SKRIPSI Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

MENYANYIKAN LAGU WAJIB NASIONAL SEBAGAI SARANA PENINGKATAN NASIONALISME

Nike Dwi Puspita Putri

Abstrak


MENYANYIKAN LAGU WAJIB NASIONAL SEBAGAI SARANA PENINGKATAN NASIONALISME

Nike Dwi Puspita Putri Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan, Universitas Negeri Malang Jl Semarang No. 5 Malang

email : nikedwipuspita@gmail.com

 

Abstrak : Tingkat nasionalisme pada kalangan generasi muda masa kini kian menurun. Seperti yang kita ketahui bersama, Indonesia adalah negara dengan bangsa yang besar. Ironsinya, generasi muda sebagai agent of chance, dan generasi penerus bangsa banyak yang tidak mau melestarikan budayanya sendiri, bahkan ada yang tidak mengetahuinya. Hal tersebut dikarenakan banyaknya budaya asing yang masuk di Indonesia, dan menyebabkan perubahan perilaku yang lebih mencintai produk luar negeri daripada produk dalam negerinya sendiri. Menyantikan lagu nasionalisme sebagai salah satu cara untuk meningkatkan jiwa nasionalisme penerus bangsa. Tujuan dari kegiatan tersebut adalah untuk memupuk kembali jiwa nasionalisme, mencintai produk lokal dan menghargai bangsanya sendiri.

 

Kata Kunci : Lagu Wajib Nasional, Nasioanalisme, Generasi Muda

Pada era globalisasi seperti saat ini, tidak bisa dipungkiri bahwa dengan  adanya teknologi yang semakin canggih, menyebabkan kebudayaan-kebudayaan asing dengan mudahnya masuk ke tanah air. Kebudayaan-kebudayaan asing tersebut, masuk dengan membawa dampak positif dan dampak negatif. Salah satu dampak negatif dari globalisasi adalah semakin melunturnya jiwa nasionalisme pada diri generasi muda. Banyak generasi muda yang lebih menyukai budaya kebarat-baratan dan membeli produk-produk luar dan bahkan tidak hafal dengan lagu-lagu wajib nasional. Generasi muda lebih banyak menghafal lagu-lagu popular atau lagu barat dibandingkan dengan lagu wajib nasional. Apalagi dengan adanya internet dan sosial media yang sering menayangkan lagu-lagu popular dibandingkan dengan lagu wajib nasional, membuat generasi muda terpengaruh dengan budaya asing dan lebih senang mendengarkan lagu-lagu popular dibandingkan dengan lagu wajib nasional.

Sikap mencintai tanah air dan jiwa nasionalisme perlu untuk ditanamkan kepada generasi muda. Adanya jiwa nasionalisme yang kuat akan membuat persatuan dan kesatuan bangsa menjadi kukuh serta tidak mudah untuk dipecah belah oleh pihak asing. Jiwa nasionalisme yang tinggi sangat diperlukan oleh generasi muda untuk menjaga keutuhan NKRI, membangun negara dalam berbagai aspek kehidupan, dan mengangkat martabat bangsa di mata negara-negara lain di dunia ini. Nasionalisme diperlukan untuk kelangsungan suatu negara yang aman dari masuknya budaya asing yang dapat memunculkan masalah serta menghancurkan bangsa.

Meningkatkan jiwa nasionalisme tidak harus dengan mendengarkan pidato tentang kebangsaan atau membaca buku yang berisi sejarah perjuangan dan biografi para pahlawan bangsa atau cara-cara yang lainnya. Mengetahui dan menyanyikan lagu wajib nasional serta menghayati dan memaknainya untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari merupakan salah satu cara yang dapat dilakukan untuk meningkatkan nasionalisme dalam rangka memperkukuh persatuan dan kesatuan bangsa.  Syair dalam lagu wajib nasional yang mengobarkan semangat perjuangan akan melatih generasi muda untuk menghormati perjuangan para pahlawan bangsa dan mengenang jasa-jasanya di dalam mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dari kekuasaan penjajah, sehingga menumbuhkan semangat nasionalisme, mencintai produk lokal dan menghargai bangsanya sendiri. Generasi muda dapat mengaransemen ulang lagu wajib nasional disesuaikan dengan genre musik yang sedang disukai. Hal ini akan membuat lagu wajib nasional menjadi sering dinyanyikan, sehingga membuat keberadaan lagu-lagu wajib nasional tidak hilang dan menumbuhkan jiwa nasionalisme.

 

BAHASAN

Pada bagian ini dijelaskan secara spesifik mengenai pengertian-pengertian (1) lagu wajib nasional, (2) nasionalisme, (3) generasi muda.

 

Lagu Wajib Nasional

Lagu wajib nasional dapat dikatakan atau disebut juga lagu perjuangan, dimana didalamnya terdapat makna yang berisikan peristiwa sejarah kemerdekaan di Indonesia. Lagu wajib nasional diajarkan mulai dari tingkat pendidikan dasar hingga perguruan tinggi, bahkan wajib pula diketahui seluruh rakyat Indonesia. Salah satu lagu wajib nasional yang dikenal adalah lagu Bagimu Negeri ciptaan Kusbini. Lagu ini dapat dijadikan sebagai media pembelajaran karakter yang dapat diterapkan atau diajarkan disekolah khususnya siswa sekolah dasar. Adapun karakter yang dapat diterapkan pada lagu ini adalah;

(1) Berjanji, berarti mengucapkan janji menyatakan bersedia dan sanggup untuk berbuat sesuatu ( memberi, menolong, datang, dan sebagainya),

(2), Berbakti, memiliki arti tunduk dan hormat, suatu perbuatan yang menyatakan setia (kasih, hormat,tunduk),

(3), Mengabdi, dapat diartikan menghambakan diri untuk kepentingan negeri,

(4), Berkorban dengan jiwa raga, dapat diartikan semangat untuk mengorbankan jiwa dan raga (Hartini, Taufik : 2017).

Lagu wajib nasional adalah lagu berbahasa Indonesia yang syairnya berisi aspek kehidupan bangsa Indonesia. Penciptaan lagu wajib nasional dilatarbelakangi masa perjuangan dan masa kemerdekaan bangsa Indonesia. Syair lagu wajib nasional mencerminkan masa sebelum dan sesudah perang kemerdekaan, jiwa patriot dan kebangsaan yang terungkap lewat syair- syair lagunya terasa sangat menonjol sehingga memberi pengaruh positif bagi semangat rakyat dalam memperjuangkan dan mempertahankan kemerdekaan. Lagu wajib nasional merupakan bagian dari sejarah perjuangan bangsa Indonesia yang harus dihormati dan dihargai (Desternelli,dkk : 2017)

 

Nasionalisme

Asal kata Nasionalisme adalah nation yang berarti bangsa. Dalam, pengertian antropologis dan sosiologis, Bangsa adalah suatu persekutuan hidup yang berdiri sendiri dan masing-masing anggota persekutuan hidup merasa satu kesatuan ras, bahasa, agama, sejarah dan adat-istiadat. Sedangkan dalam pengertian politik adalah masyarakat dalam suatu daerah yang sama, dan mereka tunduk pada kedaulatan negaranya sebagai suatu kekuasaan tertinggi keluar dan kedalam (Badri, 1999 : 58). Nasionalisme dalam sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia dikenal sebagai sebuah kata sakti yang mampu membangkitkan kekuatan berjuang melawan penindasan yang dilakukan kaum kolonialis selama beratus-ratus tahun lamanya (Anggreni,dkk : 2004). Nasionalisme adalah suatu paham yang berpendapat bahwa kesetiaan tertinggi individu harus diserahkan kepada Negara kebangsaan (Hans,1984 : 11). Nasionalisme pada mulanya terkait dengan rasa cinta sekelompok orang pada bangsa, bahasa dan daerah asal usul semula. Rasa cinta seperti itu dewasa ini disebut semangat patriotisme. Jadi pada mulanya nasionalisme dan patriotisme itu sama maknanya (Sutarjo : 2011).

 

Generasi Muda

Generasi muda sendiri pada hakikatnya adalah kelompok masyarakat yang menginginkan penghargaan dan peran dalam masyarakat, serta kejelasan akan masa depannya (Murthahhari, 1996 : 6-7). Generasi muda sebagai generasi penerus cita-cita perjuangan bangsa akan mengambil alih tanggung jawab kepemimpinan, mulai dari kepemimpinan keluarga sampai dengan kepemimpinan bangsa dan negara. Generasi muda dengan kepribadian yang belum stabil, gemar meniru, dan mencari-cari pengalaman baru sangat mudah terpengaruh dan mengadopsi nilai-nilai yang mereka anggap modern dan trend untuk dijadikan anutan dalam menjalani kehidupan mereka (Muzzakir : 2015).

 

SIMPULAN DAN SARAN

Berdasarkan uraian informasi pada bagian bahasan, berikut ibi disampaikan simpulan dan saran yang linier dengan informasi tersebut.

 

Simpulan

Lagu wajib nasional adalah salah satu upaya meningkatkan jiwa nasionalisme generasi muda karena di dalam syair lagu wajib nasional mengandung makna tentang prjuangan bangsa Indonesia. Nasionalisme yang berarti cinta tanah air harus dimiliki para generasi muda. Generasi muda sebagai generasi penerus cita-cita perjuangan bangsa akan mengambil alih tanggung jawab kepemimpinan, mulai dari kepemimpinan keluarga sampai dengan kepemimpinan bangsa dan negara.

 

Saran

Genari muda seharusnya mempunyai jiwa nasionalisme yang tinggi agar tidak terpengaruh dengan budaya-budaya atau produk luar. Generasi muda diharapkan dapat menyanyikan lagu wajib nasional setiap hari untuk meningkatkan jiwa nasionalisme. Menyanyikan lagu wajib nasional yang berbeda-beda setiap hari tidak akan membuat generasi muda lebih mengingat lagi-lagu wajib nasional dibandingkan dengan lagu-lagu popular atau lagu barat. Selain itu dapat dilakukan dengan cara mengaransemen lagu wajib nasional agar susai genre para generasi muda supaya lebih menarik dan sering didengarkan dan tidak mudah bosan.

 

DAFTAR RUJUKAN

Adisusilo, Sutarjo. 2011. Nasionalisme Demokrasi, Civil Society. Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.

Anggreni,dkk. 2004. Nasionalisme.ISNN 0854-7108. Desternelli, dkk. 2017. Meningkatkan Kemampuan Menyanyikan Lagu Wajib Nasional  Dengan Metode Solfegio Di Sekolah Dasar. ISBN 978-602-704 71-2-9.

Hartini, dkk. 2017. Peran Lagu Wajib Nasional “Bagimu Negeri” Dalam Implementasi  Pembelajaran Karakter Siswa Sekolah Dasar. Jurnal Edukasi, (online).  http://journal.um-surabaya.ac.id/index.php/pgsd/article/view/1040. Diakses 9 Februaru 2019.

Kohn, Hans. 1984. Nasionalisme, Arti Dan Sejarahnya. Jakarta: PT. Pembangunan Murtadha,Muthahhari.1996. Menjangkau Masa Depan; Bimbingan Untuk Generasi Muda.  Bandung: Mizan.

Muzzakir. 2015. Generasi Muda Dan Tantangan Abad Modern Serta Tanggung Jawab

Pembinaannya. Jurnal Al-Ta’dib, (online). ejournal.iainkendari.ac.id. Diakses 9  Februari 2019.

 

Yatim, Badri. 1999. Sejarah Peradaban Islam. Dirasah Islamiyah II. Jakarta : P.T. Raja  Grafindo Persada.