SKRIPSI Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PENDIDIKAN PANCASILA UNTUK MENGATASI PENYIMPANGAN SOSIAL

Nina Cahya Dwi Sugiharto

Abstrak


PENDIDIKAN PANCASILA UNTUK MENGATASI PENYIMPANGAN SOSIAL

Nina Cahya Dwi Sugiharto Universitas Negeri Malang Nomor 5 Jalan Semarang

Surel : Ninacahya09@gmail.com

 

Abstrak

Pada artikel ini membahas mengenai pendidikan Pancasila untuk mengatasi penyimpangan sosial yang terjadi pada masyarakat. Pendidikan Pancasila ini diterapkan dengan  pendidikan pada generasi penerus bangsa, baik di dalam lingkungan sekolah maupun di luar lingkungan sekolah. Penyimpangan sosial ini akan diatasi dengan menggunakan bentuk pembelajaran yang berbeda dan melalui tahap – tahap aplikasi yang cukup mudah untuk di terapkan pada pembelajaran sehingga dapat di lakukan dengan maksimal. Selain menggunakan bentuk dan tahap – tahap aplikasi pendidikan pancasila juga memiliki tujuan yang baik dan tepat untuk menumbuhkan tumbuh kembang anak.

 

Kata kunci: pendidikan Pancasila, penyimpangan sosial

Menurut Lawang dalam (Elisanti dkk,2009:29) penyimpangan adalah “sebagian tindakan yang menyimpang dari norma – norma yang berlaku dalam suatu sistem sosial dan menimbulakan usaha dari pihak berwenang untuk memperbaiki perilaku yang menyimpang tersebut”. Aborsi merupakan salah satu wujud dari penyimpangan sosial. Menurut data yang kami peroleh dari surabaya news (2014) tentang kasus aborsi antara lain.

Terhitung sejak tahun 2009 hingga tahun 2013, kasus aborsi di Jawa Timur mengalami peningkatan sebesar 5 persen setiap tahunnya dan 30 persen pelaku aborsi adalah remaja. Sejak tahun 2012 hingga 2014 bulan juli, kasus aborsi di Indonesia mencapai  2,5 juta orang dengan rincian per tahun kasus aborsi 750 ribu per tahun atau 7 ribu dalam sehari dan 30 persen pelakunya adalah remaja SMP dan SMA.Sementara itu di Jawa kasus aborsi setiap tahunnya terus mengalami peningkatan 5 persen dan 30 persennya adalah remaja. Dari data lembaga perlindungan anak Jawa Timur pada tahun 2009 ada 12.614 kasus, tahun 2010 ada 13.742 kasus, tahun 2011 ada 14.398 kasus, tahun 2012 ada 14.519 kasus, dan tahun 2013 ada 15.176 kasus. Fenomena tingginya remaja melakukan aborsi karena akibat pemerkosaan dan hubungan suka sama suka. Sddangkan kabupaten kota, kasus aborsi usia remaja paling tinggi yakni di kota Surabaya.

Penyimpangan sosial memiliki dua jenis, yaitu penyimpangan primer dan sekunder. “Penyimpangan primer adalah penyimpangan yang dilakukan seseorang akan tetapi pelaku masih dapat diterima masyarakat. Sedangkan penyimpangan sekunder adalah penyimpangan yang dilakukan secara terus-menerus sehingga pelakunya dikenal sebagai orang yang berperilaku menyimpang” (Elisanti dkk,2009:96). Jadi kasus aborsi diatas termasuk dalam penyimpangan sekunder, karena pelaku aborsi tergolong orang yang sering melakukan penyimpangan.

Adapun sebab seseorang melakukan penyimpangan sosial, yaitu pengaruh negatif lingkungan. Hal tersebut, menjadikan seseorang yang berada dalam lingkungan ikut melakukan penyimpangan seperti kebiasaan. Dengan demikian timbullah dampak, yaitu  banyaknya generasi muda yang tinggal di lingkungan negatif tidak memiliki sopan santun kepada orang yang lebih tua dan tidak mengerti mana perilaku baik dan buruk.

Selain itu kurangnya perhatian orang tua juga akan menyebabkan terjadinya penyimpangan sosial, seperti kasus aborsi yang merupakan salah satu wujud dari penyimpangan sosial. Hal tersebut bisa terjadi karena kurangnya perhatian orang tua. Peran orang tua yang kurang dengan selalu menyibukan diri, sehingga anak – anak menjadi tidak terurus dan melakukan penyimpangan sosial. Dampaknya adalah semakin banyaknya pergaulan bebas dan anak bisa melakukan apa saja yang diinginkan, seperti penyalah gunaan narkoba, hubungan seksual, tawuran antar pelajar dan masih banyak lainnya. Seseorang melakukan penyimpangan sosial juga dapat disebabkan karena faktor kesenjangan ekonomi. Faktor ini terjadi pada masyarakat yang kurang mampu dalam ekonomi. Dampaknya banyak masyarakat yang melakukan tindakan kriminal seperti, merampok, membunuh, dan lain-lain.

 

BAHASAN

Pada bagian ini dijabarkan secara spesifik mengenai

(1) Konsep dasar pendidikan pancasila

(2) Implementasi pendidikan pancasila

(3) Kekurangan dan kelebihan pendidikan pancasila.

 

Konsep Dasar Pendidikan Pancasila

Pendidikan adalah pembelajaran di mana seseorang mencari ilmu pengetahuan, pembelajaran tidak hanya terjadi di sekolah tetapi juga pada masyarakat atau lingkungan sekitar. Sedangkan pancasila adalah dasar negara Indonesia yang menjadi pedoman warga negaranya sekaligus sebagai pelajaran dan harus diamalkan dalam kehidupan sehari – hari. Berdasarkan pengertian di atas “Pendidikan pancasila adalah pendidikan nilai – nilai pancasila yang bertujuan membentuk sikap dan perilaku positif manusia sesuai dengan nilai – nilai yang terkandung dalam pamcasila” (Setijo,2006). Jadi pendidikan pancasila itu pendidikan yang mengajarkan tentang penerapan nilai – nilai pancasila baik di sekolah maupun di masyarakat. Agar dalam berperilaku menjadi baik dan sesuai dengan nilai pancasila yang menjadi pedoman hidup warga negara Indonesia.

Selain itu pendidikan pancasila juga memiliki tujuan untuk menghasilkan manusia yang memiliki sikap dan perilaku antara lain yang pertama agar beriman dan taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Dalam hal ini pancasila juga meningatkan akan kewajiban sebagai umat manusia yang beragama dan mengingatkan kebaikan apa yang harus di laksanakan dan mejauhi perbuatan buruk yang dibenci Tuhan.

Yang kedua berperikemanusiaan yang adil dan beradab,antar sesama manusia harus memiliki sikap adil, sikap inilah yang memiliki arti bahwa setiap manusia memiliki kebutuhan masing – masing dalam menjalankan kehidupannya. Jadi setiap manusia itu belum tentu memiliki kebutuhan yang sama dan adil tersebut adalah cara pembagiannya. Sikap beradap itu mengharuskan manusia bersikap baik, sopan terhadap yang lebih tua dan selalu berkata jujur dalam berbicara.

Yang ketiga yaitu mendukung persatuan bangsa, sebagai warga negara yang baik harus selalu mendukung bangsa atau negara menjadi lebih baik bukan merusaknya. Persatuan bangsa sangat dibutuhkan bangsa indonesia untuk menjalankan tujuan bangsa. Dalam hal ini warga negara harus selalu bersatu walaupun banyak perbedaan dari masing – masing suku dan budaya dari daerah masing – masing.

Yang keempat yaitu mendukung upaya untuk mewujudkan suatu keadilan sosial dalam masyarakat.Pendidikan pancasila dengan mewujudkan keadilan sosial dalam masyarakat, yaitu dengan cara pembelajaran pendidikan pancasila pada generasi penerus harus diajarkan sikap adil baik di manapun dan kepada siapapun. Kebiasaan ini akan di bawa oleh generasi muda jika dalam masa kecilnya selalu di ajarkan untuk adil, dan sopan kepada siapa sa ja.

Selain tujuan, pendidikan pancasila juga memiliki bentuk – bentuk antara lain yaitu

(1) pembelajaran dengan menggunakan video animasi

(2) menyanyikan lagu wajib dan nasional Indonesia

(3) pembelajaran yang asik dan menarik.

 

Pembelajaran dengan Menggunakan Video Animasi

Pembelajaran menggunakan video animasi ini diharapkan lebih efektif.  Selain itu cara ini akan lebih mudah di pahami oleh anak – anak dan mudah diingat. Pembelajaran menggunakan video animasi ini tidak digunakan secara terus menerus, tetapi juga harus di kasih jarak seperti dua minggu satu kali menggunakan cara video animasi ini. Dengan begitu anak – anak tidak bosan ataupun jenuh dengan pembelajaran yang di lakukan. Menurut Pribadi (2004:52) kelebihan media video salah satunya adalah.

Mampu memperlihatkan objek dan peristiwa dengan tingkat akurasi dan realisme yang tinggi. Disamping itu, media video memiliki kemampuan untuk memperluas wawasan pengetahuan anak dengan menampilkan informasi, pengetahuan baru dan pengalaman belajar yang sulit diperoleh secara langsung oleh anak. Media ini juga mampu merangsang minat belajar melalui penyampaian gambar dan informasi yang menarik.

 

Mendengarkan Musik

Menurut Nirmala (2005) menyatakan bahwa “terapi musik merupakan aplikasi unikdari musik untuk meningkatkan kualitas hidup seseorang dengan membuat perubahan perilaku positif ”. Bentuk ini akan melatih anak untuk berkembang, merangsang otak anak, dan juga membantu memperluas ingatan atau memori anak. Selain itu, anak juga akan mudah untuk memahami sesuatu, pemahaman ini terjadi karena musik mampu membuat ingatan seseorang kembali mengingat dengan apa yang pernah dialaminya. Musik juga dapat melatih anak untuk mendengar, menyimak, dan juga berbicara.

 

Tahap -tahap Implementasi Pendidikan Pancasila

Dalam implementasi ini memiliki beberapa tahapan yaitu

(1) doa pada awal pembelajaran

(2) menyanyikan lagu wajib dan nasional

(3) penyampaian materi

(4) penyimpulan materi

(5) diadakan kuis pada minggu tertentu dan pembentukan kelompok kerja.

 

Doa Pada Awal Pembelajaran

Berdoa sebelum pembelajaran itu sangat bermanfaat agar ilmu yang didapat menjadi bermanfaat. Selain itu dalam pancasila sila pertama juga disebutkan Ketuhanan Yang Maha Esa, sila pertama tersebut sangat jelas bahwa setiap manusia memiliki keyakinan atau kepercayaan. Untuk itu tahap ini harus selalu dilakukan untuk melakukan semua aktivitas. Dalam hal ini, anak akan membiasakan diri untuk berdoa sebelum elakukan sesuatu. Menurut Kemendiknas (2010) ada 18 nilai- nilai dalam pendidikan karakter yaitu.

(a)Religius

Sikap dan perilaku yang patuh dalam melaksanakan ajaran agama yang dianutnya, toleran terhadap pelaksanaan ibadah agama lain, dan hidup rukun dengan pemeluk agama lain.

(b) Jujur

Perilaku yang didasarkan pada upaya menjadikan dirinya sebagai orang yang selalu dapat dipercaya dalam perkataan, tindakan, dan pekerjaan.

(c) Toleransi

Sikap dan tindakan yang menghargai perbedaan agama, suku, etnis, pendapat, sikap, dan tindakan orang lain yang berbeda dari dirinya.

(d) Disiplin

Tindakan yang menunjukkan perilaku tertib dan patuh pada berbagai ketentuan dan peraturan.

(e) Kerja Keras

Tindakan yang menunjukan perilaku tertib dan patuh pada berbagai ketentuan dan peraturan.

(f) Kreatif

Berpikir dan melakukan sesuatu untuk menghasilkan cara atau hasil baru dari sesuatu yang telah dimiliki.

(g) Mandiri

Sikap dan perilaku yang tidak mudah tergantung pada orang lain dalam menyelesaikan tugas.

(h) Demokratis

Cara berfikir, bersikap, dan bertindak yang menilai sama hak dan kewajiban dirinya dan orang lain.

(i) Rasa Ingin Tahu

Sikap dan tindakan yang selalu berupaya untuk mengetahui lebih mendalam dan meluas dari sesuatu yang dipelajarinya, dilihat, dan didengar.

(j) Semangat Kebangsaan

Cara berfikir, bertindak, dan berwawasan yang menempatkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan dirinya dan kelompok.

(k) Cinta Tanah Air

Cara berfikir, bertindak, dan berwawasan yang menempatkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan dirinya dan kelompoknya.

(l) Menghargai Prestasi

Sikap dan tindakan yang mendorong dirinya untuk menghasilkan sesuatu yang berguna bagi masyarakat, dan mengakui, serta menghormati keberhasilan orang lain.

(m) Bersahabat/Komunikatif

Sikap dan tindakan yang mendorong dirinya untuk menghasilkan sesuatu yang berguna bagi masyarakat, dan mengakui, serta menghormati keberhasilan orang lain.

(n) Cinta Damai

Sikap dan tindakan yang mendorong dirinya untuk menghasilkan sesuatu yang berguna bagi masyarakat, dan mengakui, serta menghormati keberhasilan orang lain.

(o) Gemar Membaca

Kebiasaan menyediakan waktu untuk membaca berbagai bacaan yang memberikankebijakan bagi dirinya.

(p) Peduli Lingkungan

Sikap dan tindakan yang selalu berupaya mencegah kerusakan pada lingkungan alam di sekitarnya, dan mengembangkan upaya-upaya untuk memperbaiki kerusakan alam yang sudah terjadi.

(q) Peduli Sosial

Sikap dan tindakan yang selalu ingin memberi bantuan pada orang lain dan masyarakat yang membutuhkan.

(r) Tanggung Jawab

Sikap dan perilaku seseorang untuk melaksanakan tugas dan kewajibannya yang seharusnya dia lakukan, terhadap diri sendiri, masyarakat, lingkungan (alam,sosial, dan budaya) negara dan Tuhan Yang Maha Esa.

 

Menyanyikan Lagu Wajib Nasional dan Daerah

Hal ini sangat penting karena dalam kehidupan yang menerapkan nilai pancasila sebagai pedoman hidup harus mengenang jasa para pahlawan, dengan cara menyanyikan lagu – lagu wajib dan nasional. Selain itu menyanyikan lagu wajib dan nasional ini akan meningkatkan jiwa nasionalisme anak. Meningkatkan memori tentang lirik – liriknya agar tidak lupa karena lagu – lagu ini adalah salah satu sejarah dari bangsa yang sangat berharga. Terkadang banyak sekali anak yang lupa akan lagu – lagu wajib nasional ini karena kurangnya menyanyikan lagu tersebut.

 

Penyampaian dan Penyimpulan Materi

Penyampaian materi ini harus di sampaikan dengan menarik dan tidak membosankan. Penyampaian materi ini dapat dilakukan sesuai dengan bentuk – bentuk yang dari pendidikan pancasila. Selain itu dapat juga mengajak anak untuk belajar di luar ruangan, seperti ke museum. Di museum anak – anak harus tetap di kasih tugas agar tidak hanya bermain  saja tetapi juga belajar. Bisa juga selesai di museum berkumpul di ruang kelas untuk mendiskusikan hasil belajarnya dan pengetahuan apa yang di peroleh.

Penyimpulan materi ini dilakukan pada saat pembelajaran akan berakhir, dengan tujuan agar anak selalu mengingat dan memahami apa maksud dari pelajaran pada hari ini. Selain itu penyimpulan ini akan mempermudah anak untuk mengulangi pembelajaran di rumah. Penarikan kesimpulan bukan hanya dilakukan oleh guru saja tetapi anakpun juga boleh iku serta untuk menarik kesimpulan. Agar anak ikut berpartisipasi dan aktif dalam pembelajaran.

 

Diadakan Kuis dan Pembentukan Kelompok Kerja.

Diadakannya kuis pada awal pembelajaran dengan membahas materi minggu lalu, tujuannya adalah untuk mengetes anak apakah anak ini paham atau sebaliknya. Sehingga jika anak belum paham dapat di tanyakan kepada gurunya. Selain itu pembentukan kelompok kerja yaitu memiliki  tujuan agar ada interaksi antara anak satu dengan yang lainnya, sehingga tidak adanya sikap yang individualisme. Kelompok kerja ini harus memiliki pembahasan yang akan di presintasikan hasil pembahasannya tersebut.

 

Kelebihan dan Kekurangan Pendidikan Pancasila

Dari pendidikan pancasila memiliki kelebihan yaitu

(1) menjadikan siswa taat kepada Tuhan Yang Maha Esa,

(2) mengembangkan nilai –nilai nenek moyang,

(3) siswa memiliki nilai positif dari nilai pancasila,

(4) siswa dalam kehidupan sehari – hari dapat menerapkan nilai –nilai pancasila,

(5) meningkatkan jiwa nasionalisme,

(6) menjadikan warga negara yang baik serta taat kepada aturan yang berlaku.

Selain itu pendidikan pancasila juga memiliki kekurangan yaitu pendidikan pancasila sulit diterapkan. Siswa menganggap pendidikan pancasila kurang penting atau tidak dijadikan mata pelajaran untuk ujian nasional. Selain itu, siswa juga tidak menyukai cara pembelajaran yang di sampaikan oleh guru karena dianggap kurang penting. Hal tersebut yang menjadikan mata pelajaran pendidikan pancasila tidak disukai oleh anak – anak.

 

SIMPULAN DAN SARAN

Berdasarkan uraian informasi pada bagian bahasan, berikut ini disajikan (1) simpulan dan (2) saran yang linier dengan informasi tersebut.

 

Simpulan

Pendidikan pancasila adalah pendidikan yang sangat penting untuk sikap manusia. Dalam kehidupan bermasyarakat, karena pendidikan pancasila adalah pedoman hidup warga negara Indonesia untuk menjalankan kehidupan sehari – hari. Dalam pendidikan pancasila juga memiliki tujuan untuk menghasilkan sikap manusia yang positif. Sikap positif tersebut antara lain agar manusia selalu ingat kepada Tuhan Yang Maha Esa, bersikap adil dan mengerti adap yang baik dalam masyarakat, menjunjung persatuan bangsa indonesia, serta mewujudkan keadilan dalam masyarakat.

Implementasi dalam pendidikan pancasila dapat dilakukan dengan cara berdo’a sebelum dan sesudah pembelajaran, mengingat kebudayaan leluhur dengan cara menyanyikan lagu wajib dan daerah Indonesia. Dalam pembelajaran harus ada cara agar siswa tidak bosan yaitu dengan diajak nonton video animasi sesuai dengan tema materi pembelajaran. Bisa juga diajak untuk menyimpulkan dan yang berani maju kedepan untuk menyimpulkan akan diberi poin. Dapat juga bagi yang kesimpulannya paling bagus akan diberi hadiah khusus.

Pendidikan pancasila juga memiliki kelebihan dan kekurangan. Dalam kelebihannya pendidikan pancasila akan membawa anak untuk selalu mengingat kepada Tuhan Yang Maha Esa. Selain itu, anak dapat menerapkan nilai – nilai ancasila dalam kehidupan sehari – hari baik di sekolah maupun di masyarakat. Pendidikan pancasila juga mampu meningkatkan jiwa nasionalisme anak yang selalu mendukung untuk persatuan dan memajukan bangsa Indonesia. Dalam kekurangannya pembelajaran pendidikan pancasila tidak dianggap penting dan sangat membosankan.

 

Saran

Sebaiknya dalam tahap – tahap implementasi guru harus diberi arahan, untuk bagaimana cara agar pembelajaran dalam kelas menjadi menyenangkan dan memebuat anak tidak bosan. Dengan pembelajaran tersebut siswa akan semangat belajar dan mengerti materi yang disampaikan. Pembelajaran dilakukan di outdoor agar anak lebih senang dalam pembelajaran. Selain itu dapat juga dalam pembelajaran anak diajak ke suatu temoat seperti museum dan tempat – tempat bersejarah lainnya.

Untuk memperbaiki kekurangan dalam pendidikan pancasila dapat dilakukan membentuk kurikulum yang menerapkan bahwa di dalam nilai yang diambil untuk kelulusan dapat dicantumkan perilaku. Jika perilaku siswa tidak baik maka siswa tersebut tidak bisa lulus. Tidak lulus tersebut terjadi karena kesalahan diri sendiri karena tidak memiliki perilaku yang baik. Dalam hal itu lebih dipentingkan untuk sikap yang baik untuk kelulusan bukan nilai saja.

 

DAFTAR RUJUKAN

Ardiantofani, Chilmi. 2014. 30 persen kasus aborsi di Jatim pelakunya remaja, (Online), (http://www.surabayanews.co.id/2014/08/18/3745/30-persen-kasus-aborsi-di-jatim-pelakunya-remaja.html), diakses 18 Agustus 2014.

Elisanti, Dkk. 2009. Sosiologi 1. Jakarta : pusat pembukuan, departemen pembukuan nasional.

Kemendiknas. 2010. Pengembangan Budaya dan Karakter Bangsa. Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Pusat Kurikulum.

Nirmala. 2005. Musik : Meningkatkan Kemampuan Kerja Otak, (Online), (http://www3.suryaniinstitute.com), diakses 2 mei 2010.

Pribadi, Benny Agus. 2004. Materi Pokok Media Teknologi. Jakarta : Universitas Terbuka.

Setijo, pendi. 2006. Pendidikan pancasila edisi ke dua. Jakarta : PT Grasindo.