SKRIPSI Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Partisipasi Masyarakat dalam Pembangunan Desa Satak Kecamatan Puncu Kabupaten Kediri

Luky Nurul Islami

Abstrak


 

Partisipasi Masyarakat dalam Pembangunan Desa Satak  Kecamatan Puncu Kabupaten Kediri

Luky Nurul Islami Universitas Negeri Malang

Email: Lukynurulislami@gmail.com

 

Abstrak

Partisipasi masyarakat merupakan keterlibatan atau keikutsertaan masyarakat dalam Pembangunan.Partisipasi masyarakat desa memiliki pengaruh yang besar mengingat bahwa partisipasi merupakan modal yang harus diperhatikan dalam pelaksanaan pembangunan desa. Suatu program dapat tercapai apabila masyarakat sadar akan pentingnya pengaruh keterlibatan mereka dalam program pembangunan desa, baik dalam hal perencanaan, pelaksanaan, serta evaluasi. Dengan adanya partisipasi masyarakat akan mampu mengimbangi keterbatasan biaya, tenaga dan kemampuan pemerintah dalam pencapaian program pembangunan desa tersebut. Untuk itu, program pembangunan yang dilaksanakan harus mempertimbangkan kondisi lingkungan, kemampuan, serta kebutuhan masyarakat desa. Serta tidak hanya menempatkan masyarakat desa sebagai sasaran pembangunan namun juga sebagai pelaku pembangunan.

Pemerintah Desa Satak memiliki program pembangunan desa yang melibatkan masyarakat didalam proses pelaksanaan program pembangunan. Program pembangunan desa tersebut ada pada beberapa bidang yaitu: bidang sosial, bidang pendidikan, bidang kesehatan dan juga pada bidang umum. Dari bidang-bidang tersebut melahirkan bentuk-bentuk partisipasi masyarakat yang beragam, seperti partisipasi tenaga, partisipasi uang, partisipasi buah pikiran, partisipasi keterampilan atau kemahiran serta partisipasi sosial. Hambatan pada pelaksanaan pembangunan desa terdapat pada beberapa bidang yakni pada bidang kesehatan adalah kurangnya minat dan pemahaman masyarakat mengenai posyandu lansia. bidang umum yaitu kurangnya kepedulian masyarakat dalam menjaga fasilitas berupa selokan yang telah dibangun oleh Pemerintah Desa. Upaya mengatasi kendala yang terjadi pada bidang kesehatan adalah pihak PKK dan dari Puskesmas Kecamatan Puncu berkeliling mendatangi rumah lansia berdasarkan data penduduk yang diperoleh dari desa, pada bidang umum upaya mengatasi kendala adalah melalui pemasangan pagar kawat berduri di sepanjang kawasan selokan.

 

Kata Kunci: Partisipasi Masyarakar, Pembangunan Desa

PENDAHULUAN

Masyarakat Indonesia sebagian besar tinggal di pedesaan, sebagaimana data dari Badan Pusat Statistik pada tahun 2015 jumlah penduduk di Indonesia berjumlah 237.671.326 jiwa, mencakup penduduk kota 118.320.256  jiwa (49,79%) dan penduduk desa 119.321.070 jiwa (50,21%). Oleh karena itu, perhatian pembangunan perlu lebih banyak diarahkan kepada pembangunan pedesaan. pembangunan merupakan suatu kegiatan yang dilaksanakan guna meningkatkan taraf hidup baik berupa sarana prasarana maupun kualitas sumber daya manusia. Pembangunan desa yang bertujuan untuk mensejahterakan masyarakat desa, yang dilakukan dan dimanfaatkan oleh masyarakat desa itu sendiri haruslah melibatkan masyarakat dalam proses pembangunan, dan hal tersebut memberikan pengaruh yang cukup besar bagi terlaksana dan tercapainya tujuan pembangunan desa. Tujuan pembangunan desa, sebagaimana dituangkan di dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa Pasal 78 Ayat (1)  adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa dan kualitas hidup manusia serta penanggulangan kemiskinan melalui pemenuhan kebutuhan dasar, pembangunan sarana dan prasarana desa, pengembangan potensi ekonomi lokal, serta pemanfaatan sumber daya alam dan lingkungan secara berkelanjutan. Pembangunan desa dilaksanakan dengan mengedepankan semangat kebersamaan, kekeluargaan, dan kegotong royongan guna mewujudkan perdamaian serta keadilan sosial.

Partisipasi masyarakat merupakan suatu tindak perilaku dari masyarakat untuk ikut serta dalam melaksanakan sesuatu yang berkaitan dengan kepentingan umum. Partisipasi masyarakat dalam pembangunan tidak hanya berarti rakyat memikul beban pembangunan dan tanggung jawab pelaksanaannya saja, tetapi juga dalam menerima kembali dan memanfaatkan hasil-hasil pembangunan. Setiap masyarakat memberikan respon dan atau menunjukkan keterlibatan dalam pelaksanaan pembangunan dengan berbagai bentuk, seperti memberikan sumbangan tenaga atau partisipasi tenaga, dan sebagainya. Menurut Huraerah(2008:102) bentuk-bentuk partisipasi masyarakat dapat ditunjukkan seperti berikut

(1) Partisipasi buah pikiran, yang diberikan partisipan dalam anjang sono, pertemuan atau rapat;

(2) Partisipasi tenaga, yang diberikan partisipan dalam berbagai kegiatan untuk perbaikan atau pembangunan desa, pertolongan bagi orang lain, dan sebagianya;

(3) Partisipan harta benda, yang diberikan orang dalam berbagai kegiatan untuk perbaikan atau pembangunan desa, pertolongan bagi orang lain yang biasanya berupa uang, makanan dan sebagainya;

(4) Partisipasi ketrampilan dan kemahiran, yang diberikan orang untuk mendorong aneka ragam bentuk usaha dan industri;

(5) Partisipasi sosial, yang diberikan orang sebagai tanda keguyuban. 

Masyarakat Desa Satak sebagian besar kurang tanggap terhadap teknologi. Susahnya akses internet juga memberikan dampak positif yaitu membuat kehidupan masyarakat disana masih sangat kental rasa kekeluargaannya, gotong royongnya dan juga mampu hidup dengan pluralitas agama dengan sangat aman dan nyaman. Terlepas dari sisi nuansa kehidupan pedesaan yang sangat kental, masyarakat di desa ini juga seperti kurang memahami bagaimana perannya dalam pembangunan desa. Masyarakat Desa Satak kurang terbiasa dengan keterlibatan proses pembangunan yang bersifat dari, oleh dan untuk masyarakat. Kebanyakan dari masyarakat desa tersebut menyerahkan dan mempercayakan pembangunan desa kepada pemerintah desa. Tentunya hal ini seringkali berdampak pada tumbuhnya partisipasi masyarakat yang bersifat semu. Atau dengan kata lain, menunjukkan masyarakat dalam kondisi tidak berminat atau bahkan tidak berdaya untuk mengakses pada program-program pembangunan, khususnya pada keputusan-keputusan yang secara nyata dapat mensejahterakan dan meningkatkan taraf hidup mereka, sehingga permasalahan sosial seperti kemiskinan masih terus membelit kehidupan mereka. Berdasarkan hal tersebut peneliti tertarik untuk melakukan penelitian mengenai partisipasi masyarakat dalam pembangunan Desa Satak Kecamatan Puncu Kabupaten Kediri.

 

METODE PENELITIAN

Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Peneliti menggunakan penelitian kualitatif untuk memperoleh data yang bersifat mendalam sehingga dapat membantu dalam proses penelitian. Selain itu, peneliti dapat mengetahui bagaimana realita partisipasi masyarakat dalam pembangunan desa. Seperti halnya yang dipaparkan oleh Sugiyono (2014:1) mendefinisikan bahwa Metode penelitian kualitatif dilakukan oleh peneliti secara menyeluruh, segala bentuk penelitian yang dilakukan secara obyektif dalam hal ini diartikan sesuai dengan kondisi alami yang ada saat penelitian dilakukan, teknik pengumpulan data dilakukan secara gabungan baik dari berbagai sumber, berbagai cara, maupun berbagai waktu dengan menekankan pada makna selama penelitian berlangsung. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif yang memiliki arti bahwa penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan apa yang berlaku saat ini. Dalam pendekatan deskriptif ini peneliti akan mencatat, mendeskripsikan maupun menganalisis tentang data-data yang telah dikumpulkan dalam penelitian yang dilakukan. Menurut Nazir (2005:54) Metode deskriptif adalah suatu metode dalam meneliti status sekelompok manusia, suatu objek, suatu set kondisi, suatu sistem pemikiran, ataupun suatu kelas peristiwa pada masa sekarang.

Kehadiran peneliti sangat penting karena peneliti adalah pihak yang membutuhkan data dan sekaligus pihak yang mengumpulkan data. Menurut Sugiyono (2014: 222) “peneliti kualitatif sebagai human instrument berfungsi menetapkan fokus penelitian, memilih informan sebagai sumber data, melakukan pengumpulan data, menilai kualitas data, menafsirkan data dan membuat kesimpulan atas temuannya”. Kehadiran peneliti dalam penelitian ini  dilakukan menjadi hal yang berperan karena kehadiran peneliti selain sebagai pelaksana, pengamat juga menjadi pengumpul data yang akan mempengaruhi hasil dari penelitian yang dilakukan.

Lokasi penelitian adalah lokasi peneliti mengumpulkan informasi dan data yang dibutuhkan selama proses penelitian. Lokasi ini disesuaikan dengan tema yang diangkat dalam skripsi ini yaitu di Desa Satak Kecamatan Puncu Kabupaten Kediri. Desa Satak ini merupakan desa yang terletak di lereng Gunung Kelud dan terkena dampak letusan Gunung Kelud yang cukup parah, karena lokasinya yang terletak kurang lebih 10km dari Gunung Kelud. Alasan pemilihan lokasi ini yakni desa Satak memiliki karakteristik yang cukup unik yaitu kondisi desa yang terletak jauh dari pusat kota dan juga sulit dalam sinyal dan akses jaringan internet, juga jarak antar Dusun harus melewati hutan sengon. Akses jaringan telepon dan internet yang sangat susah ditemukan sehingga membuat masyarakat kurang melek terhadap teknologi membuat peneliti tertarik untuk mengamati bagaimana partisipasi masyarakat desa Satak dengan kondisi geografis seperti yang di paparkan diatas

Sumber data merupakan subyek utama dari data yang akan diperoleh. Dalam penelitian ini, sumber data yang digunakan oleh peneliti ialah sumber primer dan sekunder. Sebagaimana Sugiyono (2017:225) menjelaskan bahwa sumber primer merupakan sumber data yang yang langsung memberikan data kepada pengumpul data, sedangkan sumber sekunder merupakan sumber yang tidak langsung memberikan data pada pengumpul data. Sumber data primer dalam penelitian ini diperoleh dari Informan dengan teknik wawancara. Sedangkan Sumber data sekunder dalam peneltian ini diperoleh dari dokumen-dokumen terkait dengan data yang akan dikumpulkan.

Teknik pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini: Pertama, menggunakan teknik wawancara.  Menurut Wiyono (2007:49) teknik wawancara merupakan salah satu teknik pengumpulan data yang bisa digunakan dalam penelitian untuk mendapatkan informasi tentang obyek penelitian dengan cara mengajukan pertanyaan-pertanyaan secara lisan. Dengan kata lain, dapat dikemukakan bahwa wawancara merupakan cara menghimpun data yang dilakukan dengan melakukan tanya jawab secara lisan atau berhadapan muka secara langsung, dengan arah serta tujuan yang telah ditentukan. Kedua, teknik observasi yaitu peneliti mengamati tempat atau lokasi warga saat melakukan aktifitas pembangunan desa atau kerja bakti serta lokasi pembangunan yang dilakukan sesuai dengan program pemerintah desa. Menurut Wiyono (2017:48) “observasi adalah teknik pengumpulan data yang digunakan untuk mendapatkan informasi dengan cara mengamati perilaku subyek dalam situasi tertentu. Ketiga, dokumentasi ini digunakan untuk memudahkan peneliti dalam mengidentifikasi kegiatan partisipasi masyarakat. Teknik dokumentasi ini mampu membantu peneliti dalam menarik kesimpulan agar data-data yang diperoleh dari wawancara dan observasi sesuai dengan data yang di dapatkan dari hasil dokumentasi.

 

Analisi data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis data model interaktif Miles and Huberman. Miles and Huberman dalam Sugiyono (2008: 237), mengemukakan aktivitas dalam analisis data kualitatif harus dilakukan secara terus menerus sampai tuntas, sehingga datanya sudah jenuh. langkah-langkah analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Analisis Interaktif. Model dari Miles dan Huberman, yang membagi langkah-langkah dalam kegiatan analisis data dengan beberapa bagian yaitu pengumpulan data (data collection), reduksi data (data reduction), penyajian data (data display), dan penarikan kesimpulan atau verifikasi (conclutions).

 

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Program-program pembangunan di Desa Satak Kecamatan Puncu Kabupaten Kediri

Pembangunan desa merupakan hal yang tidak bisa lepas dari kehidupan bermasyarakat. Untuk itu pelaksanaan pembangunan harus mempertimbangkan kondisi lingkungan, kekayaan alam serta kebutuhan dari masyarakat. Pembangunan desa bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa dan kualitas hidup manusia serta penanggulangan kemiskinan melalui pemenuhan kebutuhan dasar, pembangunan sarana dan prasarana desa, pengembangan potensi ekonomi lokal, serta pemanfaatan sumber daya alam dan lingkungan secara berkelanjutan (Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2014 Pasal 78 ayat (1) tentang Desa). Maka dari itu, program-program pembangunan yang dilahirkan oleh pemerintah Desa Satak dikelompokkan dalam beberapa bidang sesuai dengan kebutuhan masyarakat yang bersifat berkelanjutan yaitu pada bidang sosial, bidang pendidikan, bidang kesehatan dan bidang umum. Program pembangunan dalam bidang sosial yang dilaksanakan oleh pemerintah desa merupakan pembangunan yang mempunyai sasaran pada kebutuhan dasar masyarakat Desa Satak yakni kebutuhan akan papan yang diwujudkan dalam bentuk bedah rumah yang tidak layak huni bagi masyarakat Desa Satak yang tidak mampu. Pada bidang pendidikan, pemerintah Desa Satak melaksanakan program pembangunan yang sesuai dengan kebutuhan pendidikan masyarakatnya baik dalam pendidikan formal maupun pendidikan nonformal. Program tersebut diwujudkan dalam pembangunan gedung untuk Taman Pendidikan Al-Quran (TPA). Pada bidang kesehatan, Program pembangunan desa pada bidang kesehatan adalah pelaksanaan posyandu secara rutin selama satu bulan sekali dan adapula cek kesehatan bagi lansia atau posyandu lansia yang diadakan satu bulan sekali dengan tanggal pelaksanaan menyesuaikan dengan pihak dari Puskesmas Kecamatan Puncu. Pada bidang umum, pembangunan lebih merujuk kepada pembangunan pada fasilitas umum. Pembangunan di bidang umum yang dilaksanakan oleh pemerintah Desa Satak adalah memperbaiki selokan utama serta memasang paving di mushola dusun A Yani yang dilaksanakan guna memberikan manfaat untuk masyarakat Desa Satak.

 

B. Bentuk-bentuk partisipasi masyarakat di Desa Satak Kecamatan Puncu Kabupaten Kediri

Masyarakat yang sadar akan pentingnya keterlibatan mereka dalam pelaksanaan pembangunan desa secara sukarela maka akan mudah tercapainya tujuan dari program pembangunan tersebut. Hal tersebut sesuai dengan pendapat Mubyarto (Dikutip oleh Ndraha 1987:102) partisipasi di definisikan sebagai kesediaan untuk membantu berhasilnya suatu program sesuai kemampuan setiap orang tanpa berati mengorbankan kepentingan diri sendiri. Partisipasi masyarakat Desa Satak dapat dilihat dalam beberapa bentuk, yaitu: Pertama, partisipasi buah pikiran ditunjukkan masyarakat desa satak melalui kegiatan musyawarah desa dan kegiatan rapat rutinan RT yang dilakukan setiap satu bulan sekali. Partisipasi terseut dapat diketahui dari kegiatan pada bidang pendidikan yakni musyawarah mengenai pembangunan gedung untuk taman pendidikan Al-Quran (TPA) dengan melibatkan pemerintah desa, tokoh masyarakat, Rt dan Rw, serta perwakilan pengajar di TPA dusun A Yani. Hal tersebut sesuai dengan pendapat Huraerah (2008: 102) bahwa partisipasi buah pikiran, yang diberikan partisipan adalah anjang sono, pertemuan atau rapat. Pada kegiatan tersebut masyarakat menyampaikan aspirasinya terkait dengan keadaan dan kebutuhan lingkungan. Selain itu, masyarakat juga mendapat informasi terkait tujuan program-program pembangunan desa yang akan dilaksanakan oleh pemerintah desa. Masyarakat pun juga dapat megkritik ataupun memberikan saran terkait dengan rencana program pembangunan desa maupun mengevaluasi jalannya program pembangunan desa. Kedua, partisipasi tenaga ditunjukkan pada beberapa bidang yaitu bidang sosial dengan membantu pelaksanaan program pemerintah desa yaitu bedah rumah. Bidang umum, masyarakat ikut andil dalam menyumbangkan tenaga yang ditunjukkan dengan keikutsertaan masyarakat dalam pemasangan paving di mushola Dusun A Yani. Hal ini sesuai dengan pendapat Huraerah (2008:102) yaitu partisipasi tenaga yang diberikan partisipan dalam berbagaii kegiatan uyntuk perbaikan atau pembangunan desa, pertolongan bagi orang lain, dan sebagianya. Selain itu dalam bidang umum ditunjukkan dengan kegiatan kerja bakti dalam membersihkan dan merawat selokan yang telah dibangun dan menjadi program pembangunan desa. Sebagaimana yang dikemukakan oleh Nurman (2015:239) bahwa masyarakat turut, merawat dan mengembangkan hasil-hasil pembangunan desa. Ketiga, partisipasi masyarakat juga ditunjukkan dalam partisipasi harta benda pada bidang umum, seperti perbaikan mushola dana juga di peroleh dari masyarakat secara sukarela. Partisipasi juga ditunjukkan dengan memberikan makanan dan minuman ketika ada kegiatan kerja bakti dan sebagainya. Keempat, partisipasi keterampilan atau kemahiran ditunjukkan dalam bidang pendidikan yaitu masyarakat yang memiliki ilmu dan ketrampilan dalam hal mengaji secara sukarela menjadi pengajar Taman Pendidikan Al-Quran baik di Dusun Satak dan Dusun A Yani.  Hal ini sesuai dengan pendapat Nurman (2015:229) bahwa masyarakat memiliki keterbukaan dan keterlibatan yang sangat erat dengan permasalahan rohani atau keagamaan. Kelima, partisipasi sosial ditunjukkan pada bidang kesehatan ditunjukkan dengan keterlibatan masyarakat untuk menjadi kader atau anggota penggurus posyandu.

 

C. Kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan pembangunan di Desa Satak Kecamatan Puncu Kabupaten Kediri

a. Kurangnya minat dan pemahaman masyarakat mengenai posyandu lansia

Pada bidang kesehatan ditemukan kendala ketika pelaksanaan posyandu lansia. Tidak adanya minat dan kurangnya pemahaman terkait dengan posyandu lansia ini tidak hanya pada lansia di Desa Satak tetapi juga pada keluarga lansia. Sehingga membuat pelaksanaan posyandu lansia tidak dapat berjalan secara maksimal karena banyak lansia yang tidak mau menghadiri kegiatan tersebut

 

b. Masyarakat yang masih membuang sampah di selokan

Kepedulian dari masyarakat merupakan hal yang harus dimiliki, dari kepedulian tersebut akan menimbulkan kesadaran bahwa pentingnya menjaga lingkungan sekitar maupun menjaga fasilitas yang di sediakan oleh Pemerintah desa. Pembangunan pada bidang umum berupa pembangunan atau renovasi selokan ini terdapat kendala yaitu kurangnya kepedulian masyarakat untuk menjaga lingkungan, sebagian masyarakat masih membuang sampah di selokan, dan membersihkan selokan hanya ketika musim hujan akan datang.

 

D. Upaya mengatasi kendala-kendala yang dialami dalam pelaksanaan pembangunan di Desa Satak Kecamatan Puncu Kabupaten Kediri

a. Pihak PKK dan dari Puskesmas Kecamatan Puncu berkeliling mendatangi rumah lansia berdasarkan data penduduk yang diperoleh dari Desa

Berdasarkan hasil musyawarah, upaya yang dilakukan pemerintah desa dan anggota PKK untuk tetap melaksanakan program posyandu lansia, karena kegiatan atau program ini sangat bermanfaat dan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat akan pelayanan kesehatan terutama untuk lansia.

b. Pemasangan pagar kawat berduri disepanjang selokan

Salah satu upaya yang dilakukan adalah membangun kawat berduri yang diharapkan dapat menhentikan masyarakat untuk tidak  membuang sampah di selokan

 

KESIMPULAN

Program pembangunan Desa Satak Kecamatan Puncu Kabupaten Kediri di bidang sosial adalah bedah rumah bagi rumah tak layak huni dan bagi warga yang sangat membutuhkan; Program pembangunan di bidang pendidikan adalah pembangunan kelas untuk Taman Pendidikan Al-Quran; Pembangunan pada bidang kesehatan ditunjukkan pemerintah desa melalui kegiatan posyandu untuk balita, posyandu untuk lansia dan juga penyuluhan jentik-jentik yang bekerjasama dengan Puskesmas Kecamatan Puncu; Program pembangunan desa pada bidang umum ditunjukkan dengan renovasi dan pemasangan paving di mushola dusun A Yani dan juga pembangunan selokan. Bentuk partisipasi tenaga pada bidang sosial diwujudkan melalui program bedah rumah yaitu membantu menbongkar rumah warga yang akan dibedah, keterlibatan masyarakat dalam program pemerintah desa ditunjukkan dengan partisipasi tenaga yaitu ikut sertanya masyarakat dalam kegiatan kerja bakti memasang paving,  dan kerja bakti membersihkan selokan. Partisipasi masyarakat dalam bentuk partisipasi buah pikiran dengan mengikuti musyawarah dalam rangka pembangunan gedung Taman Pendidikan Al-Quran. Partisipasi keterampilan atau kemahiran diwujudkan dengan beberapa masyarakat yang menjadi pengajar di Taman Pendidikan Al-Quran secara sukarela. Bentuk partisipasi sosial yaitu masyarakat secara sukarela menjadi kader posyandu, yang memiliki tugas untuk melakukan penyuluhan kepada masyarakat serta memberikan informasi mengenai kegiatan kesehatan yang dilaksanakan oleh pemerintah desa. Partisipasi dalam bentuk harta benda ditunjukan dalam bidang umum yaitu menyumbang secara sukarela untuk renovasi mushola dan memberikan makanan dan minuman ketika sedang dilaksanakan kerja bakti. Kendala yang dihadapi pada pelaksanaan program pembangunan desa di bidang kesehatan adalah kurangnya minat dan pemahaman masyarakat mengenai posyandu lansia. Selain itu, ditemukan lagi kendala pada pelaksanaan pembangunan desa di bidang umum yaitu masyarakat yang masih membuang sampah diselokan. Upaya mengatasi kendala pada bidang kesehatan adalah Pihak PKK dan Puskesmas Kecamatan Puncu berkeliling mendatangi rumah lansia berdasarkan data penduduk yang diperoleh dari Desa. Sedangkan untuk mengatasi kendala yang terjadi pada program pembangunan di bidang umum adalah  musyawarah desa dengan keputusan pembangunan pagar kawat berduri untuk menutupi akses jalan ke selokan utama.

 

SARAN

Kendala pembangunan bidang umum  agar masyarakat tidak membuang sampah di selokan sebaiknya pemerintah desa memprioritaskan pembangunan yang perlu dilaksanakan, seperti penyediaan Tempat Pembuangan akhir yang memadai sehingga mendorong masyarakat untuk tidak membuang sampah di selokan.

Pada program pembangunan di bidang kesehatan, agar masyarakat aktif dalam kegiatan posyandu alangkah lebih baiknya diberikan sosialisai kepada masyarakat terkait dengan tujuan dan manfaat dari posyandu lansia agar masyarakat memahami pentingnya menjaga dan mengecek kesehatan terutama lansia, serta agar masyarakat mampu bekerjasama dengan pemerintah desa untuk melaksanakan program tersebut dengan baik dan maksimal.

 

DAFTAR RUJUKAN

Buku Huraerah, Abu.2008. Pengorganisasian & Pengembangan Masyarakat. Bandung; Humaniora

Nazir, M. 2005. Metode Penelitian. Bogor : Ghalia Indonesia Sugiyono, 2008. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung : PT. Alfabeta Sugiyono. 2014. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif Dan R&D. Bandung : PT. Alfabeta Sugiyono. 2014. Memahami Penelitian Kualitatif. Bandung: PT. Alfabeta Sugiyono. 2017. Metode Penelitian Kuantitati, Kualitatif Dan R&D. Bandung :PT. Alfabeta

Wiyono, Bambang.2007. Metodologi Penelitian (Drs. H. Burhanuddin, Ed.) Malang : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang

 

Undang-Undang : Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa Pasal 78 Ayat (1)