lokal. Solusi tersebut adalah melalui peran televisi lokal. Tidak dapat dibantah, teknologi informasi memiliki peran besar dalam komunikasi internasional. Perkembangan teknologi informasi yang pesat membuat proses komunikasi tersebut tidak hanya melibatkan individu, tetapi juga komunikasi massa dengan komunitas yang lebih meluas. Dalam artikel ini dipaparkan peran televisi lokal dalam membentuk budaya serta identitas lokal di tengah arus globalisasi. Penggunaan televisi lokal pada budaya lokal merupakan suatu cara yang tepat untuk mempengaruhi identitas publik. Maka dari itu banyak bermunculan televisi lokal di era globalisasi saat ini.

 

Kata Kunci : televisi lokal, globalisasi informasi, budaya

Perkembangan teknologi komunikasi dan informasi yang terjadi saat ini telah menjadikan jarak dan waktu bukan merupakan halangan. Kemajuan pada bidang ini pula yang semakin menumbuhkan kesadaran orang terhadap kebutuhan informasi. Informasi melalui media massa saat ini ikut memegang peranan dalam menentukan aspek-aspek kehidupan manusia.

Penggunaan media massa dalam skala global merupakan salah satu bentuk komunikasi massa. Secara istilah komunikasi massa ini merupakan alat komunikasi yang dioperasikan secara skala besar, menjangkau dan mempengaruhi secara virtual setiap orang dalam masyarakat. Hal ini mengacu pada beberapa media yang sekarang telah mendunia seperti surat kabar, radio, film, televisi dan beberapa lainnya (Kuswandi : 1996).

Media massa saat ini telah ikut memegang peranan dalam menentukan aspek-aspek kehidupan masyarakat. Media yang banyak digunakan saat ini adalah televise (Kuswandi : 1996). Televisi merupakan media yang digunakan dalam proses komunikasi berupa media siaran dan komunikator dan pemirsa adalah komunikan. Sebagai salah satu media massa yang digunakan dalam proses komunikasi, televisi memiliki kelebihan karena sifatnya yang langsung tidak mengenal jarak dan memiliki daya tarik yang kuat.

Isi pesan dalam televisi juga tersaji dalam bentuk audiovisual. Audiovisual merupakan paduan antara suara dan tayangan. Hal inilah yang membuat daya tarik televisi lebih diminati oleh khalayak umum. Selain itu juga televisi memiliki unsur visual berupa gambar, kata-kata, musik, sound effect yang menimbulkan kesan mendalam bagi penontonnya.

Dunia pertelevisisan Indonesia sendiri telah mengalami banyak perkembangan. Pertamanya diawali dengan munculnya stasiun televisi milik pemerintah yaitu TVRI, dan berlanjut diakhiri dengan lahirnya stasiun swasta (Kuswandi : 1996). Beberapa contoh stasiun televise swasta di Indonesia antara lain : RCTI, SCTV, ANTV, dan INDOSIAR. Setelah stasiun-stasiun tersebut muncul semakin banyak stasiun televisi lainnya seperti : Metro TV, Trans TV, dan lain-lain yang semuanya menawarkan keragaman dan keunikannya masing-masing.

Sebagai masyarakat yang telah memiliki identitas dan budaya sendiri dengan nilai-nilai tersendiri, tentunya stasiun televisi lokal perlu dicanangkan. Hal itu terjadi karena dengan semakin banyaknya nilai asing melalui globalisasi media, akan meminggirkan nilai-nilai budaya lokal bahkan hingga merubah identitas asli lokal.

Menghadapi kenyataan diatas maka muncullah bentuk-bentuk siaran regional. Salah satu yang telah menggejala adalah munculnya stasiun TV lokal seperti JTV, Bali TV, dan lain-lain. Munculnya stasiun televisi lokal maka dapat dikatakan bahwa hal ini merupakan salah satu bentuk usaha untuk menghasilkan budaya tandingan dalam dunia informasi dan komunikasi media massa (Kuswandi : 1996). Artikel ini akan membahas bagaimana peran TV lokal pada upaya mempertahankan identitas lokal dalam menghadapi realitas globalisasi media.

 

BAHASAN

Pada bagian ini dijelaskan secara spesifik mengenai (1) konsep dasar, (2) peran televisi, serta (3) kelebihan dan kekurangan televisi lokal

 

Konsep Dasar Televisi Lokal

Istilah televisi berasal dari bahasa Yunani tele yang bermakna jauh dan vision yang bermakna melihat. Jadi secara harfiah televisi bisa dimaknai dengan melihat jauh. Maksudnya adalah melihat sesuatu yang jaraknya sangat jauh dari penonton melalui sebuah alat atau dengan menggunkan media visual atau penglihatan. Secara umum, televisi adalah sebuah media telekomunikasi yang berfungsi untuk menerima siaran gambar bergerak dan suara. Televisi adalah siaran yang merupakan media dari jaringan komunikasi dengan cirri-ciri yang dimiliki komunikasi massa, yaitu berlangsung satu arah, komunikatornya melembaga, pesannya bersifat umum, sasarannya menimbulkan keserampakan dan komunikasinya bersifat heterogen (Effendy : 2000).

Televisi lokal adalah suatu siaran yang merupakan media dari jaringan komunikasi namun memiliki cangkupan hanya terbatas di area regular atau lokal saja, tidak bisa menyeluruh sampai ke TV nasional (Effendy, 2002 : 122). Televisi lokal biasanya menayangkan mengenai budaya-budaya daerah lokalnya sendiri. Setiap daerah biasnya memiliki siaran televisi lokal sendiri. Seperti contohnya di Jawa Timur ada siaran televisi lokal yaitu JTV, kemudian jika di Bali ada TV Bali. Siaran televisi ini sangat berperan penting dalam melestarikan budaya Indonesia khususnya budaya daerah setempat.

Televisi lokal memiliki beberapa cirri-ciri diantaranya adalah

(1) lokal area jaringannya terbatas (hanya buat wilayah tertentu),

(2) lokal konten materi acaranya cenderung lebih menonjol dengan muatan lokal,

(3) siaran yang ditayangkan adalah mengenai budaya daerah setempat. Jika dilihat dari cirri-ciri diatas maka dapat dikategorikan bahwa televisi lokal merupakan suatu media yang memberikan kesan tersendiri bagi setiap daerah yang memilikinya. 

 

Peran Televisi Lokal

Ada banyak peran televisi lokal yang dapat memberikan dampak  terhadap pengembangan budaya dalam hal masyarakat seperti, media televisi lokal hadir sebagai sarana pencerdasan publik. Disini, penggunaan bahasa daerah sangatlah tepat. Sebagai contoh, siaran cara-cara penanganan kehamilan, melahirkan, dan peran bidan desa dalam bahasa Madura sangatlah penting dalam rangka mengurangi angka kematian ibu di kabupaten Jember. Contoh lain, media televisi lokal dapat dipakai untuk pembelajaran tentang pemilihan langsung, dengan menayangkan rekaman siaran yang disiapkan oleh KPUD Kota Batu.

Media televisi dapat berfungsi kritik bagi kepentingan demokrasi. Dengan adanya kebebasan pers setelah era reformasi maka seharusnya kehadiran media untuk terus menerus mengkritik dan memberi masukan kepada kebijakan pemerintah. Media televisi dan mengundang opini, wacana dan diskusi publik untuk meberikan kritik bagi pemerintah. Kritik kepada pemerintah tidak harus dikemas dalam bentuk talkshow tetapi juga film-film dokumenter tentang kemiskinan untuk menyerukan pemerataan pembangunan dan kesejahteraan secara adil, dengan demikian maka demokratisasi akan tetap terpelihara di negara yang kita cintai.

Media televisi berperan sebagai agen perubahan bagi kebudayaan dan peradaban. Ada banyak nilai-nilai positif yang dapat diajarkan. Misalnya film Sang Penari. Film Sang Penari ini menceritakan tentang seorang gadis desa yang berprofesi sebagai penari ronggeng. Dia melestarikan tarian ronggeng. Selain film Sang Penari masih banyak juga film Indonesia yang mengangkat kebudayaan daerah.

 

Kelebihan dan Kekurangan Televisi Lokal

Ada beberapa keuntungan yang diperoleh dari tayangan yang ada pada televisi lokal antara lain :

(1) terwujudnya kemandirian,

(2) banyak variasi program,

(3) terbangunnya kerjasama antara pemerintah daerah dengan pihak penyelenggara televisi lokal.

 

Terwujudnya Kemandirian

Kemandirian membuat televisi lokal akan dapat menayangkan program-progam baru yang lebih berwarna. Efek terpenting lainnya adalah penguatan fungsi lokalitas. Penguatan fungsi lokalitas tersebut adalah acara-acara yang disuguhkan dapat menjadi primadona lokal dalam persaingan televisi nasional. Hal itu merupakan langkah maju dan berpotensi menyukseskan program daerah.

Program daerah yang dimaksud adalah dengan mempromosikan potensi-potensi daerah yang ada di masyarakat. Khususnya adalah potensi yang dimiliki para kalangan remaja lokal. Hal ini dimaksudkan untuk membangun jiwa remaja lokal agar cinta terhadap budaya lokal serta dapat melestarikan budaya lokal tersebut. Untuk itu diberi wadah dengan adanya televisi  lokal yang beredar dan ikut bersaing dengan stasiun-stasiun televisi nasional.

 

Banyak Variasi Program

Dalam acara yang disiarkan pada televisi lokal selalu menyuguhkan berbagai program unggulan. Program tersebut biasanya merupakan program daerah yang diangkat dari isu daerah lingkungan. Kemasan program yang ditayangkan juga sangat bervariasi. Tidak hanya untuk kalangan orang tua tetapi juga cocok ditayangkan untuk kalangan remaja bahkan anak-anak.

Progran yang disuguhkan biasanya bisa berupa tarian daerah, kesenian atau teater daerah baik, dan lain-lain. Program tersebut sangat baik untuk perkembangan anak, karena jika anak-anak diberikan tontotan daerah semacam itu akan mampu mengembangkan potensi anak untuk cinta daerah serta semata-mata untuk meningkatkan nilai budaya daerah itu sendiri.

 

Terbangunnya Kerjasama antara Pemerintah Daerah dengan Pihak Penyelenggara Televisi Lokal

Kerjasama antara pemerintah daerah dengan pihak penyelenggara televisi lokal biasanya terjadi ketika membahas mengenai masalah-masalah yang bersifat lokal, praktis, dan jelas-jelas menyangkut hajat hidup masyarakat lokal. Sehingga meski televisi lokal memiliki pandangan tertentu, tetapi pandangan atau aliran itu tetap bisa eksis. Hal itu bertujuan agar relevan dengan isu keseharian rakyat.

Biasanya TV lokal dimanfaatkan untuk momen-momen tertentu seperti penayangan kegiatan pilkada, selain itu biasanya juga menayangkan mengenai kegiatan studi banding atau pagelaran budaya di pendopo kabupaten. Hal tersebut dilakukan untuk mengangkat budaya lokal agar bisa bersanding di kalangan nasional.

 

Selain memiliki beberapa keunggulan, televisi lokal juga memiliki beberapa kekurangan, antara lain : (1) kurangnya SDM yang berkualitas, (2) jangkauan terbatas pada area lokal

 

Kurangnya SDM yang Berkualitas

TVRI merupakan suatu stasiun televisi milik pem

erintah, maka pegawainya digolongkan sebagai PNS. Sehingga sulit buat dirotasi. Maksudnya sulit untuk membuat tayangan-tayangan yang lebih menarik, monoton hanya itu-itu saja. Padaakhirnya TVRI pun banyak siarannya yang membosankan dan kurang kreatif dikarenakan SDM yang kurang handal.

Sebenarnya tayangan yang diangkat sudah menarik, namun terkadang para pegawainya dalam mengemas tayangan tersebut terlalu monoton dan membuat para penontonnya bosan. Pihak-pihak yang mengemas siarannya tidak bisa menempatkan dan mengelolanya dengan baik. Hasilnya tayangan yang sebenarnya sudah sangaat menarik untuk ditonton terkesan biasa saja dan monoton.

 

Jangkauan Terbatas Pada Area Lokal

Televisi lokal merupakan suatu siaran yang memang ditayangkan di wilayah lokal. Hal itu terjadi karena memang pada dasarnya hanya menyuguhkan mengenai acara-acara, budaya pada daerah lokal tersebut. Hal itu menyebabkan bahwa jangkauan acara yang disiarkan melalui televisi lokal hanya terbatas pada area lokal saja. Maka dari itu budaya yang ditayangkan oleh daerah satu dengan lainnya tidak dapat dilihat. Sehingga masyarakat luar daerah tidak bisa melihatnya.

 

SIMPULAN  DAN SARAN

Berdasarkan uraian informasi pada bagian bahasan, berikut ini disajikan simpulan dan saran yang linier dengan informasi tersebut.

 

Simpulan

Televisi lokal merupakan media yang digunakan untuk melestarikan serta menayangkan budaya daerah setempat. Budaya tersebut merupakan suatu ciri khas dari daerah lokal. Televisi lokal diharapkan dapat menjadi jembatan untuk melestarikan budaya lokal setempat. Sehingga budaya lokal tidak akan hilang begitu saja.

Televisi lokal juga mempunyai beberapa kelebihan antara lain :

(1) terwujudnya kemandirian,

(2) banyak variasi program,

(3) terbangunnya kerjasama antara pemerintah daerah dengan pihak penyelenggara televisi lokal. Namun juga memiliki beberapa kekurangan antara lain

(1) kurangnya SDM yang berkualitas,

(2) jangkauan terbatas pada area lokal.

 

Saran

Televisi lokal sebagai media dalam penayangan suatu acara atau budaya dianggap efektif dalam melestarikan budaya lokal setempat. Melalui televisi lokal diharapkan dapat mengangkat serta mempromosikan budaya lokal setempat. Acara yang ditayangkanpun diharapkan bervariasi dan tidak monoton, sehingga banyak pihak yang akan tertarik melihat acara di televisi lokal. Selain itu banyak masyarakat yang akan merekomendasikan televisi lokal sebagai salah satu stasiun televisi favorit.

Oleh karena itu pemerintah disarankan untuk melakukan pengawasan serta  peninjauan agar eksistensi televisi lokal tetap meningkat jika disandingkan dengan televisi nasional lainnya. Peningkatan SDM yang handal juga perlu digalakkan agar acara yang ditayangkan akan dikemas lebih bervariasi dan menarik untuk ditonton.

 

DAFTAR RUJUKAN

Effendy, Onong Uchjana. 2000. Ilmu, Teori dan Filsafat Komunikasi. Bandung : PT. Citra Aditya Bakti.

Effendy, Onong Uchjana. 2002. Hubungan Masyarakat Suatu Studi Komunikologis. Bandung : PT. Remaja Rosdakarya.

 

Kuswandi, Wawan. 1996. Komunikasi Massa Media Televisi : Sebuah Analisis Isi Pesan Media Televisi. Jakarta : Rineka Cipta.