SKRIPSI Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PERAN KOMUNITAS INFO SEPUTAR TRENGGALEK DALAM PENANGANAN KEMISKINAN DI KABUPATEN TRENGGALEK

Erwin Montana Deka Nugroho

Abstrak


PERAN KOMUNITAS INFO SEPUTAR TRENGGALEK DALAM PENANGANAN KEMISKINAN DI KABUPATEN TRENGGALEK

Erwin Montana Deka Nugroho Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Malang Jl. Semarang No.5 Malang

Email: 99montano@gmail.com

 

Abstrak

Peran atau peranan dalam kehidupan sehari-hari, namun belum tentu semua orang mengerti arti kata tersebut. Peran merupakan tindakan yang dilakukan seseorang atau sekelompok orang dalam suatu peristiwa”. Berdasarkan pendapat Poerwadarminta maksud dari tindakan yang dilakukan seseorang atau sekelompok orang dalam suatu peristiwa tersebut merupakan perangkat tingkah laku yang diharapkan, dimiliki oleh orang atau seseorang yang berkedudukan di masyarakat. Kedudukan dan peranan tidak dapat dipisahkan satu sama lain karena jika melihat dari pengertian tersebut keduanya saling berhubungan.

Peran merupakan aspek yang dinamis dari kedudukan (status).Apabila seseorang melaksanakan hak dan kewajibannya sesuai dengan kedudukannya, maka hal ini berarti ia menjalankan suatu peranan.Keduanya tidak dapat dipisah-pisahkan dan saling bertentangan satu sama lain. Setiap orang mempunyai macam-macam peranan yang berasal dari pola-pola pergaulan hidupnya. Hal tersebut sekaligus berarti bahwa peranan menentukan apa yang diperbuatnya bagi masyarakat kepadanya.Peranan lebih banyak menekankan pada fungsi, penyesuaian diri dan sebagai suatu proses.

Tujuan penelitian untuk mengetahui

(1) Mengetahui sejarah berdirinya komunitas Info Seputar Trenggalek (IST)

(2) Mengetahui rencana program komunitas Info Seputar Trenggalek (IST) dalam penanganan kemiskinan di Kabupaten Trenggalek

(3) Mengetahui pelaksanaan program Komunitas Info Seputar Trenggalek (IST) dalam penanganan kemiskinan di Kabupaten Trenggalek

(4) Mengetahui kendala kendala yang dihadapi komunitas Info Seputar Trenggalek dalam menangani kemiskinan di Kabupaten Trenggalek

(5) Mengetahui cara mengatasi kendala yang yang dihadapi komunitas Info Seputar Trenggalek dalam menangani kemiskinan di Kabupaten Trenggalek.

Penelitian ini menggunakan Pendekatan kualitatif suatu pendekatan dalam melakukan penelitian yang beroriantasi pada gejala-gejala yang bersifat alamiah karena orientasinya demikian, maka sifatnya naturalistik dan mendasar atau bersifat kealamiahan serta tidak bisa dilakukan di laboratorium melainkan harus terjun di lapangan. Oleh sebab itu, penelitian semacam ini disebut dengan field study. Sedangkan jenis penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif sebagai bagian dari penelitian kualitatif. Tujuan dari penelitian deskriptif ini adalah untuk membuat deskripsi, gambaran, atau lukisan secara sistematis, faktual dan akurat mengenai fakta-fakta, sifat-sifat serta hubungan antar fenomena yang diselidiki.Penelitian dekriptif adalah penelitian yang memberikan gambaran lebih detail mengenai suatu gejala berdasarkan data yang ada, menyajikan data, menganalisis, dan menginterprestasi Sumber data peneliti yaitu informan, peristiwa, dokumentasi. Informan tersebut yaitu Bambang (ketua), Sutinah (bendahara), Bagus (anggota),

Sunarya (kepala bidang perlidungan dan jaminan social, Dinas Sosial). Prosedur pengumpulan data dilakukan dengan  wawancara, pengamatan, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan cara mengumpulkan data, mereduksi data, menyajikan data, serta diakhiri dengan memberikan kesimpulan. Pengecekan keabsahan data dilakukan dengan menggunakan teknik ketekunan pengamatan dan menggunakan teknik trianggulasi.

Temuan penelitian ini adalah:

(1) latar historis berdiri komunitas info seputar Trenggalek berdiri pada tanggal 12 Oktober tahu 2012 yang berawal dari group facebook.

(2) rencana pogram kerja komunitas info seputar Trenggalek ada beberapa program diantaranya:  pengadaan ambulans gratis bagi warga miskin, pembentukan kader  di setiap desa bersinergi dengan Dinas Sosial, pembentukan koperasi sebuah usaha,  bedah rumah,  santunan anak yatim dan dhuafa, bantuan pendidikan kepada anak yang tidak mampu,  membuka destinasi wisata baru,  menjadi relawan gertak.

(3) pelaksanaan program komunitas info seputar Trenggalek dalam menangani kemikinan di Kabupaten Trenggalek berhasil mengurangi kemiskinan dengan program diantaranya: santunan anak yatim dan dhuafa, bantuan pendidikan kepada anak yang tidak mampu, bedah rumah, membuka detinasi wisata baru, menjadi relawan gertak.

(4) kendala yang dihadapi komunitas dalam menangani kemiskinan di Kabupaten Trenggalek yaitu anggaran dan yang terbatas dan adanya misskomunikasi antar korwil dan anggota.

(5) cara mengatasi kendala yang dihadapi komunitas dalam menangani kemiskinan di Kabupaten Tenggalek yaitu dengan bekerja sama dengan donatur diluar komunitas serta penggalanan dana di berbagai korwil yng ada dan meminimalisir kegiatan anggota komunitas.

 Berdasarkan temuan penelitian, disarankan:

(1) Komunitas sebaiknya meningkatkan kerja sama antar Ist pusat, korwil, maupun anggota melalui kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan untuk lebih meningkatkan keharmonisan komunitas dan mengurangi misskomunikasi antar korwil dan angota.

(2) Komunitas sebaiknya bekerjasama dengan masyarakat ketika melakukan kegiatan penanganan kemiskinan agar lebih mudah dalam melaksanakan program.

(3) Komunitas seharusnya tetap menjaga dan mempererat hubungan dengan dinas - dinas terkait agar lebih mudah dalam mencari donatur dan lebi lancar dalam program – program yang berkaitan dengan dinas – dinas terkait.

(4) Pemeritah Kabupaten Trenggalek ebaiknya pemerintah lebih meningkatkan penanganan kemiskinan di Kabupaten Trenggalek yang masih terdapat banyak warga miskin yang berada di daerah yang sulit di jangkau seperti di lereng-lereng gunung sehingga kedepannya warga miskin dan tidak mampu semakin berkurang.

 

Kata kunci: Peran, Komunitas Info Seputar Trenggalek, Kemiskinan

 

PENDAHULUAN

Kemiskinan masih menjadi permasalahan global yang semakin bertambah dari tahun ke tahun seiring dengan meningkatnya berbagai kebutuhan masyarakat. Kemiskinan merupakan momok dan menjadi tantangan yang besar dan dihadapi hampir seluruh negara-negara berkembang seperti India, Laos, Myanmar, Cambodia dan tak terkecuali negara Indonesia. Sudah banyak program-program pemerintah yang ditelurkan guna mengentas kemiskinan di negara Indonesia. Mulai dari program ditingkat pusat hingga daerah, seperti Raskin dan Bantuan Langsung Tunai (BLT) pada akhirnya program-program tersebut tetap menyisakan persoalan yang tidak mampu menekan atau mengurangi angka kemiskinan di Indonesia.

 Kemiskinan adalah situasi yang serba terbatas yang terjadi bukan atas kehendak orang yang bersangkutan. Suatu penduduk dikatakan miskin bila ditandai oleh rendahnya tingkat pendidikan, produktivitas kerja, pendapatan, kesehatan dan gizi serta kesejahteraan hidupnya, yang menunjukkan lingkaran ketidakberdayaan. Di sisi lain Kemiskinan bisa disebabkan oleh terbatasnya sumber daya manusia yang ada, baik lewat jalur pendidikan formal maupun nonformal yang pada akhirnya menimbulkan konsekuensi terhadap rendahnya pendidikan informal (Supriyatna, 1998:90). Masalah kemiskinan yang ada di Indonesia menurut Suharto (2009:131) merupakan masalah sosial yang senantiasa relevan untuk di kaji terus menerus. Semua ini karena masalah kemiskinan telah ada sejak lama dan masih hadir di tengah-tengah kita saat ini, tetapi karena kini gejalanya semakin meningkat sejalan dengan krisis multidimensional yang masih dihadapi oleh Indonesia. Hal ini juga dikarenakan Indonesia merupakan salah satu negara yang sedang berkembang dengan jumlah penduduk yang terus meningkat setiap tahun, sehingga tingkat kesejahteraan rakyatnya masih jauh di bawah tingkat kesejahteraan negara-negara maju.

Mengatasi kemiskinan merupakan salah satu tujuan dari  bangsa indonesia yang terdapat di dalam pembukaan Undang-Undang dasar alinea ke empat ‘’melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia,untuk memajukan kesejahteraan umum,mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan,perdamaian abadi dan keadilan sosial.Karena itulah pemerintah mempunyai tanggung jawab besar dalam mengatasi kemiskinan yang ada di indonesia sehingga peran pemerintah sangat diperlukan guna mengentaskan kemiskinan.menurut Dumairy (1997:157) peran pemerintah dalam perekonomian ada empat macam kelompok: Peran Alokatif, yaitu peranan pemerintah dalam mengalokasikan sumber daya ekonomi agar pemanfaatannya bisa optimal dan mendukung efiensi produksi; Peran Distributif, yaitu peranan pemerintah dalam mendistribusikan sumber daya,kesempatan, dan hail-hasil ekonomi secra adil dan wajar; Peran Stabilisatif,yaitu peranan pemerintah dalam memelihara stabilitas perekonomian dan memulihkannya jika berada dalam keadaan diseguilibrium;Peran Dinamisatif, yaitu peranan pemerintah dalam menggerakan proses pembangunan ekonomi agar lebih cepat tumbuh, berkembang dan maju.

Permasalahan kemiskinan yang ada di indonesia cukup kompleks membutuhkan intervensi semua pihak secara bersama dan terkoordinasi.Namun penanganannya selama ini cenderung parsial dan tidak berkelanjutan.Peran dunia usaha dan masyarakat pada umumnya juga belum optimal.Di indonesia kemiskinan masih melanda di berbagai daerah, hampir semua kabupaten di propinsi Jawa  timur memiliki masalah kemiskinan yang belum terseleaikan sampai sekarang terutama di Kabupaten Trenggalek yang dulu termasuk kabupaten termiskin di Jawa timur.

Kabupaten Trenggalek yang mayoritas masyarakatnya bermata pencaharian sebagai petani dan nelayan. Meskipun Kabupaten Trenggalek sekarang bukan sebagai kabupaten termiskin di Jawa Timur namun masih jauh tertinggal di Kabupaten/Kota di Jawa Timur lainnya. Pemerintah Kabupaten Trenggalek mempunyai kewajiban untuk mengatasi masalah kemiskinan yang ada di kabupaten Trenggalek. Pemerintah memang tidak tinggal diam, selama ini banyak program-program pengentasan kemiskinan yang telah banyak dikeluarkan. Namun tidak sedikit juga yang hanya bersifat reaktif dan temporer, yang tidak berkelanjutan sehingga permasalahan kemiskinan tersebut tidak secara tuntas terselesaikan. Sebut saja program Inpres Desa Tertinggal (IDT), Jaring Pengaman Sosial (JPS), Program Pengembangan Kecamatan (PPK) dan lain-lain.

Menurut data bps trenggalek menyatakan bahwa jumlah dan persentase penduduk miskin Kabupaten Trenggalek memang mulai mengalami penurunan mulai dari tahun 2011-hingga tahun 2014. Dimana pada tahun 2011 angka kemiskinan tertinggi yakni sebanyak 101.183 Jiwa atau 14,90% namun menurun hingga pada tahun 2014 yakni sebanyak 90.040 jiwa atau 13,10% Namun pada tahun 2015 angka kemiskinan kembali meningkat 2.130 jiwa atau sebesar 0,28%. Hal itu yang perlu diwaspadai dan semestinya menjadi bahan evaluasi pemerintah Kabupaten Trenggalek agar untuk tahun mendatang tingkat kemiskinan di Kabupaten Trenggalek dapat ditangani dengan maksimal oleh Pemerintah.

Permasalahan kemiskinan di Kabupaten Trenggalek juga disebabkan oleh berbagai faktor. Dimulai dari rendahnya tingkat pendidikan di Kabupaten Trenggalek serta meningkatnya jumlah pengangguran. Selain itu, banyaknya angka kemiskinan disebabkan oleh tidak tersalurnya bantuan-bantuan kemiskinan secara tidak tepat sasaran. Hal ini rupanya disebabkan oleh data yang dipakai sebagai acuan dalam memberikan program-program kemiskinan tidak valid atauakurat .Sehingga bukan menyelesaikan dan mengurangi angka kemiskinan namun justru memperparah adanya kemiskinan di Kabupaten Trenggalek. Selain itu masyarakat berlomba-lomba untuk menggantungkan hidupnya melalui bantuan-bantuan kemiskinan dari pemerintah walaupun mereka berada pada situasi atau keadaan yang lebih baik dibandingkan dengan mereka yang lebih membutuhkan.Akibatnya banyak terjadi alokasi bantuan bagi masyarakat miskin yang tidak terdistribusi secara tepat.

Dalam proses pengetasan kemiskinan tidak bisa hanya dilakukan oleh pihak pemerintah saja,masyarakat pun harus membantu pemerintah dalam pengentasan kemiskinan.Masyarakat yan dimaksud disini bisa terdiri dari para pengusaha,umkm-umkm,koperasi dan komunitas-komunitas masyarakat.Komunitas di sini adalah komunitas Info Seputar Trenggalek ini merupakan salah satu komunitas terbesar yang ada di Kabupaten Trenggalek komunitas ini sering melakukan kegiatan mengatasi kemiskinan di Kabupaten Trenggalek setiap tahun nya karena membantu mengentaskan kemiskinan sudah termasuk ke dalam visi dan misi komunitas Info Seputar Trenggalek ini.Karena keberhasilan komunitas Info Seputar Trenggalek dalam mengentaskan kemiskinan di Kabupaten Trenggalek, komunitas ini mendapat penghargaan dan apresiasi dari wakil bupati Trenggalek.

 

Landasan Teori

Peran

Sering kita mendengar tentang kata peran atau peranan dalam kehidupan sehari-hari, namun belum tentu semua orang mengerti arti kata tersebut. Berbagai definisi tentang kata arti peranan telah dikemukakan oleh para ahli. Poerwadarminta (1995:751) “peran merupakan tindakan yang dilakukan seseorang atau sekelompok orang dalam suatu peristiwa”. Berdasarkan pendapat Poerwadarminta maksud dari tindakan yang dilakukan seseorang atau sekelompok orang dalam suatu peristiwa tersebut merupakan perangkat tingkah laku yang diharapkan, dimiliki oleh orang atau seseorang yang berkedudukan di masyarakat. Kedudukan dan peranan tidak dapat dipisahkan satu sama lain karena jika melihat dari pengertian tersebut keduanya saling berhubungan.

Peran merupakan aspek yang dinamis dari kedudukan (status).Apabila seseorang melaksanakan hak dan kewajibannya sesuai dengan kedudukannya, maka hal ini berarti ia menjalankan suatu peranan.Keduanya tidak dapat dipisah-pisahkan dan saling bertentangan satu sama lain. Setiap orang mempunyai macam-macam peranan yang berasal dari pola-pola pergaulan hidupnya. Hal tersebut sekaligus berarti bahwa peranan menentukan apa yang diperbuatnya bagi masyarakat kepadanya.Peranan lebih banyak menekankan pada fungsi, penyesuaian diri dan sebagai suatu proses Soerjono Soekanto(2002 : 286).

Menurut Horton dan Hunt (1993:129), peran (role) adalah perilaku yang diharapkan dari seseorang yang memiliki suatu status. Menurut Soerjono Soekanto (2002:441), unsur-unsur peranan atau role adalah:a. Aspek dinamis dari kedudukan.b. Perangkat hak-hak dan kewajiban.c. Perilaku sosial dari pemegang kedudukan.d. Bagian dari aktivitas yang dimainkan seseorang

Berdasarkan paparan teori diatas dapat disimpulkan bahwa.Peran merupakan hal yang dilakukan oleh seseorang yang memiliki status guna melaksanakan hak dan kewajibannya. kesediaan seorang atau oraganisasi dalam melakukan suatu kegiatan dan menyempurnakannya sesuai dengan tanggung jawabnya dengan hasil yang diharapkan.Dan juga memberikan dua harapan dan saling berhubungan untuk mendapatkan reward atau imbalan

 

Komunitas

Berkaitan dengan kehidupan sosial, ada banyak definisi yang menjelaskan tentang arti komunitas. Tetapi setidaknya definisi komunitas dapat didekati melalui pertama, terbentuk dari sekelompok orang, kedua, saling berinteraksi secara sosial diantara anggota kelompok itu, ketiga, berdasarkan adanya kesamaan kebutuhan atau tujuan dalam diri mereka atau diantara anggota kelompok yang lain, keempat, adanya wilayah-wilayah individu yang terbuka untuk anggota kelompok yang lain, misalnya waktu. Pada dasarnya setiap komunitas yang ada itu terbentuk dengan sendirinya, tidak ada paksaan dari pihak manapun, karena komunitas terbangun memiliki tujuan untuk memenuhi kebutuhan setiap individu dalam kelompok tersebut. Suatu komunitas biasanya terbentuk karena pada beberapa individu memiliki hobi yang sama, tempat tinggal yang sama dan memiliki ketertarikan yang sama dalam beberapa hal.

Merujuk pada penjelasan Tonnies (1955 : 75) bahwa komunitas terbagi menjadi Gemeinschaft dan Gesellschaft. Gemeinshcaft merujuk pada jenis komunitas yang berkarakter dimana setiap individu maupun aspek sosial yang ada pada komunitas tersebut berinteraksi secara vertikal dan horizontal, berjalan dengan stabil dalam waktu yang lama, adalah hasil dari adanya pertukaran ritual maupun simbol-simbol sebagaimana yang terjadi dalam interaksi sosial secara nyata yang dibangun face-to-face interaction. Inilah yang di sebut Tonnies komunitas (dalam pengertian) tradisional, dimana setiap individu membantu individu yang lain, setiap individu mengenal identitas atau informasi

individu yang lain, dan ikatan yang terjalin antar-individu sangat kuat serta menjelma dalam berbagai wujud. Gesellschaft adalah kebalikan dari kondisi gemeinschaft, disebabkan oleh semakin banyaknya urbanisasi di kota-kota besar, Tonnies menjelaskan bahwa jenis komunitas ini terbentuk dari berbagai aspek yang sangat berbeda. Setiap anggota komunitas ini memiliki kepentingan yang berbeda-beda, komitmen yang berbeda-beda, dan tidak adanya ikatan antar-individu begitu juga dengan norma dan nilai-nilai yang menjadi pengikatnya. Hubungan yang terjadi antar-individu dalam komunitas ini terjadi sangat dangkal dan lebih bersifat instrument formal belaka. Dalam gesellschaft, komunitas tidak berkembang secara simultan dan tidak membesar, meski anggota komunitas yang ada di dalamnya secara kuantitas berjumlah besar, sebagaimana penduduk ibukota, dan setiap individu akan bertemu denga individu lainnya setiap waktu namun hubungan yang terjalin hanyalah parsial dan sementara.

Komunitas dapat didefinisikan sebagai kelompok khusus dari orang-orang yang tinggal dalam wilayah tertentu, memiliki kebudayaan dan gaya hidup yang sama, sadar sebagai satu kesatuan, dan dapat bertindak secara kolektif dalam usaha mereka dalam mencapai tujuan. Koentjaraningrat berpendapat bahwa suatu komunitas kecil apabila : Komunitas kecil adalah kelompok-kelompok dimana warga-warganya masih salingkenal mengenal dan saling bergaul dalam frekuensi kurang atau lebih besar, karena sifatnya kecil itu juga, maka antara bagian-bagian dan kelompok- kelompok khusus di dalamnya tidak ada aneka warna yang besar.

Komunitas kecil adalah pula kelompok dimana manusia dapat menghayati sebagian besar dari lapangan kehidupan secara bulat. Komunitas dalam penelitian ini dapat diartikan sebagai kelompok sosial yang mempunyai arti perkumpulan beberapa individu.

 

Masyarakat

Masyarakat dalam istilah bahasa Inggris adalah society yang berasal dari kata Latin socius yang berarti (kawan). Istilah masyarakat berasal dari kata bahasa Arab syaraka yang berarti (ikut serta dan berpartisipasi).Masyarakat adalah sekumpulan manusia yang saling bergaul, dalam istilah ilmiah adalah saling berinteraksi. Suatu kesatuan manusia dapat mempunyai prasarana melalui warga-warganya dapat saling berinteraksi.

 Definisi lain,masyarakat adalah kesatuan hidup manusia yang berinteraksi menurut suatu sistem adat istiadat tertentu yang bersifat kontinyu, dan yang terikat oleh suatu rasa identitas bersama. Kontinuitas merupakan kesatuan masyarakat yang memiliki keempat ciri yaitu: 1) Interaksi antar warga-warganya, 2). Adat istiadat, 3) Kontinuitas waktu, 4) Rasa identitas kuat yang mengikat semua warga (Koentjaraningrat, 2009: 115).Semua warga masyarakat merupakan manusia yang hidup bersama,hidup bersama dapat diartikan sama dengan hidup dalam suatu tatanan pergaulan dan keadaan ini akan tercipta apabila manusia melakukan hubungan, Mac lver dan Page (dalam Soerjono Soekanto 2006: 22),memaparkan bahwa masyarakat adalah suatu sistem dari kebiasaan, tata cara,dari wewenang dan kerja sama antara berbagai kelompok, penggolongan, dan pengawasan tingkah laku serta kebiasaan-kebiasaan manusia.

Masyarakat merupakan suatu bentuk kehidupan bersama untuk jangka waktu yang cukup lama sehingga menghasilkan suatu adat istiadat, menurut Ralph Linton (dalam Soerjono Soekanto, 2006: 22) masyarakat merupakan setiap kelompok manusia yang telah hidup dan bekerja bersama cukup lama, sehingga mereka dapat mengatur diri mereka dan menganggap diri mereka sebagai suatu kesatuan sosial dengan batas-batas yang dirumuskan dengan jelas sedangkan masyarakat menurut Selo Soemardjan (dalam Soerjono Soekanto, 2006: 22) adalah orang-orang yang hidup bersama yang menghasilkan kebudayaan dan mereka mempunyai kesamaan wilayah, identitas, mempunyai kebiasaan, tradisi, sikap, dan perasaan persatuan yang diikat oleh kesamaan. Menurut Emile Durkheim (dalam Soleman B. Taneko, 1984: 11) bahwa masyarakat merupakan suatu kenyataan yang obyektif secara mandiri, bebas dari individu-individu yang merupakan anggota-anggotanya.Masyarakat sebagai sekumpulan manusia didalamnya ada beberapa unsur yang mencakup. Adapun unsur-unsur tersebut adalah: 1. Masyarakat merupakan manusia yang hidup bersama; 2. Bercampur untuk waktu yang cukup lama; 3. Mereka sadar bahwa mereka merupakan suatu kesatuan; 4. Mereka merupakan suatu sistem hidup bersama.

Menurut Emile Durkheim (dalam Djuretnaa Imam Muhni, 1994: 29) keseluruhan ilmu pengetahuan tentang masyarakat harus didasari pada prinsip-prinsip fundamental yaitu realitas sosial dan kenyataan sosial.Kenyataan sosial diartikan sebagai gejala kekuatan sosial didalam bermasyarakat. Masyarakat sebagai wadah yang paling sempurna bagi kehidupan bersama antar manusia. Hukum adat memandang masyarakat sebagai suatu jenis hidup bersama dimana manusia memandang sesamanya manusia sebagai tujuan bersama.

Sistem kehidupan bersama menimbulkan kebudayaan karena setiap anggota kelompok merasa dirinya terikat satu dengan yang lainnya (Soerjono Soekanto, 2006: 22). Beberapa pendapat para ahli di atas dapat disimpulkan masyarakat memiliki arti ikut serta atau berpartisipasi, sedangkan dalam bahasa Inggris disebut society. Bisa dikatakan bahwa masyarakat adalah sekumpulan manusia yang berinteraksi dalam suatu hubungan sosial. Mereka mempunyai kesamaan budaya, wilayah, dan identitas, mempunyai kebiasaan,tradisi, sikap, dan perasaan persatuan yang diikat oleh kesamaan.

 

Kemiskinan

Definisi Kemiskinan dalam arti luas adalah keterbatasan yang dimiliki oleh seseorang, keluarga, komunitas, bahkan negara yang menyatakan ketidaknyamanan dalam kehidupan, terancamnya penegakan hak dan keadilan, terancamnya posisi tawar(bargaining) dalam pergaulan dunia, hilangnya generasi, serta suramnya masa depan bangsa.

Kemiskinan adalah keadaan dimana terjadi kekurangan hal-hal yang biasa untuk dipunyai seperti makanan, pakaian, tempat berlindung dan air minum, hal ini berhubungan erat dengan kualitas hidup. Kemiskinan kadang juga berarti tidak adanya akses terhadap pendidikan dan pekerjaan yang mampu mengatasi masalah kemiskinan dan mendapatkan kehormatan yang layak sebagai warga negara.

Hidup dalam kemiskinan bukan hanya hidup dalam kekurangan uang dan tingkat pendapatan rendah, tetapi juga banyak hal lain, seperti tingkat kesehatan dan pendidikan rendah, perlakuan tidak adil dalam hukum, kerentanan terhadap ancaman tindak kriminal, ketidakberdayaan dalam menentukan jalan hidupnya sendiri(Suryawati, 2005:122). Kemiskinan dibagi dalam empat bentuk, yaitu:

a) Kemiskinan absolut

Kemiskinan absolut yaitu kondisi seseorang yang memiliki pendapatan di bawah garis kemiskinan atau tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan pangan, sandang, papan, kesehatan, perumahan, dan pendidikan yang dibutuhkan untuk bisa hidup dan bekerja.

b) Kemiskinan relatif

Kemiskinan relatif dilihat dari kondisi miskin karena pengaruh kebijakan pembangunan yang belum menjangkau seluruh masyarakat, sehinggamenyebabkan ketimpangan pada pendapatan.

c) Kemiskinan kultural.

Kemiskinan kultural mengacu pada persoalan sikap seseorang atau masyarakat yang disebabkan oleh faktor budaya, seperti tidak mau berusaha memperbaiki tingkat kehidupan, malas, pemboros, tidak kreatif meskipun ada bantuan dari pihak luar.

d) Kemiskinan struktural

Kemiskinan struktural merupakan situasi miskin yang disebabkan oleh rendahnya akses terhadap sumber daya yang terjadi dalam suatu sistem sosial budaya dan sosial politik yang tidak mendukung pembebasan kemiskinan, tetapi seringkali menyebabkan suburnya kemiskinan.

Menurut Jhingan (2012:16), ada tiga ciri utama negara berkembang yang menjadi penyebab dan sekaligus akibat yang saling terkait pada kemiskinan. Pertama, prasarana pendidikan yang tidak memadai sehingga menyebabkan tingginya penduduk buta huruf dan tidak memiliki keterampilan dan keahlian. Ciri kedua, sarana kesehatan dan pola konsumsi buruk sehingga hanya sebagian kecil penduduk yang bisa menjadi tenaga kerja produktif, dan ketiga adalah penduduk terkonsentrasi di sektor pertanian dan pertambangan dengan metode produksi yang telah usang dan ketinggalan zaman.

 

METODE PENELITIAN

Penelitian ini menggunakan Pendekatan kualitatif merupakan suatu prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis maupun lisan dari orang-orang atau masyarakat dan perilaku yang dapat diambil. Sedangkan jenis penelitian adalah deskriptif yang diperoleh dari data-data berupa tulisan, kata-kata dan dokumen yang berasal dari sumber atau informan yang diteliti dan dapat dipercaya. Sumber data peneliti yaitu informan, peristiwa, dokumentasi. Informan tersebut yaitu Bambang (ketua), Sutinah (bendahara), Bagus (anggota).

Prosedur pengumpulan data dilakukan dengan  wawancara, pengamatan, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan cara mengumpulkan data, mereduksi data, menyajikan data, serta diakhiri dengan memberikan kesimpulan. Pengecekan keabsahan data dilakukan dengan menggunakan teknik ketekunan pengamatan dan menggunakan teknik trianggulasi

Gambar 2.1 Model interaktif komponen analisis data (Sumber:  Sugiyono, 2016: 247)

latar historis berdiri komunitas info seputar Trenggalek berdiri pada tanggal 12 Oktober tahu 2012 yang berawal dari group facebook. Rencana pogram kerja komunitas info seputar Trenggalek ada beberapa program diantaranya:  pengadaan ambulans gratis bagi warga miskin, pembentukan kader  di setiap desa bersinergi dengan Dinas Sosial, pembentukan koperasi sebuah usaha,  bedah rumah,  santunan anak yatim dan dhuafa, bantuan pendidikan kepada anak yang tidak mampu,  membuka destinasi wisata baru,  menjadi relawan gertak. Pelaksanaan program komunitas info seputar Trenggalek dalam menangani kemikinan di Kabupaten Trenggalek berhasil mengurangi kemiskinan dengan program diantaranya: santunan anak yatim dan dhuafa, bantuan pendidikan kepada anak yang tidak mampu, bedah rumah, membuka detinasi wisata baru, menjadi relawan gertak. Kendala yang dihadapi komunitas dalam menangani kemiskinan di Kabupaten Trenggalek yaitu anggaran dan yang terbatas dan adanya misskomunikasi antar korwil dan anggota. Cara mengatasi kendala yang dihadapi komunitas dalam menangani kemiskinan di Kabupaten Tenggalek yaitu dengan bekerja sama dengan donatur diluar komunitas serta penggalanan dana di berbagai korwil yng ada dan meminimalisir   kegiatan anggota komunitas.

 

SARAN

(1) Komunitas sebaiknya meningkatkan kerja sama antar Ist pusat, korwil, maupun anggota melalui kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan untuk lebih meningkatkan keharmonisan komunitas dan mengurangi misskomunikasi antar korwil dan angota.

(2) Komunitas sebaiknya bekerjasama dengan masyarakat ketika melakukan kegiatan penanganan kemiskinan agar lebih mudah dalam melaksanakan program.

(3) Komunitas seharusnya tetap menjaga dan mempererat hubungan dengan dinas - dinas terkait agar lebih mudah dalam mencari donatur dan lebi lancar dalam program – program yang berkaitan dengan dinas – dinas terkait.

(4) Pemeritah Kabupaten Trenggalek ebaiknya pemerintah lebih meningkatkan penanganan kemiskinan di Kabupaten Trenggalek yang masih terdapat banyak warga miskin yang berada di daerah yang sulit di jangkau seperti di lereng-lereng gunung sehingga kedepannya warga miskin dan tidak mampu semakin berkurang.

 

DAFTAR RUJUKAN

DAFTAR PUSTAKA

A.Imam Muhni, Djuretna. 1994. Moral dan Religi Menurut Emile Durkheim dan Henri Bergson. Yogyakarta. Kanisius

Abdullah Syukriy dan Abdul halim. 2006. Studi atas Belanja Modal pada Anggaran Pemerintah daerah dalam hubungan dengan pemerintah dan sumber pendapatan. Jurnal Akuntansi Pemerintah vol 2, No. 2

Arikunto, Suharsimi. 2010. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta

B.Taneko. Soleman. 1984. Struktur dan Proses Sosial: suatu pengantar sosiologi pembanguan. Jakata: Rajawali Press

Basrowi, dan Suwandi. 2008. Memahami Penelitian Kualitatif. Jakarta: Rineka  Cipta.

Dumairy. 1997. Perekonomian Indonesia, Penerbit Erlangga Jakarta Hadi, Sutrisno. 1987. Metodologi  research. Yogyakarta : andi offset Koentjaraningrat. 2003. Pengantar Antropologi. Jakarta: Rineka Cipta. Koentjaraningrat. 2009. Pengantar Antropologi. Jakarta: Rineka Cipta. Kriyantono, Rachmat. 2009. Teknik Praktis Riset Komunikasi. Malang: Prenada Media Group

Moleong, L,. J. 2016. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya. Moleong, Lexy J. 2007. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT. Remaja Rosda Karya

Mundir, Sudikin. 2005. Metodologi penelitian membimbing dan mengantar kesuksesan anda dalam dunia penelitian. Surabaya : insane cendikia

Nazir, M. 1998. Metode Penelitian. Jakarta: Ghalia Indonesia Nazir, Muhammad. 1986. Metode Penelitian. Bandung: Remaja Rosdakarya Paul B. Horton, dan Chester L. Hunt. 1993. Sosiologi. Jakarta: Erlangga.

Poerwadarminta. W.J.S. 1995. Kamus Umum Bahasa Indonesia. Jakarta: PT. Balai Pustaka Soekanto, Soerjono, 2002, Teori Peranan, Jakarta, Bumi Aksara Soekanto, Soerjono, 2006, Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta: Raja Grapindo Persada Sugiyono. 2009. Memahami Penelitian Kualitatif. Bandung: Alfabeta.

Sugiyono. 2011. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif Dan R&D. Bandung: Cv Alfabeta. Sugiyono. 2013. Memahami Penelitian Kualitatif. Bandung: Cv Alfabeta. Sugiyono. 2016. Metode Penelitian Kualitatif, Kuantitatif Dan R&D. Bandung: Cv Alfabeta

Suharto,Edi. 2009. Membangun Masyarakat Memberdayakan Masyarakat. Bandung. PT Refika Aditama. Sukmadinata, 2006. Metode Penelitian Kuantitatif. Bandung: Graha Aksara

Supriatna, Tjahya. 1998. Birokrasi Pemberdayaan dan Pengentasan Kemiskinan. Bandung : Humaniora Utama Press.

Tonies, Ferdinand. 1955. Community and Association: (Gemeinschaft und Gessellschaft). International library of socioloy and recontruction University of Michigan. Routledge & Paul

Perundangan: Katalog BPS : 1503.3503. Kabupaten Trenggalek dalam Angka 2016.

Sumber Lain:

Soyomukti, Nurani. 2016. Kemiskinan di Trenggalek. Diakses pada tanggal 10 Oktober 2018 dari  (https://literasitrenggalek.wordpress.com/2016/05/26/kemiskinan-di-trenggalek/)